Bank Banten Bahas Strategi Digital

Agus Syabarrudin  selaku Direktur Utama Bank Banten mengatakan bahwa kerja sama antara Bank Banten dengan FDS adalah suatu inisiatif di dalam menggerakkan transformasi buat memenuhi keperluan nasabah dan calon nasabah yang bakal gunakan jasa dan layanan Bank Banten. “Di Bank Banten, kami berupaya untuk memenuhi keperluan layanan finansial nasabah. Kami jalankan transformasi untuk sediakan product dan layanan keuangan dan juga mengoptimalkan layanan ke nasabah-nasabah. Kami yakin bahwa, kerja serupa dengan FDS bakal memperoleh nilai lebih [added value] bagi perusahaan,” kata Agus terhadap Jumat (17/9/2021) Agus pun memberikan dengan mempersiapkan pondasi didalam pelaksanaan transformasi dan juga implementasi solusi layanan keuangan yang flexible dan scalable berbasis teknologi.

“Kami memiliki tujuan untuk menegaskan inklusi keuangan yang lebih besar di tempat Banten dan menjadikan Bank Banten lebih berdaya saing tinggi layaknya bank terhadap biasanya di masa yang bakal datang,” jadi Agus. Direktur Utama FDS Sutjahyo Budiman mengatakan bahwa selain transformasi, kerja serupa pada pelaku UMKM dan Bank Banten merupakan poin perlu untuk pengembangan ekosistem keuangan di tempat Banten.

Transformasi di institusi keuangan merupakan kunci keberhasilan untuk menggerakkan langkah ini, agar Bank Banten mampu mewujudkan misinya untuk menambah perekonomi daerah. FDS gunakan AWS untuk penerapan sistem transformasi di Bank Banten. “Sebagai platform yang agen judi slot komprehensif dan diadopsi secara luas di dunia, AWS sediakan layanan yang memungkinkan perusahaan jasa keuangan untuk mempercepat sistem obyek transformasi,” ujar Sutjahyo. Country Manager AWS Indonesia Gunawan Susanto mengatakan AWS sediakan layanan kepada institusi keuangan, perbankan, pembayaran, pasar modal dan asuransi, dengan infrastruktur dan layanan yang safe dan tangguh yang dibutuhkan oleh industri ini, untuk membedakan mereka hari ini dan beradaptasi dengan keperluan yang bakal datang.

“Kami bangga mampu bekerja serupa dengan FDS dan juga membantu Bank Banten didalam menggerakkan sistem untuk memodernisasi infrastrukturnya, memenuhi pergantian tabiat dan permohonan nasabah, dan mendorong pertumbuhan bisnis di Banten dan sekitarnya”, kata Gunawan. Bank Banten mengerti pentingnya transformasi di tiap tiap lini bank, untuk itu mengapa perseroan mengawali pondasi transformasi sejak pas ini. Hal ini dibutuhkan untuk memenuhi keperluan nasabah di masa bakal berkunjung yang bakal terus berubah dan dikehendaki mampu menambah citra positif Bank Banten sebagai instansi keuangan yang berwawasan ke depan.

Selanjutnya, Agus lagi menegaskan pentingnya akselerasi transformasi digital Bank Banten terhadap kesempatan Talkshow Jawara TV Kominfo Provinsi Banten yang dipandu segera Kepala Dinas Kominfo Banten Eneng Nurcahyati dengan Guru Besar Akuntansi Untirta Prof. Dr. Tubagus Ismail selaku narasumber. Pada kedua kesempatan terpisah tersebut, Agus memaparkan langkah jitu perseroan untuk mengawal strategic turnaround Bank Banten yang keliru satunya melalui rekayasa lagi sistem bisnis dengan gunakan pertumbuhan teknologi.

“Saat pandemi Covid-19, keperluan terhadap layanan digital jadi meningkat. Oleh karena itu, suatu badan hukum memerlukan suatu elemen teknologi informasi untuk membantu kekuatan persaingan dan memenuhi keperluan nasabah. Pada tahun 2021, focus suatu badan hukum di jalur teknologi informasi adalah menguatkan kapabilitas komunitas terhadap perbankan digital dan sistem pembayaran yang utuh,” ungkap Agus.

“Adapun inisiatif yang tengah ditunaikan pada lain adalah pengembangan aplikasi dan infrastruktur teknologi informasi untuk membantu peningkatan mutu layanan perbankan secara menyeluruh dan berkelanjutan; melengkapi kebijakan dan prosedur untuk membantu peningkatan mutu tata kelola perusahaan yang baik, terutama di bidang TI mengembangkan dan membantu penguatan sistem pembayaran, baik dari segi keamanan dan kelancaran, dan juga sistem pelaporan dan administrasi jasanya,” pungkas Agus.

Kemendagri Sampaikan Kas Pemerintah Daerah di Perbankan Sudah Dipersiapkan

Kemendagri ( Kementerian Dalam Negeri ) lewat Dirjen ( Direktorat Jenderal ) Bina Keuangan Daerah (Keuda) melangsungkan percakapan online untuk memangkas duit kas pemerintah setempat yang ada di perbankan. Percakapan tersebut diantara Mochamad Ardian Noervianto selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuda Kementerian Dalam Negeri, dengan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Percakapan bertema “Membedah Uang Kas Pemda di Perbankan” tersebut, digelar secara virtual, Kamis (16/9/2021).

“Tapi pada tgl 1 bulan September 2021 duit keluar, duit kas selanjutnya bakal menyusut untuk membantu pengeluaran Pemda setiap bulannya untuk membeli teratur dan mengikat sejumlah, Rp. 42,76T yang terdiri atas gaji dan tunjangan, membeli operasional (Telepon, Air, Listrik, Internet), serta membeli tentang pelayanan publik juga untuk pengeluaran bersifat mendesak yang tidak mampu diprediksi sebelumnya” ujar Ardian.

