Jumlah Transaksi Super App Livin’ By Mandiri Mencapai Rp 1.043 Triliun

Bank Mandiri merangkum total pengguna aplikasi dari Mandiri yaitu Super App Livin’ By Mandiri tetap mengalami peningkatan yaitu udah mencapai lebih berasal dari 8 juta di akhir Agustus 2021. Jumlah tersebut meningkat sebesar 43% jika dibandingkan bersama dengan periode setahun sebelumnya atau Year on Year (YoY). Seiring bersama dengan pertumbuhan jumlah pengguna, laju transaksi finansial nasabah Bank Mandiri melalui Livin’ by Mandiri terhitung melesat hingga 63% yoy menembus 627 juta transaksi bersama dengan nilai transaksi Rp1.043 triliun per akhir Agustus 2021.

“Melalui pembaharuan Financial Super App Livin’ by Mandiri, udah dapat mendigitalisasi nyaris seluruh layanan transaksi nasabah Bank Mandiri. Tercatat, hingga kuartal III 2021 lebih berasal dari 95% transaksi perbankan Bank Mandiri udah dapat dikerjakan secara digital tanpa harus ke cabang,” ujar SVP Transactions Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi di dalam info tertulisnya, Selasa, 5 Oktober 2021.

Pada New Livin’ By Mandiri versi terbaru, Bank Mandiri tidak hanya memperlengkap layanan transaksi nasabah, namun terhitung lebih memanjakan nasabah bersama dengan banyak ragam fitur transaksi lain yakni, pengajuan kredit KSM (Kredit Serbaguna Mikro), Kartu Kredit dan promo yang disesuaikan bersama dengan kebutuhan nasabah lainnya. Bahkan, fitur terbaru Super Apps Livin’ by Mandiri sangat mungkin nasabah mengelola rekening bersama dengan gampang melalui kolaborasi ekosistem Bank Mandiri.

Selain sebagai Super Apps, Livin’ by Mandiri terhitung memiliki banyak ragam WOW fitur untuk mempermudah transaksi nasabah, yaitu Buka rekening hanya 5 menit, gunakan Liveness dan face recognition yang terkoneksi segera ke Dukcapil secara cepat dan aman, Layanan Quick Pick untuk transaksi berulang secara cepat, eWallet linkage yang situs judi slot terintegrasi bersama dengan seluruh saldo eWallet secara praktis, on board Livin’ by Mandiri hanya gunakan Kartu Kredit, fitur tarik tunai di ATM tanpa kartu, fitur intip saldo, fitur QR untuk QR Payment gunakan QRIS, fitur instant e-Money untuk top up kartu eMoney secara cepat dan aman, serta beraneka WOW fitur lainnya yang mempermudah dan mempercepat transaksi harian nasabah.

“Program promo ini dapat melibatkan mitra-mitra merchant yang diminati masyarakat menjadi tanggal 2 Oktober 2021 agar dapat dinikmati bersama dengan optimal. Harapannya, program ini terhitung dapat tingkatkan membeli masyarakat di dalam rangka turut menopang program Pemulihan Ekonomi Nasional,” kata Thomas.

Adapun merchant partner yang terlibat di dalam program ini antara lain diskon teristimewa di McDonald’s Indonesia, platform e-Commerce terhitung Bukalapak, Blibli, Grab, JD.ID, Lazada, Shopee, Traveloka, dan Tokopedia, serta merchant Electronic & gadget layaknya Eraphone, IBox, Mi Store dan Samsung by NASA. Lalu, merchant F&B layaknya BreadTalk, Excelso, Hokben, JCO, KFC, Kopi Kenangan dan Penang Bistro serta merchant Fashion terhitung Zalora, MAP Fashion, SOGO dan iStyle serta merchant lain-lainnya.

“Selain minat masyarakat, pemilihan mitra merchant terhadap program diskon ini terhitung perhatikan variasi kebutuhan masyarakat dan UMKM yang jadi rantai pemasok merchant,” tutur Thomas.

Menurut Thomas, pihaknya meminta program ini terhitung dapat tingkatkan awareness masyarakat luas, baik nasabah maupun non-nasabah, kepada kenyamanan dan kemudahan cara pembayaran online Bank Mandiri.

Bank Mandiri terhitung mempersiapkan beraneka program promo spesifik berwujud potongan harga bersama dengan membayar hanya 23% berasal dari harga normal dan cashback hingga Rp2,3 juta bersama dengan gunakan alat pembayaran Financial Super App Livin’ By Mandiri serta Mandiri Kartu Kredit, Mandiri Debit dan e-Money Bank Mandiri. Program ini jadi tidak benar satu rangkaian dalam perayaan Hari Ulang Tahun Bank Mandiri ke-23 tahun yang jatuh di tanggal 2 Oktober 2021 untuk memberi penghargaan kepercayaan untuk para nasabah.

Tak hanya itu, Bank Mandiri terhitung mempersiapkan mobil BMW seri X1 sebanyak 100 unit, Vespa dengan jumlah 1.000 unit dan Yamaha NMax yang dapat dilakukan undian per minggunya untuk nasabah aktif dari Bank Mandiri  yang melaksanakan transaksi gunakan dari Mandiri yaitu New Livin dalam periode 2 Oktober – 31 Desember 2021. Setiap transaksi nasabah diantaranya transfer antar bank, bayar, top up, dan penambahan saldo, masing masing kegiatan transaksi tersebut dapat mendapatkan poin yang dapat diundi setiap minggunya. Jika nasabah inginkan mendapatkan poin lebih, nasabah terhitung dapat menukarkan 230 Livin’ Poin untuk jadi poin undian. Thomas mengatakan, program promo ini terhitung diharapkan dapat tingkatkan pemanfaatan aplikasi dari Bank Mandiri yaitu Livin’ By Mandiri yang baru diperbarui dengan  update versi terbaru untuk kemudahan dan kenyamanan nasabah.

Sumber https://infobanknews.com

Xpora Melayani UMKM Agar Go Global, Go Digital dan Go Productive

Sejalan dengan usaha pemerintah mendorong bisnis mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air dapat masuk ke pasar global, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., memandang kesempatan untuk berkontribusi lebih dengan menghadirkan Xpora, fungsi menaikkan ekspor sektor tersebut. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan sektor UMKM jadi penopang ekonomi nasional lebih-lebih pada pandemi Covid-19. UMKM yang dapat bertahan kala ini, yang dapat masuk di dalam ekosistem digital terkandung 15,9 juta UMKM atau 23 % yang telah terkoneksi.

