Kasus Deposito Nasabah Diduga Hilang, Begini Penjelasan BNI (BBNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menyampaikan penjelasan tentang masalah deposito nasabah yang diduga hilang. Sebelumnya, pengusaha yang bernama Andi Idris Manggabarani asal Sulawesi Selatan menyatakan sudah kehilangan uang deposito senilai Rp45 miliar pada simpanan di BNI. Kuasa hukum BNI Ronny L. D Janis pun memberi tambahan respon mengenai dengan pengakuan Kuasa Hukum bernama Syamsul Kamar yang disampaikan kepada media umum pada 10 September 2021, yang menggambarkan bahwa ada kejadian kehilangan dana milik kliennya atas nama Andi Idris Manggabarani dengan jumlah Rp45 miliar. “Sebagaimana diketahui klien kita [BNI] sudah mendapatkan dugaan Pemalsuan Bilyet Deposito di Kantor Cabang Makassar, yang pada lain mengenai dengan bilyet deposito pihak Sdr. Andi Idris Manggabarani, di mana sementara itu diperlihatkan 3 [tiga] bilyet deposito BNI KC Makassar total senilai Rp40 miliar tertanggal 01 Maret 2021,”ujarnya pada Senin (13/9/2021).

Berdasarkan investigasi berasal dari BNI, bilyet deposito berikut tidak pernah dimunculkan oleh Kantor Cabang Makasar dan tidak pernah tercatat pada sistem bank, dan juga tidak ditemukan terdapatnya penyetoran dana nasabah untuk penerbitan deposito tersebut. “Ditinjau bukti dan fakta tersebut, kemungkinan besar deposit tersebut palsu,” lanjutnya. Untuk menjelaskan liga365 terdapatnya dugaan pemalsuan bilyet deposito di Kantor Cabang Makassar tersebut, maka BNI  berkemuan  untuk melaporkan perihal tersebut kepada Bareskrim Polri pada 1 April 2021 supaya mampu mengungkapkan pelaku dan para pihak yang berhubungan dan yang mendapatkan fungsi berasal dari kejadian pidana berikut dan juga mempertanggungjawabkannya secara hukum.

Ronny memberi tambahan untuk menindaklanjuti laporan BNI tersebut, Bareskrim Polri sementara ini tetap jalankan sistem Penyidikan dan udah mengambil keputusan MBS sebagai Tersangka dan juga sudah dilaksanakan penahanan.

Bareskrim Polri, sambungnya, sementara ini juga tengah jalankan pemeriksaan pada pihak-pihak yang dikira terima aliran dana berasal dari peristiwa pidana berikut juga penelitian atas transaksi pada rekening-rekening penerima dana, peranan memicu terang peristiwa pidana ini. “Sehubungan dengan hal tersebut, maka kita meminta supaya semua pihak menghormati dan menanti sistem hukum yang sementara ini tengah berjalan dan menghindar diri untuk memicu pernyataan-pernyataan yang mampu dikategorikan sebagai tindakan pencemaran nama baik dan/atau kabar bohong [hoax] yang mendiskreditkan klien kami,” katanya. Ronny juga mengemukakan bahwa BNI terlalu menghormati tinggi dan berkomitmen untuk merawat dana nasabahnya sesuai prosedur perbankan yang berlaku. Pelayanan klien kita selamanya berjalan normal dan BNI mengapresiasi nasabah yang selamanya setia bertransaksi dengan BNI. Sementara itu, dilansir Tempo.co pada Jumat (10/9/2021), Kuasa Hukum Andi Idris Manggabarani, Syamsul Kamar, menyebutkan hilangnya dana nasabah itu berjalan pada Februari 2021. Adapun, masalah ini baru diungkap sementara ini sehabis manajemen BNI Makassar tak mampu mengembalikan dana nasabah.

Awalnya, nasabah mempertanyakan masalah ini ke BNI Makassar, namun tidak meraih penjelasan yang memuaskan. “Pihak BNI Wilayah 07 Makassar tidak mampu menyebutkan kemana aliran dana tersebut,” ujar Syamsul. BNI lalu membawa masalah ini kepolisian dengan khususnya dahulu melaporkan masalah ini ke Bareskrim Polri dengan nomer laporan S.Pgl/2019/VI/RES.2.2./2021/Dittipideksus. “Setelah itu, pihak kita pada tanggal 9 Juni 2021 memicu laporan ke Polda Sulsel mengenai terdapatnya dugaan kejahatan yang dilaksanakan oleh manajemen Bank BNI” tutur Syamsul. Dari hasil kontrol penyidik Bareskrim Mabes Polri, BNI dikira masuk ke rekening tidak jelas atau rekening illegal dan melanggar SOP dan juga jalankan kejahatan perbankan supaya merugikan nasabah.