“Pemda sebetulnya miliki kecenderungan ibaratnya sediakan sejumlah duit untuk mempersiapkan pembayaran gaji ASN-nya, honorernya di satu sampai dua bulan ke depan untuk spare, namun itu bukan sengaja untuk melacak bunga, sekali ulang bukan” katanya.

Hal ini sesuai bersama dengan apa yang diungkapkan oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dan Bima Arya selaku Walikota Bogor di dalam slot online terpercaya waktu percakapan online yang dimaksud. Bahwa Uang Kas Pemerintah Daerah di Perbankan sudah dipersiapkan cocok peruntukannya dan bakal dipergunakan pas pembayaran realisasikan.

Ganjar menjelaskan, alasan mengapa tersedia duit tempat yang mengendap di perbankan. Menurutnya, terhadap awal tahun anggaran terhadap RKUD sudah terdapat saldo mengendap bersifat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun anggaran sebelumnya. Selain itu, tiap-tiap hari penghasilan tempat masuk ke RKUD supaya menaikkan saldo. Di lain sisi, duit yang sudah masuk ke RKUD tidak mampu segera digunakan untuk melakukan pembayaran belanja.

Pasalnya, pelaksanaan program memerlukan sistem dan jangka waktu. Ini cocok bersama dengan Undang- Undang Pembendaharaan Negara terhadap Pasal 21 yang membunyikan, bahwa pembayaran atas beban APBN/APBD tidak dapat diperbuat sebelum barang dan/atau jasa diterima. Selain itu, pembayaran yang mampu dilakukan mendahului prestasi cuma untuk pembayaran duit muka. “Tapi apakah kemudian kami melacak bunga? Enggak mirip sekali,” jelas Ganjar.

Senada bersama dengan Ganjar, Wali Kota Bogor Bima Arya juga mengatakan, tiap-tiap tempat miliki kas yang disimpan di perbankan. Kas selanjutnya untuk menyimpan seluruh penerimaan daerah, dan membayar seluruh pengeluaran daerah. Bima juga menyinggung beraneka faktor yang membawa dampak terdapatnya pengendapan kas tempat di perbankan, keliru satunya sebab miliki SILPA.

“Di Kota Bogor, kami tidak melakukan penyimpanan uang, apalagi untuk memperoleh keuntungan bunga, itu tidak,” jelasnya.

Dia menjelaskan, seumpama pas ini tetap tersedia saldo di perbankan, maka itu bakal digunakan untuk membayar kegiatan terhadap periode akhir tahun ini. Sedangkan Saldo terhadap akhir tahun, bakal dihitung sebagai SiLPA 2022 yang bakal digunakan untuk membiayai kegiatan yang bersifat perlu dan mengikat, layaknya gaji ASN, pembayaran listrik, pengelolaan sampah, dan sebagainya.

Namun, setidaknya Kemendagri merangkum 3 (tiga) model pemungutan yang meningkat, yaitu pemungutan membeli kesehatan, pemungutan pelayanan pemakaman, dan pemungutan pengendalian menara telekomunikasi. Namun demikian, hamper semua bidang PAD lainnya terdampak penurunan, seperti perhotelan dan restoran.

Kondisi layaknya ini diperparah bersama dengan terdapatnya dana transfer pusat yang ikut terkoreksi akibat refocusing dan ketidakpastian realisasi penghasilan tempat yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Begitu penghasilan Pemda terkontraksi, mereka berpikir bagaimana bayar listrik, pelayanan publik, pendidikan dan lain sebagainya, jadi tersedia terkesan pemda menyimpan uang. (Padahal) itu sudah tersedia peruntukannya, tinggal momentum kapan dibayarkan,” tuturnya.

“Sebagai contoh, alokasi membeli modal Pemda di dalam APBD sejumlah 192.32 T atau 15,91 prosen dari total membeli tempat Provinsi dan Kabupaten/Kota, pembayaran atas membeli modal dimaksud miliki tahapan pembayaran cocok kontrak, jadi tidak mampu segera digelondongkan di depan” tegasnya.

“Pada pas pemda butuh, apalagi hari ini sekalipun segera kontek ‘kembalikan uangnya, berkenan kami bayar,’ itu mampu segera dicairkan. Jadi deposito atau di perbankan itu di dalam rangka manajemen kas,” tandasnya.

Prospek Bank BUMN di Tengah Penyampaian Kredit yang Belum Maksimal

Prospek saham dari bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti BTN, BRI, BNI, dan Bank Mandiri bakal terpengaruh oleh sentimen dari penyaluran kredit yang sejauh ini belum perlihatkan progres signifikan. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menyatakan bahwa walau pada kuartal II/2021 perkembangan kredit positif, tapi besarannya tetap belum sepadan bersama dengan perkembangan PDB di periode tersebut. “Apalagi bersama dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan penduduk [PPKM] di kuartal III/2021, membawa dampak tren positif kredit di kuartal II tidak bakal berlanjut,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/9/2021). Menurutnya, hingga bersama sampai pada semester I/2021, perkembangan bottom line terlalu baik walaupun performa tersebut banyak diperjuangkan dari suatu manfaat yang dilakukan. Adapun, dari sisi penghasilan bisnis inti tetap belum memberi tambahan perkembangan signifikan.

