Ini Dia 5 Kelebihan Menggunakan M-Banking

Mobile banking atau biasa disebut dengan m-banking merupakan suatu layanan modern di bidang perbankan yang berbasis mobile. Banyak sekali yang ternyata masih kurang paham atas layanan yang satu ini sehingga tidak segera mendaftarkannya. Padahal, ada banyak sekali kelebihan menggunakan m-banking apalagi di masa pandemi seperti saat ini.

Berbagai Kelebihan Menggunakan M-Banking

Penasaran dengan apa saja kelebihan dari menggunakan m-bangking ini? Lihat kelebihan-kelebihannya di bawah ini:

  1. Lebih Aman

Kelebihan yang pertama ialah kamu akan menjadi lebih aman. Amannya bagaimana? Kamu itu mengganti penggunaan kartu konvensional dengan menggunakan HP. Padahal HP adalah barang yang tak pernah lepas dari tangan manusia zaman sekarang.

Tak hanya itu saja, keamanan juga terbukti bahwa HP zaman sekarang telah dilengkapi berbagai fitur keamanan yang canggih. Ada yang menggunakan kata sandi, pin, pola, fingerprint, face id, hingga menggunakan retina.

Nah, jika kamu menggunakan m-banking sekaligus kartu, dan ternyata kartunya hilang maka bisa langsung blokir lewat HP saat itu juga. Jadi, kamu bisa https://slotjokerliga365.com menghilangkan akses bagi orang yang saat itu sedang memegang kartu kamu. Jadi, uang yang ada di dalamnya sudah pasti aman.

  • Sangat Praktis

Kelebihan yang kedua adalah membuat kamu makin praktis. Ya, ada banyak sekali fitur Dari m-banking ini yang bisa membuat kamu bisa hidup makin mudah. Contohnya adalah kamu kini tak perlu membawa dompet dengan isi uang tunai atau kartu yang banyak. Ya, kamu cukup membawa HP saja ke mana-mana sehingga tas menjadi lebih ringan.

Tak hanya itu saja, jika kamu ingin membayar sesuatu dengan menggunakan uang tunai maka bisa tarik tunai di ATM tanpa kartu. Nah, untuk pembayaran berbagai transaksi, kamu bisa memanfaatkan fitur transfer atau bisa juga dengan memindai kode QR yang disediakan. Jadi, tak perlu lagi membawa tas berat-berat apalagi dompet yang besar.

  • Bisa Memantau Informasi Rekening 24 Jam Non Stop

Kelebihan yang selanjutnya adalah kamu bisa memantau informasi rekening selama 24 jam non stop. Tak  ada batasan aplikasi m-banking itu dibuka sehingga kamu bisa masuk dan melihat saldo atau riwayat transaksi setiap waktu.

Jadi, kamu tak perlu nge-print buku rekening ke bank karena di aplikasi sudah terlihat jelas semua transaksi yang telah dilakukan.

  • Gratis, Tanpa Biaya Tambahan

Untuk mendaftar M-banking ini, kamu juga tak dikenai biaya sepeser pun. Kamu tinggal mengunduh aplikasi m-banking dari bank favorit, datang ke bank, dan semuanya akan diurus sempurna tanpa pungutan biaya. Bahkan, kamu tak hanya bisa datang ke Bank, ada beberapa bank yang membuka pelayanan ini dengan menggunakan sistem video call.

  • Banyak Bonus yang Diberikan

Terakhir, ternyata dengan menggunakan m-banking itu kamu bisa mendapatkan bonus yang beragam untuk bertransaksi. Ya, pihak bank tertentu memberikan poin atau promo menarik jika kamu bertransaksi menggunakan m-banking. Dengan ini, kamu tetap bisa belanja tapi masih bisa menghemat pengeluaran. Untuk promo atau bonusnya, tergantung bank masing-masing ya….

Nah, jika kamu masih belum memiliki m-banking maka sebaiknya cepat-cepat mendaftar ke bank agar semuanya bisa lebih mudah. Tapi, di balik kelebihan menggunakan M-banking di atas ada efek samping yang membuat kamu menjadi kecanduan belanja. Oleh karena itu, walaupun praktis kamu tetap harus memikirkan keuangan untuk masa depan yang lebih cerah.