“Dengan teknologi digital, yang membeli sekarang itu langsung, costumer di Eropa langsung membeli batik di Jawa. Ini kami mesti perkuat logistik sistem, digital payment-nya. Makanya BNI Xpora ini keren konsepnya,” ujarnya.

“Contoh, kesempatan bisnis bukan kembali andalkan tetangga kurang lebih sebagai pasar namun juga seantero Indonesia, apalagi ke tingkat global. Seperti yang dikerjakan BNI, yang telah membuka jalur bagi UMKM supaya go world menembus pasar Eropa,” katanya. Untuk menunjang UMKM go global, BNI telah menghadirkan Xpora, yaitu merupakan One Stop Solution Hub yang memberi tambahan fasilitas bagi pelaku UMKM Indonesia supaya dapat Go Productive, Go Digital, & Go Global serta jadi pusat fasilitas bagi para entrepreneur diaspora Indonesia yang berada di luar negeri.

Melalui Xpora, BNI menginginkan KCLN dan diaspora Indonesia untuk menunjang ekspor UMKM. Saat ini BNI memiliki enam KCLN yaitu di Singapura, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat. Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal menyebutkan penyaluran kredit berorientasi ekspor BNI telah menyentuh Rp1 triliun dan ditargetkan pada tahun ini dapat mendekati Rp2 triliun. BNI pun menghadirkan Xpora yang merupakan dari penugasan serta kemauan untuk mengoptimalkan peran KCLN dan diaspora yang jadi mitra bisnis BNI di luar negeri.

Kehadiran Xpora jadi prinsip BNI untuk mengakselerasi UMKM naik kelas dan go global. Sejak dirilis, Xpora memperoleh sambutan positif dari pelaku UMKM. “Karena ekosistemnya ekspor dan diaspora, maka seluruh kesibukan Xpora ini mengarah ke sana. Ternyata banyak ekspor kami yang unggul dan tidak ada di negara tujuan. Misalnya kayu manis dan vanila. Sementara itu, sekarang judi slot online kami telah memiliki beberapa kantor cabang di luar negeri, layaknya di New York, Tokyo, Seoul, Singapura, London, Hongkong,” ujarnya. BNI, menemukan sekurang-kurangnya terkandung 5 tantangan UMKM untuk go world yaitu akses permodalan, akses lakukan transaksi, akses teknologi, memperoleh peningkatan kapabilitas, informasi dan yang terakhir ialah bagaimana UMKM mendapatkan akses pasar yang agak luas.

Kelima tantangan itu diusahakan terjawab oleh Xpora  di dalam jangka lama dikehendaki dapat jadi anggota perkembangan eksportir baru dengan memperkaya keragaman solusi keuangan dan peningkatan bisnis dengan mitra-mitra strategis. Iqbal menjelaskan untuk mem bantu UMKM go global, BNI bekerja mirip dengan kementerian terkait, swasta, e-commerce dan lainnya. Melalui kerja mirip itu, dia optimistis BNI dapat ber kontribusi mensukseskan tujuan 500.000 eksportir baru pada 2030.

“Saya yakin berkat kerja sama, tujuan 500.000 eksportir baru dapat tercapai dan itu akan memberi tambahan efek yang luar biasa bagi perekonomian,” ujarnya. Xpora pun telah sukses lakukan business matching antara Kadek, pelaku bisnis kerajinan kayu (wood art) asal Bali dan Rezza, pelaku bisnis kerajian rotan asal Solo dengan buyer dari Korea Selatan. Keduanya awal mulanya memasarkan produknya melalui website. Xpora kemudian masuk meluaskan akses pasar untuk mereka. Rezza dan Kadek sukses memperoleh kesempatan buat memasuki ke pasar Usaha Mikro Kecil Menengah yang berada di Korea Selatan, berkat kerja mirip BNI melalui KCLN Seoul. “Melalui BNI Xpora, saya menghendaki ada business matching ke banyak negara lain juga,” kata Kadek. Hal senada juga dikehendaki Rezza.

Likuiditas Perbankan Meningkat di SBN

Likuiditas perbankan tetap masih banyak bersamaan bantuan kredit yang belum dapat mengalir deras. Berdasarkan knowledge analisis uang beredar Bank Indonesia (BI), Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan per Agustus 2021 menggapai Rp 6.784,7 triliun atau tumbuh 8,9 persen year on year (YoY). Sementara outstanding kredit didalam knowledge tersebut hanya tumbuh 1 persen. Dengan permohonan kredit yang belum optimal, perbankan mesti melacak strategi mengelola likuiditas tersebut supaya bisa menutupi cost dana yang mesti ditanggung. Strateginya tentu dengan memasang dana di Surat Berharga Negara (SBN).

Alhasil, kepemilikan bank di SBN terus meningkat. Merujuk terhadap knowledge Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan bank di SBN per 14 September 2021 menggapai Rp 1,463.65 triliun. Itu meningkat 5,14 persen dari periode Juni 2021 atau naik 6,4 persen dari akhir th. lalu. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk merupakan salah satu yang merangkum peningkatan pengelolaan likuiditas melalui SBN. Per Juni 2021, kepemilikan BRI di surat berharga menggapai Rp 255 triliun. Bahkan, trennya terus meningkat sampai September ini.

“Jika dibandingkan dengan Juni 2021, tren kepemilikan BRI atas SBN mengalami peningkatan terhadap bulan Agustus dan September 2021,” kata Aestika Oryza Gunarto Sekretaris Perusahaan BRI.

Dia menungkapkan, SBN merupakan cara yang alternatif bagi BRI untuk jalankan investasi dalam jangka waktu pendek dari likuiditasnya. Hal itu dikerjakan untuk memelihara realisasi NIM serta penghasilan non-bunga cocok tujuan BRI dan tetap memprioritaskan judi slot online penanganan risiko secara prudent. Hingga akhir tahun, BRI memproyeksikan kepemilikannya di SBN masih dapat naik bersamaan dengan likuiditas bank yang cukup besar. Aestika bilang, penempatan itu dapat jadi penyeimbang perkembangan kredit yang jadi membaik. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) termasuk memperkirakan penempatan dana di SBN dapat makin lama meningkat bersamaan dengan pertolongan likuiditas perseroan yang terlampau memadai.