“Secara performa top line penghasilan bunga bank BUKU 4 di semester I/2021 tetap flat -0,04 prosen secara tahunan, sementara laba bersih tumbuh 19 persen,” kata Alfred. Dia memberi tambahan bahwa perihal lain yang jadi perhatian adalah bersiap siaga peningkatan risiko kredit yang memiliki masalah atau non-performing loan (NPL), yang sementara ini tetap mengalami kenaikan, yakni per Juli 2021 sebesar 3,35 persen, sedang Maret 2020 sebesar 2,77 persen. “Kondisi ini tentu mengindikasikan penyaluran kredit perbankan tetap loyo karena antisipasi kenaikan NPL ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan merangkum peningkatan kredit perbankan pada akhir bulan Agustus 2021 meningkat di angka 0,55% Year over Year.

Jika dibandingkan bersama dengan akhir th. atau secara year to date (ytd), maka kredit perbankan naik sebesar 1,5 persen. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh penyaluran kredit UMKM dan kredit bisnis rakyat atau KUR. Wimboh Santoso selaku sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan walau secara tahunan dan ytd penyaluran kredit tumbuh pada bulan lalu, tapi jikalau dibandingkan bersama dengan bulan sebelumnya atau month to month (mom) berjalan kontraksi sebesar 0,32 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya masalah Covid-19 di Indonesia dan diterapkannya judi slot online Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Juli dan Agustus. “Kami selamanya percaya bersama dengan dibukanya mobilitas, penyaluran kredit perbankan bakal lebih bagus lagi,” ujar Wimboh di dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (15/9/2021) Wimboh menyatakan hingga bersama dengan Juli 2021, perbankan memberikan kredit sebesar Rp1.439 triliun. Namun, pada sementara yang mirip pelunasan dan pembayaran kredit juga meraih Rp1.332 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo menyatakan rasio kredit punya masalah (non-performing loan/NPL) perbankan tetap perlihatkan peningkatan. Rasio NPL naik pada April jadi 3,18 persen, dari 3,13 prosen pada Maret 2021 dan 2,89 prosen pada April 2020. Empat bank besar nasional tetap kelihatan dalam mendorong kenaikan pencadangan setelah berakhirnya sesi pertama peraturan relaksasi restrukturisasi pinjaman Otoritas Jasa Keuangan pada bulan Maret.

“Dengan perkiraan NPL yang lebih tinggi, kita mungkin bakal memandang penyisihan kerugian pinjaman sambungan pada kuartal II/2021,” katanya riset yang dikutip pada Kamis (10/6/2021).

Dia meneruskan dari empat bank di bawah jangkauannya, cuma BBCA yang melaporkan kenaikan laba bersih bank only, sebesar 8 % year over year, yang didukung oleh pergantian akuntansi pada opex-nya. Laba bersih BBRI pun tercatat flat, sedang laba bersih BMRI dan BBNI masing-masing turun 25 prosen dan 28 prosen YoY. Pendapatan bunga bersih tetap kuat, terlebih didorong oleh ongkos dana yang lebih rendah, agar mengimbangi efek negatif dari perkembangan kredit yang lemah dan penghasilan bunga yang ditangguhkan dari pinjaman yang direstrukturisasi.

Bank Permata (BNLI) Yakin Penyaluran Kredit Akhir Tahun Lebih Cemerlang

PT Bank Permata Tbk.  (BNLI) yakin penyampaian kredit terhadap kuartal 4/2021 dapat lebih baik daripada  kuartal 3. Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menjelaskan dengan adanya PPKM Level 4, secara tidak segera berdampak terhadap usaha SME atau UMKM Bank Permata. Permintaan terhadap utang terhadap kredit UMKM pun mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 mulai. “Karna usaha belum bergerak prima layaknya suasana sebelumnya, jadi keinginan investasi ataupun keperluan modal kerja untuk menjamin perputaran usaha itu masih lumayan lemah dan lambat.

Mariah pun menjelaskan terhadap kuartal II/2021 sebelum adanya PPKM diimplementasikan, Bank Permata lihat tersedia tanda-tanda lebih positif. Jika dilihat dalam keinginan utang di SME terhadap kuartal II meningkat dibandingkan dengan kuartal I sebesar 35 persen.

“Berarti keinginan itu tunjukkan tanda-tanda yang positif. Namun, kecuali kami bandingkan dengan suasana sebelum Covid-19 itu masih lumayan lemah,” ungkap Mariah. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo menjelaskan pertumbuhan kredit terhadap 2021 sudah membaik, khususnya terhadap kuartal I dan kuartal II sudah terjadi peningkatan.

“Namun, sebenarnya terhadap kuartal 3 ini terjadi PPKM tingkat 4 jadi cukup transaksi yang sedikit tertunda, namun in umum jauh sangat bagus dibandingkan dengan tahun lalu. Dari segi sektor sangat banyak yang merasa resah,” ungkap Darwin. Darwin pun menjelaskan judi slot terhadap kuartal III ini sudah banyak industri yang lagi ekspansi layaknya industri food and beverages, telekomunikasi, dan terhitung industri-industri komoditas yang mana dengan adanya kenaikan harga komoditas. Permata Bank yakin kepada kuartal 4/2021 bisa lebih baik daripada kuartal III. “Dan overall 2021 dapat jauh lebih daripada 2020,” tutup Darwin.

PT Bank Permata Tbk. (BNLI) optimistis penyaluran kredit terhadap kuartal IV/2021 dapat lebih baik daripada kuartal III. Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menjelaskan dengan adanya PPKM Level 4, secara tidak segera berdampak terhadap usaha SME atau UMKM Bank Permata. Permintaan terhadap utang terhadap kredit UMKM pun mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 mulai. “Karna usaha belum bergerak prima layaknya suasana sebelumnya, jadi keinginan investasi ataupun keperluan modal kerja untuk menjamin perputaran usaha itu masih lumayan lemah dan lambat. Makanya keinginan terhadap lending masih lambat,” ungkap Djumariah yang sering dipanggil Mariah dalam pertemuan Pubex Virtual terhadap Selasa (14/9/2021).

