Jika Tidak Mau Tergerus, Bank dan Ekosistem Digital Harus Seimbang

Dunia perbankan belakangan memang mendapatkan cukup banyak guncangan di beberapa tahun belakangan ini. Munculnya fintech dan pergeseran kebutuhan konsumen makin lama makin membuat dunia perbankan harus segera berbenah untuk ikut menyemarakkan ekosistem digital. Jika bank dan ekosistem digital saat ini masih dalam hubungan yang cukup jauh sehingga tanpa adanya usaha lebih cepat, mungkin bank akan menjadi sebuah layanan yang tumpul.

Bank dan ekosistem digital harus berkembang bersama

Ekosistem digital adalah sebuah ekosistem ekonomi di mana semua layanan bisa dilakukan dengan basis digital. Bukan main pergerakan finansial di era digital ini memang mendapatkan sambutan yang antusias dari para pengguna layanan finansial. Pasalnya, ada banyak keuntungan yang didapatkan oleh para penggunanya.

Beberapa contoh keuntungan yang bisa didapatkan oleh para pengguna dari layanan finansial digital ini antara lain :

  • Sistem perbankan yang lebih mudah,
  • Biaya yang lebih murah
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dengan kemudahan-kemudahan yang didapatkan oleh para pengguna layanan finansial, perkembangan dan perubahan kegiatan finansial ke arah digital menjadi makin cepat

Hal inilah yang menyebabkan para pemilik bisnis perbankan harus segera bergerak untuk masuk dalam ekosistem digital ini. Hal ini agen slot disebabkan karena tanpa adanya perubahan dan pergerakan dengan cepat, perbankan nantinya hanya akan digunakan sebagai tempat untuk menerima kiriman keuangan.

Dan ketika layanan ini sudah bisa digantikan oleh layanan perbankan lain, maka pada akhirnya industri perbankan akan tumbang. Hal inilah yang menyebabkan perbankan harus segera bergerak dan mengikuti pergerakan arus supaya tidak punah.

Rencana pengembangan perbankan digital di masa depan

Dalam salah satu diskusi virtual yang dilakukan pada tanggal 7 Oktober yang lalu founder dan CEO dari PT Digiasia BIOS, Alex Rusli menyatakan bahwa harus segera mengembangkan sistem open banking jika tidak ingin pelayanan tidak lagi berkembang. Sistem open banking ini merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk melakukan integrasi antara layanan bank dengan platform fintech yang sudah ada saat ini.

Mengapa integrasi dibutuhkan?

Perlu diketahui, bahwa dalam layanan finansial status antar bank dengan fintech adalah mitra bukan pesaing. Hal inilah yang menjadi sebuah dasar pembangunan layanan dari perbankan. Artinya, tidak antara bank dengan fintech harus dibuat layanan yang menjadi penghubung dan melakukan kolaborasi, bukan malah saling menjatuhkan.

Mengapa status sebagai mitra ini dibutuhkan? Karena dari seluruh kebutuhan ekonomi UMKM yang ada di Indonesia, ternyata hanya ada 70% besar cakupan yang bisa dilakukan oleh bisnis perbankan. Diharapkan dengan adanya kerja sama antara perbankan dengan fintech, pembiayaan yang terkendala banyak hal ini kemudian bisa ditutup dan di penuhi.

Perluasan pembiayaan yang diusahakan ini merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh negara kita. Mengapa? Karena perluasan permodalan akan membangun sektor ekonomi kecil dan menengah. Dengan penguatan sektor usaha kecil dan menengah maka taraf hidup manusia di Indonesia akan makin tinggi.

Menurut Rahmat Amin, dari Oracle Financial Services, perkembangan perbankan harus menyesuaikan dan mengadopsi layanan fintech saat ini. Hal ini disebabkan karena, tanpa penyesuaian ini layanan perbankan akan makin membosankan dan tidak bisa bersaing dengan layanan fintech yang diminati masyarakat. Menariknya, bukan hanya bank dan ekosistem digital saja yang berhubungan. Akan tetapi ada beberapa pemerintah di beberapa negara yang sudah menggandeng platform fintech guna menyediakan layanan keuangan untuk masyarakatnya.