“Peningkatan termasuk tentu dengan mempertimbangkan imbal hasil yang baik dan instrumen yang beresiko rendah,” kata Vera Eve Lim, Direktur Keuangan BCA. Per Juli 2021, kepemilikan BCA secara bank only di SBN menggapai Rp 207,2 triliun. Namun, posisi tersebut tercatat menurun jikalau dibandingkan dengan periode Maret 2021 sebesar Rp 208,9 triliun. BCA mencermati bahwa penempatan dana terhadap surat berharga merupakan anggota dari strategi perseroan menyeimbangkan pada kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat dan sekaligus membantu perekonomian nasional di tengah tantangan terkini. Baca juga: Anggaran PEN Naik, BI Ogah Ikut Danai SBN Lewat Pembelian Langsung Sementara PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan Bank Panin kelihatannya seperti mengalami penurunan penempatan dana di Surat Berharga Negara sampai Agustus dibanding posisi Juni.

BTN turun 10 persen dan Bank Panin turun Rp 1 triliun jadi kira-kira Rp 28 triliun-Rp 29 triliun. Penurunan kepemilikan BTN di SBN bersamaan dengan ekspansi kredit perseroan yang makin lama lancar. Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Utama BTN menjelaskan adanya kenaikan kredit perseroan di bulan Agustus menjadi Rp 2,7 triliun atau kenaikan sebanyak 1,04 persen dari bulan Juni.

“Per Agustus, kredit tumbuh 6 persen YoY. Peningkatan perkembangan kredit tersebut diperkirakan dapat berlanjut bersamaan dengan ada pelonggaran aktivitas masyarakat, naiknya vaksinasi dan bermacam impuls layaknya pelonggaran LTV serta insentif pajak,” kata Haru. Bagi BTN, kredit tentu masih merupakan mesin utama untuk mencetak pendapatan. Dengan minat penduduk untuk mengambil alih kredit ke depannya yang meningkat, perihal tersebut dapat berdampak terhadap penyesuaian posisi terhadap SBN. Herwidayatmo Presiden Direktur Bank Panin mengatakan, memperkirakan penempatan dana di SBN tidak dapat banyak beralih sampai akhir tahun. “Mungkin bisa turun jikalau harganya baik atau kredit udah jadi jalan,” pungkasnya.

Sumber https://money.kompas.com

BRI Dukung Keterkaitan Pembayaran Digital dan KPA TID Apartemen Serpong Garden

BRI, lewat Kantor Wilayah BRI Jakarta 1, bergabung dengan PT Hutama Anugrah Propertindo di dalam perihal layanan jasa dalam perbankan, dengan hubungan pembayaran digital dari BRI untuk kemudahan bertransaksi untuk tenan Apartemen Serpong Garden dan para penghuni.

Penandatanganan MOU Pemanfaatan Layanan Jasa dalam Perbankan ditunaikan di Tangerang, Senin (6/9/2021), ditandatangani oleh Wira Natapraja  selaku Chief Financial Officer PT Hutama Anugrah Propertindo, Wira Natapraja selaku Branch Manager BRI Pantai Indah Kapuk Vivin Yulia, serta disaksikan oleh Rudhy Sidartha sebagai Regional Chief Executive Officer BRI Jakarta 1 , bersama Hakil Halim  selaku Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo dan jajaran direksi.

Adapun pemakaian keterkaitan pembayaran digital, antara lain meliputi Smart Billing, yang mampu digunakan oleh developer/pengelola dan tenan untuk jalankan monitoring dan pembayaran layanan charge. Pemanfaatan kartu elektronik BRIZZI mampu dijadikan satu kartu (one card) untuk semua keuntungan seperti, kartu akses, metode pembayaran parkir dan pembayaran yang lainnya untuk jenis transportasi yang mengalami pembaruan pembayaran dengan cara digital, serta pemakaian Agen BRILink yang mampu dimanfaatkan oleh developer/pengelola dan tenan untuk beri tambahan sarana perbankan kepata penghuni apartemen.

Selain itu, BRI terhitung berkomitmen untuk beri tambahan perlindungan lain layaknya payroll, mesin ATM, EDC, Brilink, yang mampu digunakan konsumen/customer, tenan dan pengelola apartemen.

PT Hutama Anugrah Propertindo  dan BRI terhitung telah ditandatangani oleh nama program KPA Transfer Installment Developer (KPA TID) dan memberikan tanda tangan untuk Perjanjian Kerja Sama untuk  Pemasaran Proyek Apartemen Serpong Garden, dengan dimana BRI telah menyerahkan 500 offering letter kepada calon costumer unit Apartemen Serpong Garden.

Hakim Halim menyampaikan, pemakaian Program KPA TID punya tujuan untuk menaikkan penjualan dan beri tambahan keringanan pada costumer meraih judi slot hunian yang siap huni, dan bersinergi dengan moda transportasi kereta api. Dukungan BRI lainnya yang saling bersinergi, layaknya payrol, mesin ATM, EDC, Brilink, mampu digunakan konsumen/customer, tenan dan pengelola apartemen.

Selain itu, Direktur Marketing PT Hutama Anugrah Propertindo, Marco Iswara menyampaikan, Serpong Garden Apartment merupakan hunian modern yang berada di kawasan transportasi massal.

“Kami berkomitment membangun 5 tower cocok dengan master plan. Adapun product yang telah selesai dibangun dan di dalam masa serah menerima kepada costumer diharapkan mampu diselesaikan akhir tahun 2021, yakni Tower Bellarosa dan Tower Cattleya. Saat ini, kami sedang di dalam masa pembangunan Tower Diamanta, dengan jumlah unit kurang lebih 700. Tower Diamanta telah jalankan ground breaking sejak November 2019, dan kami telah melengkapi infrastruktur jalannya. Kami terhitung tawarkan banyak promo menarik lainnya bagi calon customer,” katanya.

“Ke depan, kami berharap kerja mirip antara Serpong Garden Apartment dengan BRI akan lebih erat kembali di dalam beri tambahan layanan kepada tenan, supaya memudahkan mereka jalankan aktifitas di lingkungan Serpong Garden Apartemen, dengan pakai jasa sarana yang diberikan oleh BRI. Kami terhitung berharap mampu menaikkan penjualan Serpong Garden Apartment  dan menaikkan KPA dengan BRI,” pungkas Hakim.

Bank BRI menolong penuh pemakaian komponen pembayaran digital dan pemasaran dengan KPA TID bagi kemudahan dan kelancaran transaski pengelola, penghuni, dan semua tenan Apartemen serpong Garden dan kerja mirip saling terus-menerus di dalam pemasaran KPA TID “Melalui product dan sarana yang optimal dan berkualitas, Bank BRI berkomitmen untuk menjadi one stop financial services bagi Serpong Garden Apartemen,” ujar Regional Chief Executive Officer BRI Jakarta 1, Rudhy Sidartha.