Mariah pun menjelaskan terhadap kuartal II/2021 sebelum adanya PPKM diimplementasikan, Bank Permata lihat tersedia tanda-tanda lebih positif. Jika dilihat dalam keinginan utang di SME terhadap kuartal II meningkat dibandingkan dengan kuartal I sebesar 35 persen.

“Berarti keinginan itu tunjukkan tanda-tanda yang positif. Namun, kecuali kami bandingkan dengan suasana sebelum Covid-19 itu masih lumayan lemah,” ungkap Mariah. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo menjelaskan pertumbuhan kredit terhadap 2021 sudah membaik, khususnya terhadap kuartal I dan kuartal II sudah terjadi peningkatan.

“Namun, sebetulnya terhadap kuartal III ini terjadi PPKM tingkat 4 menjadi semakin banyak transaksi yang sedikit tertunda, namun in umumnya jauh lebih baik daripada dengan tahun lalu. Dari segi sektor sudah banyak yang merasa resah,” ungkap Darwin.

Darwin pun menjelaskan terhadap kuartal 3 ini sudah banyak sektor yang sedang ekspansi layaknya bidang food and beverages, telekomunikasi, dan terhitung industri-industri komoditas yang mana dengan adanya kenaikan harga komoditas. Bank Permata yaking kepada kuartal 3/2021 dapat lebih baik daripada kuartal III. “Dan overall 2021 dapat jauh lebih daripada 2020,” tutup Darwin.

Kasus Deposito Nasabah Diduga Hilang, Begini Penjelasan BNI (BBNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menyampaikan penjelasan tentang masalah deposito nasabah yang diduga hilang. Sebelumnya, pengusaha yang bernama Andi Idris Manggabarani asal Sulawesi Selatan menyatakan sudah kehilangan uang deposito senilai Rp45 miliar pada simpanan di BNI. Kuasa hukum BNI Ronny L. D Janis pun memberi tambahan respon mengenai dengan pengakuan Kuasa Hukum bernama Syamsul Kamar yang disampaikan kepada media umum pada 10 September 2021, yang menggambarkan bahwa ada kejadian kehilangan dana milik kliennya atas nama Andi Idris Manggabarani dengan jumlah Rp45 miliar. “Sebagaimana diketahui klien kita [BNI] sudah mendapatkan dugaan Pemalsuan Bilyet Deposito di Kantor Cabang Makassar, yang pada lain mengenai dengan bilyet deposito pihak Sdr. Andi Idris Manggabarani, di mana sementara itu diperlihatkan 3 [tiga] bilyet deposito BNI KC Makassar total senilai Rp40 miliar tertanggal 01 Maret 2021,”ujarnya pada Senin (13/9/2021).

Berdasarkan investigasi berasal dari BNI, bilyet deposito berikut tidak pernah dimunculkan oleh Kantor Cabang Makasar dan tidak pernah tercatat pada sistem bank, dan juga tidak ditemukan terdapatnya penyetoran dana nasabah untuk penerbitan deposito tersebut. “Ditinjau bukti dan fakta tersebut, kemungkinan besar deposit tersebut palsu,” lanjutnya. Untuk menjelaskan liga365 terdapatnya dugaan pemalsuan bilyet deposito di Kantor Cabang Makassar tersebut, maka BNI  berkemuan  untuk melaporkan perihal tersebut kepada Bareskrim Polri pada 1 April 2021 supaya mampu mengungkapkan pelaku dan para pihak yang berhubungan dan yang mendapatkan fungsi berasal dari kejadian pidana berikut dan juga mempertanggungjawabkannya secara hukum.

Ronny memberi tambahan untuk menindaklanjuti laporan BNI tersebut, Bareskrim Polri sementara ini tetap jalankan sistem Penyidikan dan udah mengambil keputusan MBS sebagai Tersangka dan juga sudah dilaksanakan penahanan.

Bareskrim Polri, sambungnya, sementara ini juga tengah jalankan pemeriksaan pada pihak-pihak yang dikira terima aliran dana berasal dari peristiwa pidana berikut juga penelitian atas transaksi pada rekening-rekening penerima dana, peranan memicu terang peristiwa pidana ini. “Sehubungan dengan hal tersebut, maka kita meminta supaya semua pihak menghormati dan menanti sistem hukum yang sementara ini tengah berjalan dan menghindar diri untuk memicu pernyataan-pernyataan yang mampu dikategorikan sebagai tindakan pencemaran nama baik dan/atau kabar bohong [hoax] yang mendiskreditkan klien kami,” katanya. Ronny juga mengemukakan bahwa BNI terlalu menghormati tinggi dan berkomitmen untuk merawat dana nasabahnya sesuai prosedur perbankan yang berlaku. Pelayanan klien kita selamanya berjalan normal dan BNI mengapresiasi nasabah yang selamanya setia bertransaksi dengan BNI. Sementara itu, dilansir Tempo.co pada Jumat (10/9/2021), Kuasa Hukum Andi Idris Manggabarani, Syamsul Kamar, menyebutkan hilangnya dana nasabah itu berjalan pada Februari 2021. Adapun, masalah ini baru diungkap sementara ini sehabis manajemen BNI Makassar tak mampu mengembalikan dana nasabah.