Jangan Bingung Lagi! Inilah Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

Di Indonesia, kita mengenal ada dua jenis bank yang populer yaitu bank umum atau bank konvensional dan bank syariah. Kedua bank ini beroperasi berdampingan dan cukup membuat bingung banyak masyarakat dalam memilih. Ya, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengerti apa saja perbedaan bank konvensional dan bank syariah.

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

Maka  dari itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan antara keduanya agar kamu bisa memilih mana yang terbaik. Sudah penasaran kan? Lihat penjelasannya di bawah ini:

  1. Perbedaan Dasar Hukumnya

Perbedaan yang pertama bisa dilihat dari dasar hukumnya. Untuk bank konvensional menggunakan dasar hukum Undang-undang Perbankan, aturan dari OJK dan Bank Indonesia.

Sedangkan untuk bank syariah lebih kompleks yaitu Undang-undang No. 7 tahun 1992 mengenai Perbankan yang kini diamendemen https://slotjokerliga365.com menjadi UU No. 10 tahun 1998 dan UU No. 21 Tahun 2008. Selain itu harus patuh pada aturan Bank Indonesia, OJK, dan fatwa MUI.

  • Fungsi Tambahan

Walaupun sudah jelas keduanya memiliki fungsi untuk menghimpun dan menyalurkan masyarakat namun Bank Syariah punya fungsi tambahan. Ya, Bank Syariah memiliki fungsi sosial yang cukup tinggi dalam bentuk lembaga Baitul mal yaitu zakat, infak, sedekah, hibah, dan lainnya kepada organisasi pengelola zakat.

  • Kegiatan Operasionalnya Berbeda

Perbedaan selanjutnya terletak pada kegiatan operasionalnya di mana bank konvensional menggunakan prinsip bebas nilai yang mana hanya diatur oleh Undang-undang tanpa terikat oleh aturan agama apa pun.

Sedangkan untuk bank Syariah sendiri harus menggunakan hukum agama Islam yang mana berdasar pada fatwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI.

  • Bunga

Perbedaan yang selanjutnya dan paling terlihat adalah adanya bunga atau risiko usaha pada bank konvensional. Inilah yang sering kali dipermasalahkan bagi para umat Muslim dalam menggunakan bank. Sedangkan untuk bank Syariah tidak menggunakan bunga melainkan menggunakan prinsip bagi hasil.

Perbedaannya, pada bank konvensional penentuan tingkat suku bunga dibuat pada akad atau perjanjian awal dengan pedoman selalu untung. Sedangkan untuk bagi hasil untuk menentukan besarnya rasio berdasarkan perhitungan untung dan rugi.

  • Sumber Pendapatannya

Berikutnya, untuk sumber pendapatannya bank konvensional adalah dari Bank Indonesia sebagai bank sentral, pasar uang, dan juga uang bebas dari para emiten. Sedangkan untuk bank Syariah hanya boleh menggunakan sumber keuangan dari kegiatan operasional dengan menggunakan hukum Islam.

  • Denda Keterlambatan Pembayaran Oleh Nasabah

Perbedaan yang selanjutnya bisa dilihat dari denda dari sebuah keterlambatan pembayaran. Bagi para nasabah bank konvensional yang telah membayar atau tidak bisa melunasi tagihan dalam waktu yang telah disepakati maka harus membayar bunga yang juga telah disepakati sebelumnya.

Sedangkan untuk bank syariah, nasabah yang tidak bisa membayar maka tetap akan diberikan sanksi untuk membayar sejumlah uang yang disepakati sebelumnya di mana sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

  • Struktur Dewan Pengawas

Terakhir bisa dilihat dari dewan pengawasnya. Untuk bank konvensional diawasi oleh Dewan Komisaris. Sedangkan untuk bank Syariah menggunakan pengawas DPS atau Dewan Pengawas Syariah. Nah, sudah jelas kan apa perbedaan bank konvensional dan bank syariah itu? Kini kamu sudah bisa membedakan antara keduanya dan memilih ingin melakukan transaksi di mana. Semoga informasi di atas bisa memberikan wawasan yang lebih luas untuk pengetahuan perbankan kamu.