Sumber https://banten.suara.com

Dalam Promo HUT ke 23, Bank Mandiri Beri Tawaran KPR dengan Bunga 2.3 Persen Fixed hingga 3 Tahun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengupayakan meningkatkan akses informasi nasabah kepada program KPR. Kali ini, Bank Mandiri ulang menggelar pameran properti secara online melalui mandirifestiivalproperti.com.

Bank berlogo pita emas ini menggandeng lebih berasal dari 300 proyek properti dan e-commerce terpercaya yang tawarkan aneka pilihan aset properti paling baik di seluruh Indonesia.

Target berasal dari pameran online yang diadakan pada 1 Oktober hingga 31 Desember 2021 ini akan diakses oleh 2,5 Juta visitor.

Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) ulang menggelar pameran properti secara online bersama dengan membimbing lebih berasal dari 300 proyek properti dan e-commerce, serta menghadirkan promo menarik bagi penduduk sepanjang Oktober 2021. Acara yang bisa diakses melalui web site web site mandirifestivalproperti.com ini akan tawarkan promo pribadi hari ulang th. ke-23 Bank Mandiri, bersama dengan pilihan suku bunga KPR 2,3% fix 1 hingga 3 tahun. untuk nasabah dan developer pilihan.

Menurut EVP Consumer Loans Group Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo, di samping menjadi wujud inovasi trik pemasaran di jaman pandemi, Mandiri Festival Properti juga merupakan trik untuk memperluas penetrasi bisnis KPR Bank Mandiri.

“Di expo online ini kita juga tawarkan kemudahan sistem pembelian untuk Nasabah dan Masyarakat di dalam mencari hunian bersama dengan ragam penawaran program promosi yang menarik. Hal ini bersamaan bersama dengan visi kita untuk situs judi menjadi mitra finansial pilihan utama nasabah bersama dengan mengfungsikan perkembangan teknologi digital di dalam sistem bisnis,” kata Ignatius secara virtual pada Rabu (29/9).

Pada event ini, tambahnya, Bank Mandiri tawarkan promo pribadi HUT Bank Mandiri ke-23 bersama dengan pilihan suku bunga KPR 2,3% fix 1 hingga 3 th. untuk nasabah dan developer pilihan.

“Sebagai wujud apresiasi kepada nasabah dan rasa syukur perseroan di HUT ke-23 pada 2 Oktober nanti, kita inginkan tawarkan program KPR paling baik bagi seluruh nasabah perseroan, berbentuk bunga pribadi 2,3% sepanjang Oktober ini,” paparnya.

Menurut Ignatius, ajang ini juga akan menghadirkan alur webinar bersama dengan topik menarik seputar hunian dan product berasal dari Mandiri KPR itu sendiri.

Dia menambahkan, pelaksanaan event Mandiri Festival Properti ini juga dilatarbelakangi oleh permohonan untuk menggairahkan industri KPR nasional yang di dorong optimisme melihat daya membeli penduduk yang menunjukkan pergerakan positif biarpun tetap di dalam keadaan pandemi selagi ini.

“Setelah menyalurkan kurang lebih Rp 44 triliun hingga Juli 2021, kita menghendaki event ini bisa dimanfaatkan seoptimal bisa saja oleh penduduk untuk meraih aset properti paling baik serta mendorong perkembangan KPR Bank Mandiri menjadi positif di akhir th. nanti,” pungkas Ignatius.

EVP Consumer Loans Group Bank Mandiri, Ignatius Susatyo Wijoyo, menyebutkan Mandiri Festival Properti merupakan trik untuk memperluas penetrasi bisnis KPR perseroan, tak hanya menjadi wujud inovasi trik pemasaran di jaman pandemi Covid-19.

Dia memberi tambahan bahwa pameran daring ini, Bank Mandiri juga tawarkan kemudahan sistem pembelian bagi nasabah dan penduduk untuk mencari hunian bersama dengan bervariasi promosi.

“Sebagai wujud apresiasi kepada nasabah dan rasa syukur perseroan di HUT ke-23 pada 2 Oktober nanti, kita inginkan tawarkan program KPR paling baik bagi seluruh nasabah perseroan, berbentuk bunga pribadi 2,3 prosen sepanjang Oktober ini,” ujarnya pada Rabu (29/9/2021). Menurut Ignatius, ajang selanjutnya juga akan menghadirkan alur webinar bersama dengan topik seputar hunian dan product berasal dari Mandiri KPR.

Selain itu, lanjutnya, acara Mandiri Festival Properti dilatarbelakangi oleh permohonan untuk menggairahkan industri KPR nasional. Ini muncul berasal dari optimisme daya membeli penduduk yang menunjukan pergerakan positif, biarpun tetap di dalam keadaan pandemi.

Sumber :
https://keuangan.kontan.co.id
https://finansial.bisnis.com

BPJAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan Akan Membayar Manfaat JKP 2022

JKP sebagai agunan sosial yang dikasih ke karyawan/pekerja yang alami penghentian hubungan kerja (PHK). Program JKP memberinya tiga faedah untuk pesertanya, yaitu faedah berbentuk uang kontan, akses info pasar kerja, dan training kerja.

Penyiapan program JKP, kata Pram, sudah dilaksanakan semenjak Oktober 2020 sampai Juli 2021. Semenjak Agustus 2021 sampai sekarang ini, BPJS Ketenagakerjaan terus lakukan integratif data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Rekomposisi pungutan dari program Agunan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Agunan Kematian (JKM) untuk penerapan program JKP mulai dilaksanakan di bulan ini.

“Tingkatan ke-3 yang hendak kami persiapkan dan melakukan pada September 2021-Januari 2022, mempersiapkan dan membuat desain beberapa layanan program JKP yang terbagi dalam faedah uang kontan, training kerja, dan akses info pasar kerja yang nanti akan dibuat satu mekanisme yang mensinergikan dan memadukan ke-3 faedah itu dalam pola program JKP yang utuh,” kata Pram.

Dalam pada itu, Direktur Jenderal Pembimbingan Jalinan Industrial dan Agunan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Cantik Anggoro Putri menjelaskan jika peserta yang bisa ajukan claim JKP ialah peserta yang sudah penuhi periode iur sedikitnya 12 bulan di dalam 24 bulan dan sudah bayar pungutan paling singkat enam bulan beruntun.

Karena ada syarat periode iur 12 bulan yang diawali Februari 2021, karena itu faedah JKP bisa disodorkan sesudah peserta penuhi syarat periode iur.