Awalnya, nasabah mempertanyakan masalah ini ke BNI Makassar, namun tidak meraih penjelasan yang memuaskan. “Pihak BNI Wilayah 07 Makassar tidak mampu menyebutkan kemana aliran dana tersebut,” ujar Syamsul. BNI lalu membawa masalah ini kepolisian dengan khususnya dahulu melaporkan masalah ini ke Bareskrim Polri dengan nomer laporan S.Pgl/2019/VI/RES.2.2./2021/Dittipideksus. “Setelah itu, pihak kita pada tanggal 9 Juni 2021 memicu laporan ke Polda Sulsel mengenai terdapatnya dugaan kejahatan yang dilaksanakan oleh manajemen Bank BNI” tutur Syamsul. Dari hasil kontrol penyidik Bareskrim Mabes Polri, BNI dikira masuk ke rekening tidak jelas atau rekening illegal dan melanggar SOP dan juga jalankan kejahatan perbankan supaya merugikan nasabah.

Menteri BUMN, Erick Thohir Tetap Semangati Guru dan Murid untuk Kejar Pendidikan

Kesusahan yang ada didalam sistem belajar mengajar semasa pandemi jangan hingga melemahkan dorongan untuk senantiasa menomorsatukan pendidikan. Para guru yang memikul tanggung jawab mempersiapkan generasi penerus didambakan jangan merasa bosan atau jenuh  mendorong para anak didiknya terus meningkatkan pengetahuan dan ilmu. Dorongan dorongan berikut disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir waktu melihat penyerahan pertolongan berasal dari BRI kepada SD Negeri Cikuya III, Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (12/9). BRI sebagai keliru satu BUMN, terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Melalui program CSR BRI Peduli, BRI memberikan pertolongan berupa 1.000 potongan seragam sekolah untuk 10 sekolah dasar.

Selain itu, untuk menaikkan budaya suka membaca untuk sisa juga diberikan pertolongan rak buku, buku bacaan, dan perlengkapan melukis /mewarnai untuk 15 taman membaca masyarakat. Tidak hanya itu, BRI juga menyampaikan tambahan pertolongan seperti mendirikan jembatan penyeberangan sungai untuk mempermudah perjalanan para murid ke sekolah. Dalam kesempatan tersebut, bersamaan Kepala Sekolah SD Cikuya III, Supriyatmo, Menteri BUMN juga melakukan https://slotjokerliga365.com penggelaran berdiskusi bersama dengan para guru. “Saya terobsesi berasal dari almarhum bokap saya, yang merantau berasal dari Sumatera ke Pulau Jawa untuk mengejar pendidikan sebagai pegangan untuk era depan. Oleh sebab itu, saya berpesan, dalam kondisi apapun, jangan abaikan pendidikan. Memang selama pandemi ini seluruhnya mengalami kesulitan, namun percaya pandemi dapat selesai dan generasi muda wajib ayah dan ibu guru selesaikan,” ungkap Menteri BUMN, Erick Thohir.

Dalam pembahasan bersama dengan para tenaga didik tersebut, Erick Thohir juga mencadangkan ide yang terlontar berhubungan dengan kebutuhan sekolah berikut supaya dapat perlengkapan belajar seperti computer untuk belajar secara online. Sebanyak 10 Sekolah Dasar juga menerima bantuan ekstra berasal dari BRI Peduli seperti webcam, laptop, router wi-fi dan projector screen. Sedangkan untuk SD Cikuya III mendapatkan pertolongan perpustakaan digital. “In syaa allah satu per satu ya. Ketika pandemi ini perusahaan BUMN juga turut berjuang dan membantu sektor-sektor yang tak kalah perlu agar kita mampu bangkit kembali, seperti UMKM, kesehatan dan lingkungan hidup. Seperti saya bicarakan, karena pentingnya pendidikan itu, apa yang telah  disampaikan, semoga dapat diwujudkan,” jelasnya.

Dalam momen tersebut, Menteri BUMN juga berkunjung dan melisankan cerita kepada anak- anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Palakota Kreatif, yang berdekatan dengan lokasi SD Cikuya III. Keberadaan TBM di sedang desa tak hanya mendorong program pendidikan yang ada, namun juga menaikkan budaya literasi masyarakat. “Saya berterima kasih kepada para guru, pengiat yang terus mengusahakan agar budaya literasi kita semakin maju. Penghargaan yang tinggi juga saya salurkankepada BRI, atas prinsip dan bersama dengan beraneka ragam program CSR BRI Peduli-nya yang terus beri tambahan solusi dan berikan kemudahan didalam membentuk generasi era depan bersama dengan membantu pendidikan di Indonesia,” ungkapErick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir mendatangi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cikuya, Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (12/9). Ia pun berbincang di depan anak-anak soal pentingnya menggunakan masker saat pandemi Covid-19.

Erick saat tiba di TBM Cikuya mengaku senang karena tingginya kesadaran masyarakat soal membaca terlihat langsung. Saat melihat-lihat situasi TBM Cikuya, Erick pun langsung ditawarin untuk membacakan cerita di hadapan puluhan anak kecil.

Pak menteri bacain kita buku dong, kata seorang anak kecil dengan polos meminta agar Erick membacakan sebuah buku.

Presiden Jokowi Berharap Kredit UMKM Naik 30 Persen di 2024

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berharap sektor perbankan untuk menaikkan takaran kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) jadi 30 persen pada 2024. Hal itu ditujukan dalam pertemuan bersama para bankir di Istana Kepresidenan di Jakarta.

Menteri Koordinator jalur Perekonomian, Airlangga Hartarto yang hadir bersama Jokowi mengungkapkan, selain mengulas soal penanganan Covid-19, Presiden Jokowi juga menginginkan bankir untuk meningkatkan rasio penyaluran kredit UMKM.

“Arahan presiden mendambakan bahwa sektor perbankan dapat berikan kredit UMKM, YoY kini 18% persen, Presiden menargetkan kredit dapat ditingkatkan jadi 30 persen di 2024,” katanya di Istana Kepresidenan, Rabu (8/9/2021).

