6 Bahaya Pinjol Ilegal yang Perlu Kamu Waspadai

Isu yang sedang santer beredar mengenai pinjaman online alias pinjol ilegal ini memang tidak pernah ada habisnya. Khususnya soal pengaduan teror yang diterima hingga perlakukan intimidasi dari paraa penagih hutang pinjol kepada korbannya. Sebenarnya, apa sih bahaya pinjol ilegal yang perlu kamu tahu dan waspadai?

Bahaya Pinjol Ilegal yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa bahaya yang cukup mengerikan jika kamu bermain-main dengan pinjaman online ilegal. Bahkan, bahaya tersebut bisa judi online mengintaimu setiap saat. Lantas, apa saja bahaya dari pinjaman online ilegal ini? Berikut penjelasan lengkapnya.

1.      Bunga Tinggi

Jeanny Sari Sirati selaku pengacara dari Publik LBH Jakarta mengatakan bahwa bahaya yang paling umum ada di pinjaman online ilegal ini adalah jeratan suku bunga yang cukup tinggi.

Menurut sejumlah pengaduan yang diterima oleh LBH Jakarta, bunga dari pinjaman online ini bahkan jauh lebih tinggi dari bank. Bahkan, untuk per harinya saja suku bunga yang ditetapkan bisa mencapai 4 persen.

2.      Biaya Administrasi yang Besar

Ternyata, bahaya pinjaman online ini tidak hanya dari segi bunganya saja yang tinggi, melainkan juga biaya administrasinya yang tergolong besar. Bahkan, ada juga pinjaman online yang mengenakan biaya administrasi sampai 30 persen dari total pinjamannya.

3.      Tenor yang Singkat

Pada umumnya, pinjaman online ini akan memberikan pinjaman dengan tenor peminjaman yang terbilang sangat singkat. Hal ini tentunya bisa membuat para peminjam menjadi kelabakan untuk segera melunasi dan mengembalikan dana pinjamannya tersebut.

Hal ini tentu akan sangat memberatkan para peminjam, dimana dengan tenor yang singkat maka akan cukup sulit untuk segera mengembalikannya.

4.      Menyebarkan Data Pribadi Para Peminjam

Dikatakan juga bahwa para perusahaan pinjaman online ilegal ini pada umumnya akan mengakses data pribadi para peminjamnya tanpa batasan dan tanpa seijin dari si pemilik data.

Hal ini sangat sering terjadi, bahkan tidak sedikit juga perusahaan pinjaman online yang menyebarkan data diri dari peminjam ke teman-teman peminjam, ke berbagai media sosial yang ada, dan hal ini tidak akan ada batasannya.

5.      Teror dan Intimidasi Berkelanjutan

Ketika pihak peminjam tidak bisa membayar pinjaman tepat waktu, maka pihak perusahaan pinjaman online ini akan mengerahkan debt collector untuk melakukan beragam jenis penagihan.

Namun sayangnya, penagihan ini sering dilakukan dengan cara memberikan teror dan intimidasi kepada para korbannya. Intimidasi yang dilakukan ini, mulai dari pengancaman, penipuan, penyebaran data pribadi para peminjam, hingga pelecehan seksual yang dilakukan oleh pihak pinjol kepada nasabahnya.

Hasil survei aduan yang ada di LBH bahkan sudah mencatat bahwa ada 72,08 persen pengguna pinjaman online yang merupakan perempuan. Dimana 22 persen diantaranya sudah mengalami banyak tindak kekerasan.

6.      Tidak Memiliki Izin dan Tidak Dilindungi oleh OJK

Pada perusahaan pinjaman online ilegal ini pada umumnya tidak terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Akibatny, ketika ada tindakan intimidasi yang dilakukan terhadap para nasabahnya, korban tidak bisa mengadukan hal tersebut dan tidak bisa meminta pertolongan ke OJK.

Hal ini tentu membuat para korbannya merasa frustasi. Bahkan, ada juga beberapa nasabah yang rela mengorbankan nyawanya demi mengakhiri teror dari pihak pinjaman online tersebut. Jadi, inilah bahayanya jika kamu memilih untuk meminjam uang di pinjaman online ilegal yang tidak terdaftar di OJK. Oleh sebab itu, sebelum kamu memutuskan untuk meminjam dana secaa online, maka pastikan bahwa pihak pinjamannya resmi dan sudah berbadan hukum.