Mengenal Lebih Jauh Mengenai Sistem Perbankan Syariah

Dalam rangka mengembangkan sistem perbankan, dilakukan kerangka dual-banking system dalam kerangka API (Arsitektur Perbankan Indonesia). Tujuannya untuk menghadirkan solusi jasa perbankan yang semakin komplit. Bahkan secara bersama baik sistem perbankan syariah dan konvensional mendukung mobilisasi dana masyarakat lebih luas.

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Sistem Perbankan Syariah

Baik sistem perbankan syariah dan konvensional keduanya memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh nasabahnya. Bila kamu ingin mengenal lebih jauh tentang sistem perbankan syariah, maka simaklah artikel berikut ini:

1. Karakteristik Bank Syariah

Karakteristik sistem perbankan syariah sebenarnya beroperasional berdasarkan prinsip membagi hasil dan memberikan solusi sistem perbankan yang saling menguntungkan untuk masyarakat dan bank. Sistem yang ditonjolkan berupa aspek keadilan bertransaksi, etika berinvestasi, mengedepankan kebersamaan dan persaudaraan dalam produksi serta menghindari kegiatan spekulatif dalam transaksi keuangan.

2. Menyediakan beragam produk

Sistem perbankan syariah menyediakan berbagai macam produk dan layanan jasa perbankan yang beragam. Dengan menggunakan skema keuangan yang bervariatif sehingga bisa menjadi alternatif pilihan sistem perbankan yang kredibeldan dinikmati oleh semua golongan.

3. Perannya di dalam pengelolaan Makro

Perannya dalam pengelolaan perekonomian makro menyebabkan rekatnya hubungan sektor keuangan dan riil serta harmonis akibat meluasnya pengguna berbagai produk dan instrument keuangan syariah.

4. Akan mendorong kegiatan keuangan dan bisnis masyarakat

Dengan semakin luasnya pengguna produk syariah akan mengurangi transaksi yang spekulatif. Hal ini akan mendorong stabilitas dalam sistem keuangan judi bola online secara keseluruhan dan akhirnya akan tercapai kestabilan harga jangka menengah dan panjang.

5. UU untuk perbankan syariah

Pemerintah pun telah menyediakan payung hukum bagi sistem perbankan syariah. Hal ini dibuktikan dengan diberlakukannya UU No 21 tahun 2008 mengenai Perbankan Syariah tanggal 16 Juli 2008. Inilah yang mengembangkan industri perbankan memiliki landasan hukum.

6. Tingkat perkembangannya sangat impresif

Progres perkembangan sistem perbankan syariah di Indonesia sangatlah impresif. Angka yang mencapai rata- rata pertumbuhan asset selama lebih dari 65% per tahunnya dalam lima tahun terakhir. Hal ini juga diharapkan akan dapat meningkatkan peran serta perbankan syariah di dalam mendukung perekonomian nasional.

7. Kebijakan mengenai pengembangan perbankan syariah di Indonesia

Demi memberikan pedoman dan payung hukum untuk para stake holders perbankan syariah. BI mempunyai tugas berat untuk mengembangkan perbankan syariah di Indonesia, dan kemudian di tahun 2002 telah terbit sebuah buku yang berjudul Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia.

Beberapa aspek penting telah dipertimbangkan secara komperehensif, yaitu kondisi aktual industri perbankan syariah nasional beserta perangkat terkait, trend perkembangan industri perbankan syariah di dunia internasional hingga perkembangan sistem keuangan syariah nasional yang mulai ada.

8. Diarahkan untuk memberi kemaslahatan besar

Keuangan syariah nasional tak terlepas dari kerangka sistem keuangan makro seperti Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI) dan Arsitektur Perbankan Indonesia (API), serta internasional best practice yang telah disusun oleh lembaga keuangan syariah Internasional seperti IFSB, AAOIFI dan IIFM.

Pengembangan perbankan syariah ini diarahkan untuk mendapatkan kemaslahatan terbesar bagi masyarakat mengkontribusikan secara optimal untuk perekonomian nasional. Sehingga arah pekembangan perbankan syariah nasional akan mengacu pada rencana strategis lainnya. Yaitu API (Arsitektur Perbankan Indonesia), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM), Sistem Keuangan Indonesia (ASKI) dan Rencana pembangunan Jangka Panjang Nasional.Sistem perbankan syariah saat ini lebih mengacu pada upaya pencapaian rencana strategis dalam sekala yang lebih besar dan di tingkat nasional. Pilihan terakhir untuk memajukan nya berada di tingkat masyarakat sebagai nasabah, apakah kinerja bank sebaik itu hingga banyak yang mau untuk menjadi nasabah.