Meski demikian, Menko Airlangga mengungkapkan, Jokowi menegaskan angka berikut adalah angka umumnya atau agregat secara umum. Pasalnya, tak seluruh perbankan di Indonesia punya spesialisasi atau model bisnisnya masing-masing.

“Jadi presiden juga mengakui dan menyadari bahwa perbankan ini ada spesialisasinya masing-masing, jikalau BRI telah merangkum 70 persen, dan ada yang spesialisasinya corporate,” ungkapnya.

“Namun presiden minta supaya keseluruhan kreditnya itu adalah 30 persen, bukan artinya tiap bank nya mesti 30 persen, karena masing-masing miliki spesialisasi sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Selain itu, menurut Airlangga para bankir yang datang juga mengemukakan aspirasinya, perihal ini berkenaan bersama pencadangan pada Non Performing Loan (NPL). Ia menyatakan berkenaan rasio kredit memiliki masalah ini mesti diharmonisasi antara standar accounting.

“Selama ini sebagian bank telah secara nasional kurang lebih 150 persen, namun  mesti disatukan antara standar accountingnya https://slotjokerliga365.com yaitu berbasis PSAK dan perpajakan, karena perbedaan ini berakibat pada pembayaran perhitungan pajak,” tuturnya.

Merespon perihal ini, Jokowi minta untuk ada pembahasan lebih lanjut. Jokowi juga memantau perihal menambahkan kredit yang telah naik jadi 0,6% meski diminta untuk lebih dinaikkan lagi.

“Situasi hari ini perbankan aspek NPL relatif rendah, juga tadi disampaikan POJK telah dilanjuti, jadi untuk restrukturisasi diserahkan ke kreditur dapat hingga maret 2023,” tutup Menko Airlangga.

Sementara itu, secara terpisah, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menyatakan bahwa perbankan akan didorong untuk miliki tujuan penyaluran kredit kepada UMKM namun senantiasa berpijak pada model usaha bank tersebut.

“Secara umum kita yakinkan dapat 30 persen di 2024, secara individu kita atur dan kita mengatur bersama usaha model bank terkait, jikalau ada bank yang telah porsi UMKM-nya besar itu akan kita dorong,” katanya.

Namun, bagi bank yang model bisnisnya adalah korporasi, ia menyatakan akan mengatur supaya bank berikut dapat menambahkan pertolongan pada UMKM, bersama tidak terlepas berasal dari arah bisnisnya.

“ini menurut knowledge kan ada yang telah melebihi tujuan nasional ada yang 34 persen, namun juga ada yang posisinya masih di rendah dan menengah di 14 persen,” katanya

“Penyampaian dari  bapak presiden, sudah pasti berharap bahwa bidang perbankan dapat menambahkan kredit kepada UMKM. Secara year on year sekarang umumnya adalah 18%. Nah oleh karena itu presiden berharap supaya kredit untuk UMKM dapat ditingkatkan jadi 30% di 2024,” katanya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Namun begitu Airlangga menyatakan bahwa tujuan 30% berikut merupakan angka agregat nasional. Sehingga bukan bermakna setiap bank mesti menyalurkan kredit sebesar 30%.

“Namun bapak presiden mengesahkan, bahwa 30%  itu adalah angka agregat secara umum. Jadi sebenarnya bapak presiden juga mengakui dan paham, bahwa perbankan ini ada spesialisasinya masing-masing,” ungkapnya,

“Sehingga selagi sekarang layaknya BRI mendekati 70% dan ada yang spesialisasinya corporate. Namun bapak presiden berharap keseluruhannya kreditnya itu 30%. Bukan artinya setiap banknya mesti 30%. Karena masing-masing miliki kelebihan sendiri,” lanjutnya.

OJK: Rasio Kredit UMKM Disesuaikan Kesiapan Bisnis Perbankan

Selaku Ketua OJK Wimboh Santoso ( Dewan Komisioner )meresponin Peraturan Bank Indonesia (PBI) perihal RPIM ( Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial )UMKM, yang mengharuskan perbankan mencapai target 30 persen.

Katanya, apa yang disampaikan BI tersebut memang jadi target nasional, dan bukan jadi target lembaga tertentu. Hanya saja, Wimboh menuturkan, kebijakan itu selalu memperhatikan kesiagaan dan business plan bank masing-masing.

Sekarang ini menurut Wimboh, memang tetap banyak bank-bank yang  pembiayaan jumlah UMKM nya di bawah 30 persen. Sedangkan bank yang meraih di atas 30 persen atau sekitar 34 persen tetap sangat minim.

“Tentu perihal ini tetap kami tinjau. Jika tersedia bank yang telah mencukupi target nasional 30 persen kami dorong. Tapi jika yang selama ini https://slotjokerliga365.com tetap di bawah 30 persen maka sama-sama dijaga agar mampu meraih treshold. Seperti contoh lari, ini sama-sama menjadi startnya,” kata Wimboh didalam konferensi pers perihal Kondisi Terkini Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan Perpanjangan Masa Relaksasi Restrukturisasi Kredit secara virtual, Rabu (8/9/2021).

Target tersebut juga tambah Wimboh, dilatarbelakangi sebab dikala bank membiayai proyek strategis seperti infrastruktur, mining dan lainnya sungguh besar, tapi pembiayaan ke UMKM tetap kecil.

“Sebenarnya ini yang akan jadi sorotan pemerintah, agar UMKM jangan dilupakan,” ujarnya.