“Di Februari 2022 peserta dapat ajukan claim. Dan untuk peserta yang ter-PHK saat sebelum mempunyai periode iur 12 bulan karena itu tidak bisa penuhi syarat untuk memperoleh JKP,” kata Cantik.

BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) kini sedang lakukan penyiapan untuk penerapan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

Sudah diketahui, pemerintahan sudah mengeluarkan UU Nomor 11 tahun 2020 mengenai Cipta Kerja, Ketentuan Pemerintahan (PP) nomor 37 tahun 2021 mengenai penyelenggaraan program agunan kehilangan tugas (JKP), dan Ketentuan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor tujuh tahun 2021 mengenai tata langkah registrasi peserta dan penerapan rekomposisi pungutan dalam program agunan kehilangan tugas (JKP).

Direktur Khusus BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, faksinya berperan serta aktif pada proses pengaturan peraturan liga365 turunan dari PP 37 tahun 2021 dengan kementerian berkaitan. PP itu hal tata langkah registrasi, rekomposisi pungutan, pemberian faedah dan pendanaan program.

BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan peraturan intern untuk memberikan dukungan penerapan program JKP. Selanjutnya, secara pararel menyiapkan materi pembelajaran dan cara bersosial bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan pihak yang terkait.

“Sesuai syarat kepesertaan JKP, BP Jamsostek bekerjasama menyiapkan integratif kepesertaan dan data dengan BPJS Kesehatan,” tutur Anggoro ke Kontan.co.id, Rabu (30/6).

Disamping itu, BPJS Ketenagakerjaan tengah menyiapkan kemampuan sumber daya intern dan peningkatan infrastruktur untuk memberikan dukungan penerapan program JKP seperti mekanisme Tehnologi Info.

Deputi Direktur Sektor Humas dan Antara Instansi BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menambah, faedah uang kontan dalam program JKP baru dapat diberi pada Februari tahun 2022.

Ini berdasar peraturan yang ada pada PP 37/2021. Pasal 19 PP 37/2021 mengatakan, faedah JKP bisa disodorkan sesudah peserta mempunyai periode iur sedikitnya 12 bulan di dalam 24 bulan dan sudah bayar pungutan paling singkat enam bulan beruntun pada BPJS Ketenagakerjaan saat sebelum terjadi penghentian hubungan kerja (PHK) atau pengakhiran jalinan kerja.

Utoh menjelaskan, penghitungan batasan minimum keaktifan peserta BPJS Ketenagakerjaan dihitung semenjak diedarkannya PP 37/2021 pada 2 Februari 2021. Maknanya, periode iur sedikitnya 12 bulan terhitung semenjak 2 Februari 2021 jatuh pada 2 Februari 2022.

Dengan begitu, bila ada karyawan yang disebut peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan terserang PHK saat sebelum Februari 2022, belum mendapatkan faedah uang kontan dalam program JKP.

“Karena berfungsinya PP 37/2021 mulai Februari 2021,” tutur Utoh.

Sebagai info, dalam pasal 21 PP 37/2021 mengatakan, faedah uang kontan diberi tiap bulan terbanyak enam bulan gaji dengan ketetapan seperti berikut :

a. Sejumlah 45 % dari gaji untuk 3 bulan awal, dan

b. Sejumlah 25 % dari gaji untuk tiga bulan selanjutnya

Gaji yang dipakai sebagai dasar pembayaran faedah uang kontan sebagai gaji paling akhir karyawan/pekerja yang disampaikan pebisnis ke BPJS Ketenagakerjaan dan tidak melewati batasan atas gaji yang diputuskan.

Batasan atas gaji untuk pertama kalinya diputuskan sejumlah Rp lima juta rupiah. Dalam soal gaji melewati batasan atas gaji karena itu gaji yang dipakai sebagai dasar pembayaran faedah uang kontan sebesar batasan atas gaji.

Sumber https://finansial.bisnis.com

Daftar Suku Bunga Deposito Terupdate BRI, BNI, Mandiri dan BCA

Deposito perbankan bakal digemari meskipun bunga deposito tetap menyusut. Berdasarkan data Bank Indonesia, simpanan berjangka tumbuh 1,5 persen secara tahun ke tahun terhadap Agustus 2021, menjadi Rp2.724,4 triliun. Dari segi suku bunga simpanan, kebanyakan tertimbang suku bunga simpanan berjangka mengalami penurunan terhadap nyaris seluruh tipe tenor.

Suku bunga simpanan berjangka tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan menurun, berasal dari tiap-tiap 3,42 persen, 3,56 persen, 3,91 persen, dan 4,59 persen terhadap Juli 2021 menjadi 3,34 persen, 3,5 persen, 3,83 persen, dan 4,42 persen terhadap Agustus 2021.

Sejumlah bank besar terhitung diketahui udah memangkas suku bunga deposito terhadap paruh kedua tahun ini. Berikut suku bunga deposito yang ditawarkan sejumlah bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.  1. Bank Mandiri (BMRI) PT Bank Mandiri ( Persero ) menetapkan suku bunga deposito terbaru yang berlaku sejak 20 September 2021. Suku bunga deposito rupiah bersama dengan nilai jasa dibayar bulanan dan waktu  ditetapkan sebesar 2,70 % setiap tahun.

Suku bunga itu berlaku untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan. Adapun suku bunga deposito untuk tenor 6 bulan dan 12 bulan tidak beralih berasal dari yang berlaku pada mulanya yakni 2,75 persen. 2. BRI Bank BRI tawarkan suku bunga deposito rupiah sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga selanjutnya berlaku untuk simpanan bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan. Sementara itu nilai jasa deposito ditetapkan sebesar 2,85% setiap tahun untuk simpanan bersama dengan jangka waktu 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan. 3. BCA Bank BCA menetapkan jasa nilai deposito rupiah di level 2,68 % setiap tahun. Suku bunga selanjutnya berlaku untuk seluruh tier simpanan dan tenor.

Suku bunga deposito terbaru berlaku efektif jadi 16 September 2021. Besaran suku bunga ini menurun 12 basis poin berasal dari bunga deposito yang berlaku sejak 19 Juli 2021 sebesar 2,80 persen. 4. BNI BNI terhitung melaksanakan penyesuaian suku bunga deposito, khususnya untuk tenor 1 dan 3 bulan, terhadap pertengahan Agustus kemarin. Suku bunga simpanan agen judi slot berjangka di dalam wujud rupiah untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan dipatok sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga ini berlaku efektif jadi 16 Agustus 2021. Besaran suku bunga itu menurun 10 basis poin berasal dari pada mulanya sebesar 2,85 persen yang berlaku jadi 13 April 2021. Adapun, suku bunga deposito untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tetap dipatok 2,85 % atau tidak beralih berasal dari yang berlaku sebelumnya.

