Terkait Pembiayaan Berkelanjutan Perbankan, OJK: Tembus Nominal 809,75 Triliun.

Sejak tahun 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen dalam menjalankan sustainable finance. Sustainable Finance yang dikenal sebagai kebijakan keuangan berkelanjutan bertujuan untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan dunia serta program ekonomi hijau.

Ditemui dalam acara Ministrial Talk COP 26, Senin 1 November 2021, Wimboh Santoso ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan jika OJK akan terus mendukung komitmen Pemerintah RI. Komitmen yang dimaksud adalah komitmen yang disepakati oleh negara Indonesia dan negara Paris.

Antara Indonesia dan Paris keduanya sepakat untuk mencapai target net Zero emission. Net zero emission merupakan kesepakatan yang didapat pada Konferensi Tingkat Tinggi iklim di Paris tahun 2015. Konferensi Tingkat Tinggi ini mewajibkan setiap negara industri untuk mewujudkan nol bersih emisi di tahun 2050 mendatang.

Perwujudan net zero emission penting untuk mengurangi adanya pemanasan global akibat naiknya konsentrasi gas rumah kaca. Data terakhir terkait jumlah emisi karbon tahunan yang diproduksi dunia mencapai 51 miliar ton.

Pada kesempatan yang sama, Wimboh juga mengatakan jika OJK telah berkomitmen dalam mengakselerasi keuangan berkelanjutan. Salah satu bukti adanya akselerasi keuangan berkelanjutan terdapat pada penerbitan roadmap keuangan berkelanjutan. Penerbitan roadmap keuangan berkelanjutan yang pertama dilakukan pada tahun 2015 sampai 2019. Kemudian, penerbitan root map kedua dilanjutkan pada tahun 2020 sampai 2024.

Wimboh Santoso menuturkan terdapat beberapa sasaran dalam roadmap keuangan berkelanjutan. Sasaran tersebut pertama, adanya peningkatan pasokan dan mpo88 permintaan dana serta instrumen keuangan yang ramah lingkungan. Kedua, terciptanya ekosistem yang dapat mendukung peningkatan keuangan berkelanjutan. Ketiga, penguatan koordinasi dan pengawasan dalam penerapan atau praktek keuangan berkelanjutan.

Dalam laporan OJK diketahui nominal pembiayaan berkelanjutan perbankan di Indonesia mencapai 809,75 triliun. Dari nominal tersebut, tercatat data hampir sekitar 50% bank di Indonesia terlibat dalam total aset pasar perbankan. Sebesar 91% aset pasar Perbankan Indonesia menunjukkan komitmen dalam menerapkan keuangan berkelanjutan.

Hal ini diperjelas dalam data SBFN (Sustainable Banking and Finance tahun 2021 yang menetapkan negara Indonesia, Kolombia dan Cina sebagai negara yang masuk dalam tahap konsolidasi regulasi keuangan berkelanjutan.

Menindaklanjuti laporan dari SBFN tersebut, pihak OJK telah menyiapkan langkah strategis dalam menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan di Indonesia. Wimboh mengantarkan ada empat langkah strategis.

Langkah pertama yakni menyelesaikan penyusunan taksonomi hijau Indonesia. Menurut rencana taksonomi hijau Indonesia akan diluncurkan pada tahun 2022.

Kemudian Langkah kedua adalah melakukan pengembangan kerangka manajemen risiko untuk industri. OJK juga akan melakukan pengembangan pada pedoman pengawasan berbasis risiko. Pengawasan berbasis risiko dilakukan untuk mengantisipasi risiko keuangan terkait iklim.

Langkah ketiga adalah melakukan pengembangan atas skema pembiayaan proyek yang inovatif dalam penerapan keuangan berkelanjutan. Langkah terakhir yakni memastikan capacity building dan awareness mengalami peningkatan.

“untuk melakukan akselerasi dan keefektifan dalam penerapan prinsip keuangan berkelanjutan di sektor jasa keuangan, OJK telah membentuk badan khusus yakni satuan tugas keuangan berkelanjutan. Satuan tugas keuangan berkelanjutan diisi oleh berbagai institusi keuangan. Mulai dari institusi perbankan, pasar modal hingga keuangan non bank yang tergabung dalam satuan Tugas keuangan” tutur Wimboh Santosa Melalui acara Ministrial Talks Cop26, di tegaskan pula jika manajemen konsentrasi resiko keuangan harus menjadi perhatian secara seksama. OJK berharap pengembangan terhadap pelaksanaan penerapan keuangan berkelanjutan dilakukan dengan maksimal. Sehingga kedepannya pembiayaan berkelanjutan perbankan peserta akselerasi keuangan berkelanjutan dapat mengalami peningkatan.