Tetapi secara individu bank diatur dan disamakan dengan bisnis modelnya masing-masing bank. “JIka  tersedia bank yang porsi UMKMnya telah besar ya kami dorong terus untuk senantiasa tinggi. Dan jika tersedia bank yang tertentu di sektor korporasi, didorong juga senantiasa fokus seiring dengan penyaluran ke UMKM,” ungkap Wimboh.

Yang paling penting lanjutnya, jangan sampai  karena mencapai target 30 persen UMKM, justru perbankan asal yang penting target terpenuhi, tapi meniadakan kredit di sektor lain, korporasi seandainya jadi tidak tumbuh.

“Jangan sampai karena target 30 persen ini tapi tak membawakan dampak lahirnya entrepreneur-entrepreneur yang super. Jangan hanya sebab mencukupi angka nasional tapi kredit tak membawakan impact,”ungkap Wimboh.

Sebelumnya BI mewajibkan perbankan untuk mencukupi RPIM UMKM sebesar 20 prosen terhadap Juni 2022. Perhitungannya dikerjakan secara bertahap yang kemudian jadi 25 prosen terhadap Juni 2023 dan 30 prosen di Juni 2024.

Perluasan target pembiayaan inklusif tersebut diterapkan sebab UMKM sungguh berperan didalam perekonomian, dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi dan juga pangsa yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), agar UMKM jadi kunci pemulihan ekonomi nasional.

Nantinya, dapat terkandung peringatan bagi bank yang tidak mampu mencapai target RPIM tersebut, yang dapat dimulai dengan peringatan tertulis terlebih dahulu terhadap Juni 2022 dan Desember 2022.

“Peringatan tertulis tersebut juga dapat ditembuskan kepada OJK,” ungkap KDKM Bank Indonesia (BI) Juda Agung.

Jika nantinya peringatan tersebut tidak mampu dipenuhi, Juda menyatakan dapat diberikan peringantan tertulis dan peringatan diharuskan membayar sebesar 0,1 persen dikali nilai kekurangan RPIM (maksimal Rp 5 miliar untuk tiap-tiap posisi pencapaian RPIM), yang dapat diberlakukan sejak Juni 2023.

Namun, peringatan RPIM dapat dikhususkan untuk bank yang tengah dikenakan pembatasan aktivitas bisnis seperti kredit/pembiayaan dan/atau penghimpunan dana oleh OJK, Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI)/Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK), dan juga bank perantara.

Menurut Wimboh, sekarang ini tetap banyak bank yang rasio pembiayaannya kepada UMKM berada di bawah 30 persen berasal dari keseluruhan kredit. Sementara bank yang meraih di atas 30 persen atau sekitar 34 persen tetap sangat kecil agar perlu pemberian supaya target ini mampu tercapai.

Kenali 5 Aplikasi Bank Digital Paling Popular di Indonesia

Belakangan ini, pertumbuhan bank digital semakin subur di Indonesia. Hal ini tidak lain berkat media serta gencarnya promosi yang dilakukan oleh pihak bank terkait, sehingga masyarakat menjadi cepat akrab dengan istilah yang satu ini. Banyak sekali penawaran yang membuat masyarakat semakin tertarik untuk menggunakannya. Mulai dari bebas admin bulanan, pembukaan rekening secara online, tidak ada setoran awal, dan beberapa keuntungan lain yang tidak diberikan oleh bank konvensional. Lantas, apa saja aplikasi digital bank yang kini paling popular di Indonesia?

Ini Dia, 5 Aplikasi Bank Digital Paling Popular di Indonesia

1. TMRW by UOB

Pada Januari 2020, anak dari Bank UOB Indonesia ini resmi dirilis dan bisa mulai digunakan oleh masyarakat. Hal ini menjadikan TRMW sebagai salah satu digital bank paling muda di Indonesia. Sampai saat ini, jumlah pengguna aplikasi TRMW pun https://slotjokerliga365.com semakin meningkat. Salah satu fitur paling menonjol dari aplikasi ini adalah chat in app. Fitur tersebut merupakan sarana komunikasi antara agen bank dengan nasabah. Bahkan, nasabah juga dapat melakukan panggilan telepon, sehingga berbagai kendala yang dialami oleh nasabah bisa diselesaikan dengan lebih cepat.

2. Jenius by BTPN

BTPN juga ikut meramaikan persaingan digital banking di Indonesia. Banyak sekali kemudahan yang ditawarkan, sehingga membuat namanya kian bersinar. Salah satu fitur andalan adalah kartu debit yang bisa difungsikan untuk aktivitas berbelanja layaknya kartu kredit menggunakan saldo yang ada di rekening tersebut. Selain itu, keunggulan lainnya dari aplikasi ini adalah memberikan kemudahan dalam hal verifikasi. Layanan pelanggan juga cukup baik karena bisa dilakukan melalui live chat, email, bahkan telepon.

3. Digibank by DBS Bank

Sejauh ini, Digibank memberikan banyak tawaran dan program yang tidak kalah menarik dengan dua bank digital sebelumnya. Pada aplikasi ini, pengguna bisa melakukan transaksi lewat ATM secara gratis. Banyak sekali penawaran program yang berhasil menarik minat anak muda. Mulai dari top-up, cashback belanja, hingga potongan harga di berbagai kios atau toko yang telah bekerjasama dengan aplikasi Digibank. Proses verifikasi yang cukup mudah juga membuat banyak orang tertarik untuk menggunakannya.

4. BCA Mobile by BCA

Sebelumnya, BCA telah sukses meluncurkan layanan kartu debit Xpressi yang tidak perlu menggunakan tabungan, melainkan hanya menggunakan aplikasi saja. Kali ini, BCA kembali meluncurkan produk digital bernama BCA Mobile. Salah satu penawaran yang diberikan adalah layanan membuka rekening lewat aplikasi di ponsel. Selain banyak menawarkan produk, proses verifikasi yang harus dilakukan oleh nasabah juga sangat mudah dilakukan. Bahkan, nasabah bisa melakukan video call bersama customer service yang siap melayani selama 24 jam.