Tren penurunan suku bunga deposito mata uang rupiah di perbankan tetap tetap berlajut. Penyesuaian nilai jasa deposito udah digambarkan LPS ( Lembaga Penjamin Simpanan ) di dalam laporan indikator likuiditas terhadap Agustus 2021. LPS memberikan gambar gambar jasa atau nilai simpanan diprediksikan tetap akan berlanjut bersama dengan pergerakan terbatas masuk ke dalam kuartal III/2021, bersamaan bersama dengan situasi likuiditas yang longgar. Langkah anjloknya nilai jasa simpanan bakal tetap dilupakan oleh perbankan di dalam rangka menjaga spread net interest margin supaya bank mampu melakukan perbaikan segi profitabilitas. Bagi kamu yang dambakan menaruh dan uang di deposito perbankan, ada baiknya  mengintai nilai bunga yang diberikan oleh 4 nama bank besar, yakni Mandiri, Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Berikut rinciannya:

BCA

Bank BCA  ( Bank Central Asia ) sangat aktif memotong jasa bunga deposito rupiah dari semua bank besar lainnya. Selama periode September 2021, perseroan udah melaksanakan penyesuaian bunga deposito sebanyak dua kali. Berdasarkan beranda resminya, BCA menentukan nilai jasa deposito terbaru sebesar 2,68% setiap tahun yang berlaku untuk semua tenor dan simpanan. Suku bunga deposito selanjutnya berlaku efektif 16 September 2021.

Mata Uang Suku Bunga (%pa) / Jangka Waktu (bulan)
1 3 6 12
IDR < 2M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 2M – < 5M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 5M – < 10M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 10M – < 25M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 25M – < 100M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 100M 2,68 2,68 2,68 2,68

Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. kembali melaksanakan penyesuaian suku bunga deposito, yang jadi berlaku terhadap Senin (20/9/2021). Dikutip berasal dari web site formal perseroan terhadap Minggu (19/9/2021), suku bunga deposito rupiah bersama dengan bunga dibayar setiap bulannya dan jatuh tempo untuk jangka waktu 1 bulan dan 3 bulan ditetapkan sebesar 2,70 %, turun 5 basis poin berasal dari sebelumnya, yakni 2,75 persen. Sementara itu, untuk tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tidak mengalami pergantian atau bertahan di angka 2,75 %. Sebelumnya, terhadap Agustus 2021, Bank Mandiri menetapkan nilai jasa deposito rupiah bersama dengan pembayaran bunga bulanan dan jatuh waktu ditetapkan sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga ini berlaku untuk seluruh nominal dan tenor. Besaran suku bunga selanjutnya tercatat menurun 10 basis poin berasal dari pada mulanya sebesar 2,85 persen, yang berlaku jadi 25 Maret 2021.

Tier Tenor (bulan)*
1 3 6 12 24
< Rp 100 Juta 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 100 Juta s.d. < 1 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 1 M s.d. < 2 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 2 M s.d. < 5 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 5 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75

BNI

Dikutip berasal dari web site formal perseroan, suku bunga simpanan berjangka di dalam wujud rupiah untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan dipatok sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga BNI ini berlaku efektif jadi 16 Agustus 2021. Besaran suku bunga itu menurun 10 basis poin berasal dari pada mulanya sebesar 2,85% yang berlaku jadi 13 April 2021. Adapun suku bunga deposito untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tetap dipatok 2,85 persen atau tidak beralih berasal dari yang berlaku sebelumnya.

Rupiah 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan 24 Bulan
< Rp 100 Juta 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 100 Juta – < Rp 1 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 1 Miliar – < Rp 5 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 5 Miliar – < Rp 50 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 50 Miliar – ≤ Rp 100 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
> Rp 100 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%

BRI

Bank BRI tawarkan suku bunga deposito rupiah sebesar 2,90 % setiap tahun. Namun, nilai jasa sebanyak 2,90 % setiap tahun ini berlaku untuk simpanan berjangka waktu 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan. Sementara, untuk deposito mata uang rupiah berjangka 1 dan 3 bulan dipatok bunga sebesar 2,75 % setiap tahun.

Nominal 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan 24 Bulan 36 Bulan
<Rp100 juta 2,75% 2,75% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9%
Rp100 juta-<Rp2 miliar 2,75% 2,75% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9%
>Rp2 miliar 2,75% 2,75% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9%

Sumber https://finansial.bisnis.com/

Hampir 60 Persen Nasabah Bank di Asia Pasifik Tertarik Pindah ke Neobank

Lanskap industri perbankan di kawasan Asia Pasifik (APAC) akan sedikit goyah oleh pemain baru yang ternyata banyak diminati masyarakat, yakni mereka yang mengutamakan dirinya sebagai ecosystem-based digital bank atau bank digital.

Hal ini diungkap McKinsey’s Personal Financial Services (PFS) Survey terhadap 20.000 nasabah perbankan negara APAC termasuk Mainland China, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam sebagai wakil negara berkembang, dan juga Australia, Hong Kong SAR, Jepang, New Zealand, Singapora, Korea Selatan, dan Taiwan sebagai wakil berasal dari negara maju. Survei menyebut bahwa bank digital berbasis ekosistem tertentu, yang notabene termasuk sebagai low-cost digital-only banks, mampu menarik hati nasabah berasal dari sisi relevansi fasilitas terhadap aktivitas keseharian. Alhasil, fasilitas berasal dari model bank ini dilirik, baik sebagai lembaga keuangan utama maupun sampingan.

“Sekitar 60 persen kastemer di seluruh Asia-Pasifik yang mengatakan pertimbangkan secara pasti [yes] atau tetap pertimbangkan [maybe], untuk beralih ke direct-bank atau fasilitas perbankan digital berbasis ekosistem,” ungkap tim riset, dikutip Bisnis, Sabtu (25/9/2021). Secara spesifik, nasabah di negara berkembang yang menjawab akan pertimbangkan betul untuk beralih ke bank digital menggapai 17 persen, selagi 47 persen tetap menjawab mungkin, dan 36 persen menjawab belum mempertimbangkan. Sementara untuk nasabah di negara maju, yang menjawab akan pertimbangkan betul hanya 12 persen, selagi 50 persen tetap menjawab mungkin, dan 37 persen menjawab belum mempertimbangkan. Salah satu dampak yang terhubung mata nasabah ternyata tak terlepas berasal dari suasana pandemi Covid-19, yang secara tidak segera membiasakan penduduk pakai transaksi digital, termasuk jalinan bersama teknologi finansial (tekfin/fintech) dan dompet digital (e-wallet). “Terutama di kalangan emerging market di APAC, penetrasi fintech apps dan e-wallet mampu menggapai 54 persen di 2021 berasal dari pada mulanya hanya 38 persen di 2017.

