Jangan Bingung Lagi! Inilah Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

Di Indonesia, kita mengenal ada dua jenis bank yang populer yaitu bank umum atau bank konvensional dan bank syariah. Kedua bank ini beroperasi berdampingan dan cukup membuat bingung banyak masyarakat dalam memilih. Ya, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengerti apa saja perbedaan bank konvensional dan bank syariah.

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

Maka  dari itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan antara keduanya agar kamu bisa memilih mana yang terbaik. Sudah penasaran kan? Lihat penjelasannya di bawah ini:

  1. Perbedaan Dasar Hukumnya

Perbedaan yang pertama bisa dilihat dari dasar hukumnya. Untuk bank konvensional menggunakan dasar hukum Undang-undang Perbankan, aturan dari OJK dan Bank Indonesia.

Sedangkan untuk bank syariah lebih kompleks yaitu Undang-undang No. 7 tahun 1992 mengenai Perbankan yang kini diamendemen https://slotjokerliga365.com menjadi UU No. 10 tahun 1998 dan UU No. 21 Tahun 2008. Selain itu harus patuh pada aturan Bank Indonesia, OJK, dan fatwa MUI.

  • Fungsi Tambahan

Walaupun sudah jelas keduanya memiliki fungsi untuk menghimpun dan menyalurkan masyarakat namun Bank Syariah punya fungsi tambahan. Ya, Bank Syariah memiliki fungsi sosial yang cukup tinggi dalam bentuk lembaga Baitul mal yaitu zakat, infak, sedekah, hibah, dan lainnya kepada organisasi pengelola zakat.

  • Kegiatan Operasionalnya Berbeda

Perbedaan selanjutnya terletak pada kegiatan operasionalnya di mana bank konvensional menggunakan prinsip bebas nilai yang mana hanya diatur oleh Undang-undang tanpa terikat oleh aturan agama apa pun.

Sedangkan untuk bank Syariah sendiri harus menggunakan hukum agama Islam yang mana berdasar pada fatwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI.

  • Bunga

Perbedaan yang selanjutnya dan paling terlihat adalah adanya bunga atau risiko usaha pada bank konvensional. Inilah yang sering kali dipermasalahkan bagi para umat Muslim dalam menggunakan bank. Sedangkan untuk bank Syariah tidak menggunakan bunga melainkan menggunakan prinsip bagi hasil.

Perbedaannya, pada bank konvensional penentuan tingkat suku bunga dibuat pada akad atau perjanjian awal dengan pedoman selalu untung. Sedangkan untuk bagi hasil untuk menentukan besarnya rasio berdasarkan perhitungan untung dan rugi.

  • Sumber Pendapatannya

Berikutnya, untuk sumber pendapatannya bank konvensional adalah dari Bank Indonesia sebagai bank sentral, pasar uang, dan juga uang bebas dari para emiten. Sedangkan untuk bank Syariah hanya boleh menggunakan sumber keuangan dari kegiatan operasional dengan menggunakan hukum Islam.

  • Denda Keterlambatan Pembayaran Oleh Nasabah

Perbedaan yang selanjutnya bisa dilihat dari denda dari sebuah keterlambatan pembayaran. Bagi para nasabah bank konvensional yang telah membayar atau tidak bisa melunasi tagihan dalam waktu yang telah disepakati maka harus membayar bunga yang juga telah disepakati sebelumnya.

Sedangkan untuk bank syariah, nasabah yang tidak bisa membayar maka tetap akan diberikan sanksi untuk membayar sejumlah uang yang disepakati sebelumnya di mana sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

  • Struktur Dewan Pengawas

Terakhir bisa dilihat dari dewan pengawasnya. Untuk bank konvensional diawasi oleh Dewan Komisaris. Sedangkan untuk bank Syariah menggunakan pengawas DPS atau Dewan Pengawas Syariah. Nah, sudah jelas kan apa perbedaan bank konvensional dan bank syariah itu? Kini kamu sudah bisa membedakan antara keduanya dan memilih ingin melakukan transaksi di mana. Semoga informasi di atas bisa memberikan wawasan yang lebih luas untuk pengetahuan perbankan kamu.