5. PertamaMobile X by Bank Pertama

Sebelumnya, layanan digital ini bernama Permatame. Setelah berganti nama menjadi PertamaMobile, semakin banyak produk dan fitur unggulan yang ditawarkan. Bahkan, produk-produk tersebut berhasil mencuri perhatian anak muda untuk ikut bertransaksi menggunakan tabungan digita ini. Banyak sekali promo yang ditawarkan. Mulai dari promo belanja online, transportasi, serta nonton bioskop. Layanan customer service juga sangat memuaskan karena menyediakan beragam layanan mulai dari chat hingga video call.

Itulah 5 aplikasi bank digital yang paling popular di Indonesia. Setiap aplikasi digital banking tersebut menawarkan berbagai produk atau program yang siap memanjakan para nasabahnya. Karena banyaknya program menarik yang ditawarkan, maka tidak heran jika jumlah nasabah digital banking semakin meningkat. Anda pun bisa mencobanya untuk mendapatkan berbagai manfaat yang tidak didapatkan dari bank konvensional.

Layanan Perbankan Digital yang Semakin Banyak Digunakan Selama Pandemi

Datang langsung ke bank menjadi hal yang cukup dihindari orang-orang selama pandemi, hal ini karena untuk mengurangi kemungkinan dalam penularan virus. Sebab itulah, kini semakin banyak layanan perbankan digital untuk mempermudah nasabah mengurusnya secara online, contohnya saja yakni rekening online, dan sebagainya.

Selain mempermudah dan simple, dengan membuka rekening online juga membutuhkan waktu sebentar saja, bahkan dalam hitungan menit tanpa antri. Pada awalnya layanan ini ditujukan untuk generasi milenial dan anak muda, karena mengambil konsep teknologi yang modern. Namun kini untuk siapa pun tentu boleh saja membuat rekening secara online, ya.

Fasilitas dalam Layanan Perbankan Digital

Meski awalnya terlihat cukup rumit karena pada beberapa orang terkendala oleh jaringan, bahkan sampai sistem yang error, namun kini layanan digital oleh perbankan sudah sangat berkembang cukup baik dan aman.

Hal tersebut tentu juga didukung oleh fasilitas di dalamnya yang memadai dan proses alurnya yang runtut. Nah, untuk fasilitasnya sendiri maka bisa kita lihat bahwa https://slotjokerliga365.com dalam smartphone nantinya dapat memindai kartu identitas, memindai sidik jari, sampai dengan melakukan video banking. Bagi Anda yang baru tahu dan penasaran bagaimana cara memanfaatkan layanan ini, tanpa harus datang ke kantor cabang, berikut beberapa langkahnya!

Langkah Membuat Rekening Online

Yang pertama kita bahas yakni langkah membuat rekening online melalui smartphone maupun ATM. Apabila via smartphone otomatis Anda pun diwajibkan untuk mengunduh terlebih dahulu aplikasi mobile banking, yang tersedia di playstore maupun appstore.

Jangan lupa untuk memastikan terlebih dahulu bahwa bank yang Anda pakai memang sudah memiliki layanan digital ini, ya. Namun biasanya hampir semua bank BUMN dan beberapa bank swasta, sudah ada layanan ini.

Setelah selesai mengunduh aplikasinya, kemudian langsung bisa Anda lanjutkan dengan membuka aplikasi ini dan pilih layanan “Buka Rekening” agar bisa lanjut proses dalam pembukaannya. Setelah itu Anda bisa ikuti petunjuk dan pengarahan sesuai kebijakan bank masing-masing. Tidak lupa juga bila nanti Anda akan disuruh membaca ketentuan dan syarat yang berlaku, sehingga usahakan untuk memahaminya dengan benar.

Apabila memang Anda sudah pasti setuju, maka pilihlah jenis tabungan yang ingin Anda gunakan. Selesai itu, silahkan isi data diri yang biasanya memang diperlukan seperti NIK, dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan, setelah mengisi data diri selesai, maka Anda akan disuruh membuat pin rahasia sebanyak 6 digit, ulangi pin ini dua kali berturut-turut. Dilanjutkan dengan menyiapkan segala yang diperlukan seperti tanda tangan, e-KTP, NPWP, dan lain-lainnya. Kemudian silahkan foto tanda tangan Anda, dan masukan user ID.

Apabila semua berjalan mulus, maka Anda akan segera dihubungkan pada petugas call center bank tersebut, lewat video banking dalam aplikasi. Jika sudah beres, silahkan maka tinggal aktivasi akun mobile banking Anda, lalu semua sudah aktif dan bisa melakukan proses tabungan, transfer uang, dan lain-lain hanya melalui smartphone. Terakhir, jika Anda ingin mengambil kartu ATM, silahkan mengunjungi kantor cabang bank yang terdekat.

Dari cara di atas terlihat begitu mudah, bukan? Namun juga ada hal-hal kecil yang sepele tapi harus diperhatikan ya. Contohnya saja, Anda perlu memastikan pulsa terisi supaya bisa dikirimi kode OTP. Lalu, tidak lupa pastikan jaringan internet bagus dan stabil, khususnya saat proses video call.

Adapun setelah rekening sudah aktif, usahakan cepat lakukan setoran awal terlebih dahulu supaya menghindari penutupan rekening oleh sistem secara otomatis. Bagaimana, apakah sudah paham dari penjelasan singkat di atas? Semoga bermanfaat!