Sementara negara maju APAC, penetrasi inovasi keuangan digital stagnan di 43 persen,” tambahnya. Faktor ini telah pasti ikut mendorong kapasitas nasabah yang jadi user aktif fasilitas mobile banking di APAC, berasal dari 65 % terhadap 2017 jadi 88 persen terhadap 2021. Negara yang maju APAC memberikan besar sebab terhadap 2017 hanya 55 persen nasabah slot online terpercaya yang melek fasilitas digitalisasi perbankan. McKinsey’s mengungkap aspek lain yang jadi ketertarikan nasabah bank, terlebih kaum muda, untuk beralih ke lembaga keuangan bersama fasilitas digital mutakhir, yakni kekuatan menawarkan artificial-intelligence dan machine-learning untuk pengelolaan keuangan, wealth management atau robo-advisory.

Laporan mencontohkan keliru satu buktinya berasal berasal dari fintech digital advisory di Indonesia, PT Bibit.id atau Tumbuh Bersama yang laksanakan pendekatan teknologi secara otomatis tersebut untuk menarik minat kalangan muda di dalam investasi. “Bibit tampak mampu menarik milenial dan investor baru [first time] bersama digital tool yang menunjang user membangun portofolio investasi yang bersamaan bersama tujuan dan risiko. Serupa, tersedia pula StashAway, yang beroperasi di Singapore, Malaysia dan Hong Kong, dan Endowus di Singapura,” ungkap laporan tersebut. Robo-advisory termasuk memiliki potensi merangsang ketertarikan bisnis kecil dan menengah yang baru mengenal fasilitas digital untuk berikan kelancaran bagi usahanya. Oleh sebab itu, bagi bank dan wealth management petahana fintech di sektor ini mampu jadi penantang besar untuk keliru satu lini bisnisnya di sektor investasi.

Namun, para fintech inovator ini termasuk mampu jadi kandidat kuat perbankan di dalam hal cooperation through ecosystem, partisipasi layanan, strategic partnership, atau akuisisi. Pasalnya, berasal dari hasil survei berkaitan ketertarikan nasabah terhadap fasilitas keuangan digital dibandingkan realisasi sales fasilitas tersebut berasal dari kanal, keperluan transaksi investasi jadi keliru satu yang gap-nya paling rendah. Tepatnya, berasal dari ketertarikan 66 persen responden, realisasinya lewat platform digital udah menggapai 36 persen.

Layanan kartu kredit jadi keliru satu yang paling gawat sebab bersama minat 75 persen berasal dari keseluruhan responden, realisasi penjualannya hanya 27 persen. Kemudian, Personal loan berasal dari minat 63 persen, realisasinya hanya 28 persen. Terakhir, asuransi termasuk rendah sebab berasal dari minat 66 persen responden, realisasi sales via platform digital hanya 17 persen. “Artinya, kompetisi pemenuhan fasilitas keuangan akan diramaikan oleh tiga model pemain.” Pertama, incumbent lembaga keuangan konvensional yang mampu memberi tambahan fasilitas dan produk yang inovatif. Kedua, ecosystem-based companies, baik yang udah well-established maupun new entrants. Terakhir, para bank digital-only yang berupaya mengambil alih segmen fasilitas yang belum tergarap oleh bank konvensional

Penyaluran Kredit Bank Masih Kecil, Sri Mulyani Menilai Kenaikan Ekonomi Belum Stabil

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyoroti perkembangan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy) terhadap kuartal II 2021. Menurutnya, pencapaian itu belum menampilkan ekonomi nasional yang sudah semuanya pulih, keliru satu indikatornya karena penyedia kredit perbankan yang tetap terhambat.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah mengerahkan beragam upaya luar biasa sehingga perkembangan ekonomi kuartal II 2021 menggapai hasil positif. Namun, ia selamanya mewaspadai adanya kejutan dari penyebaran pandemi Covid-19.

“Tentu ini tetap merupakan suatu sistem yang wajib tetap dikawal secara benar-benar detail dan hati-hati. Karena pandemi Covid-19 tetap belum berakhir,” ujar Sri Mulyani dalam seremoni MoU virtual yang digelar Bank Syariah Indonesia, Rabu (22/9/2021).

Dalam hal ini, ia perhatikan pemulihan ekonomi dapat terjadi misalnya sektor perbankan jadi mobilisasi manfaat intermediasi. Itu dapat terwujud jika situs judi online perbankan telah dapat menerima banyak simpanan dari masyarakat, dan sesudah itu disalurkan untuk kesibukan produktif yang jadi penggerak roda perekonomian.

“Untuk bidang ini kami sebenarnya belum menyaksikan pemulihan yang benar-benar kuat. Kredit perbankan terhadap Juli 2021 ini baru tumbuh 0,5 persen. Ini tentu tetap benar-benar kecil dibandingkan perkembangan ekonomi di kuartal ke dua yang telah menggapai 7,07 persen,” ungkapnya.

“Dan termasuk dibandingkan situasi pre-covid dimana kredit dapat tumbuh di atas 7 persen. Bahkan di masa lantas dapat menggapai double digit growth,” sebut Sri Mulyani.

Di sisi lain, dia termasuk menyaksikan tren dana pihak ketiga (DPK) yang disimpan di perbankan tiap tiap tahunnya kerap tumbuh double digit. Pada Juli 2021, itu telah jadi tumbuh sebesar 10,43 persen.

Sri Mulyani sesudah itu menyimpulkan, perbankan telah dalam situasi likuiditas yang baik bersama dengan adanya penempatan dana dari masyarakat. Namun perbankan disinggungnya belum laksanakan penyaluran dalam kegiatan-kegiatan produktif.

“Ini yang dapat jadi satu PR bagi kami untuk bersama bersama dengan sektor keuangan, tentu bersama dengan Bank Indonesia, OJK, LPS dapat mengawal, di satu sisi merawat stabilitas sistem keuangan, namun di sisi lain mendorong sehingga sektor keuangan ini tetap bergerak dalam mendukung dan memulihkan ekonomi,” tandasnya.

“Pertumbuhan ekonomi secara nasional tercatat 5,17 persen, namun dicermati dari profil pertumbuhan, sebenarnya tidak memadai merata,” kata Sri Mulyani, dikutip dari Antara, Rabu (12/12).

Sri Mulyani menyebut sebenarnya ada lokasi yang pertumbuhannya memadai tinggi menggapai 6 persen, layaknya Sulawesi. Namun, keikutsertaannya tidak sangat besar terhadap perekonomian nasional.

Keikutsertaan paling besar dalam perkembangan ekonomi tetap datang dari Pulau Jawa yang menggapai 5,7 persen. Berdasarkan information BPS terhadap kuartal 3 tahun 2018, perkembangan ekonomi Sulawesi menggapai 6,77 persen, Papua dan Maluku sebanyak 6,87 persen, dan Jawa sebesar 5,74 persen. Sedangkan Sumatera sebanyak 4,72 prosen dan Kalimantan sebanyak 3,45 persen. Nusa Tenggara dan Bali bahkan terkontraksi 0,65 persen.

Guna merawat tingkat perkembangan ekonomi, menurut dia, terdapat sejumlah situasi yang wajib dijaga, layaknya sektor riil, kebijakan moneter, APBN, dan juga neraca pembayaran.

“Konsumsi tumbuh 5,1% hingga 5,3%, sesuatu yang benar-benar memadai memadai berat dicapai karena kami sadar mengonsumsi terkait Covid-19 jika covid terkendali, dan vaksinasi sukses, tentu demand dan mengonsumsi dapat kembali lagi,” kata Menkeu dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi XI, Rabu (2/6).

Bahkan, Sri Mulyani tidak memungkiri proyeksi mengonsumsi rumah tangga terhadap 2022 berpotensi meleset, misalnya faktor pengendalian covid-19 tak terkendali. Alasannya, pengendalian pandemi tidak semuanya berada di bawah pemeriksaan pemerintah.

Sumber https://www.liputan6.com

Sebelum jualan secara digital, ada 3 Wejangan OJK untuk Bank dan Asuransi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan tersedia tiga hal penting yang kudu dilakukan industri perbankan dan asuransi sebelum saat mengadopsi digitalisasi atau Information Technology (IT). Seperti diketahui, digitalisasi sendiri sementara ini menjadi keharusan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2A OJK, Ahmad Nasrullah menyebutkan, pertama, pelaku usaha kudu perhatikan risiko operasional dalam pemakaian IT. Dalam pemakaian digital pelaku usaha kudu perhatikan bahwa IT-nya cukup handal.

“Kita baru saja menerbitkan Peraturan OJK (POJK) berkenaan manajemen risiko IT, tolong benar-benar dipelajari, dipahami dan dilaksanakan. Insya Allah terkecuali dilakukan itu risiko operasional sanggup ditekan seminimal mungkin,” ujar Ahmad di Jakarta, Senin (13/9).

Hal kedua yang kudu diperhatikan ialah mengenai cyber crime. Dia meminta, pelaku usaha kudu menegaskan keandalan liga365 sistem yang dipakai agar tidak sanggup dihack, disusupi atau apalagi menjadi fasilitas aktivitas tindak pidana.

“Kami mengharapkan sungguh-sungguh sistem IT yang didevelop sanggup sekecil mungkin mencegah potensi cyber crime,” tuturnya.

Kemudian yang terakhir dan paling penting yakni kerahasiaan data. Menurut Ahmad Nasrullah, ini benar-benar penting, jangan sampai kami fokus pada penjualan, kerjasama bancassurance, dan usaha kami lainnya namun kami lalai pada hal ini.

“Karena ini implikasinya beresiko sekali bukan cuma kami namun terhitung pada industri. Kalau data kami sanggup tembus kemana-mana itu tidak cuma mengakibatkan kerusakan reputasi perusahaan asuransi namun terhitung industri secara keseluruhan,” menyadari dia.

Sementara itu, mengenai kerja serupa industri perbankan dan asuransi atau bancassurance, dia membeberkan dua hal yang kudu menjadi perhatian yakni desain product dan tenaga pemasar.

“Pertama, desain product sesuai, target pasarnya seperti apa. Jangan nanti produknya yang sifatnya lazim sanggup dijual kemana saja padahal kami menyadari segmen ini dijual lewat jalur bancassurance,” jelasnya.

Selanjutnya mengenai tenaga pemasarnya. Ahmad Nasrullah meminta pelaku industri edukatif dengan baik dan benar tenaga pemasarnya. Mereka kudu mengatakan sedetail dan setransparan mungkin product yang senang dijual baik berlebihan dan risikonya.

“Karena dari pengaduan-pengaduan yang masuk ke kami khususnya mengenai bancassurance itu hampir sebagian besar mereka katakan tidak dijelaskan secara detail. Yang dijelaskan yang baik-baik saja, yang menjadi kasus pokok dan dispute mereka tidak dijelaskan. Jadi tolong beri informasi yang detail. kami di OJK tersedia unit market conduct, disinilah kami menyaksikan tabiat dari para agen dalam menjajakan product asuransi ke nasabah dikarenakan sebagian kasus besar awal awalannya disini,” tutur dia.

Terkait hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan tiga hal penting yang kudu dilakukan industri perbankan dan asuransi sebelum saat mengadopsi digitalisasi atau Information Technology (IT).

Menurut Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah, ketiga hal berikut adalah, pelaku usaha kudu perhatikan risiko operasional dalam pemakaian IT. Dalam pemakaian digital pelaku usaha kudu perhatikan bahwa IT-nya cukup handal.

“Kita baru saja menerbitkan Peraturan OJK (POJK) berkenaan manajemen risiko IT, tolong benar-benar dipelajari, dipahami dan dilaksanakan. Insya Allah terkecuali dilakukan itu risiko operasional sanggup ditekan seminimal mungkin,” ujar Ahmad Nasrullah dalam webinar Warta Ekonomi bertajuk Collaboratin Digital Banking & Insurance – Synergizing To Survive During & Covid 19 di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Hal kedua yang kudu diperhatikan, kata Ahmad Nasrullah, yakni mengenai cyber crime. Ia meminta, pelaku usaha kudu menegaskan kehandalan sistem yang dipakai agar tidak sanggup dihack, disusupi atau apalagi menjadi fasilitas aktivitas tindak pidana. “Kami mengharapkan sungguh-sungguh sistem IT yang didevelop sanggup sekecil mungkin mencegah potensi cyber crime,” katanya.