BRI Dukung Keterkaitan Pembayaran Digital dan KPA TID Apartemen Serpong Garden

BRI, lewat Kantor Wilayah BRI Jakarta 1, bergabung dengan PT Hutama Anugrah Propertindo di dalam perihal layanan jasa dalam perbankan, dengan hubungan pembayaran digital dari BRI untuk kemudahan bertransaksi untuk tenan Apartemen Serpong Garden dan para penghuni.

Penandatanganan MOU Pemanfaatan Layanan Jasa dalam Perbankan ditunaikan di Tangerang, Senin (6/9/2021), ditandatangani oleh Wira Natapraja  selaku Chief Financial Officer PT Hutama Anugrah Propertindo, Wira Natapraja selaku Branch Manager BRI Pantai Indah Kapuk Vivin Yulia, serta disaksikan oleh Rudhy Sidartha sebagai Regional Chief Executive Officer BRI Jakarta 1 , bersama Hakil Halim  selaku Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo dan jajaran direksi.

Adapun pemakaian keterkaitan pembayaran digital, antara lain meliputi Smart Billing, yang mampu digunakan oleh developer/pengelola dan tenan untuk jalankan monitoring dan pembayaran layanan charge. Pemanfaatan kartu elektronik BRIZZI mampu dijadikan satu kartu (one card) untuk semua keuntungan seperti, kartu akses, metode pembayaran parkir dan pembayaran yang lainnya untuk jenis transportasi yang mengalami pembaruan pembayaran dengan cara digital, serta pemakaian Agen BRILink yang mampu dimanfaatkan oleh developer/pengelola dan tenan untuk beri tambahan sarana perbankan kepata penghuni apartemen.

Selain itu, BRI terhitung berkomitmen untuk beri tambahan perlindungan lain layaknya payroll, mesin ATM, EDC, Brilink, yang mampu digunakan konsumen/customer, tenan dan pengelola apartemen.

PT Hutama Anugrah Propertindo  dan BRI terhitung telah ditandatangani oleh nama program KPA Transfer Installment Developer (KPA TID) dan memberikan tanda tangan untuk Perjanjian Kerja Sama untuk  Pemasaran Proyek Apartemen Serpong Garden, dengan dimana BRI telah menyerahkan 500 offering letter kepada calon costumer unit Apartemen Serpong Garden.

Hakim Halim menyampaikan, pemakaian Program KPA TID punya tujuan untuk menaikkan penjualan dan beri tambahan keringanan pada costumer meraih judi slot hunian yang siap huni, dan bersinergi dengan moda transportasi kereta api. Dukungan BRI lainnya yang saling bersinergi, layaknya payrol, mesin ATM, EDC, Brilink, mampu digunakan konsumen/customer, tenan dan pengelola apartemen.

Selain itu, Direktur Marketing PT Hutama Anugrah Propertindo, Marco Iswara menyampaikan, Serpong Garden Apartment merupakan hunian modern yang berada di kawasan transportasi massal.

“Kami berkomitment membangun 5 tower cocok dengan master plan. Adapun product yang telah selesai dibangun dan di dalam masa serah menerima kepada costumer diharapkan mampu diselesaikan akhir tahun 2021, yakni Tower Bellarosa dan Tower Cattleya. Saat ini, kami sedang di dalam masa pembangunan Tower Diamanta, dengan jumlah unit kurang lebih 700. Tower Diamanta telah jalankan ground breaking sejak November 2019, dan kami telah melengkapi infrastruktur jalannya. Kami terhitung tawarkan banyak promo menarik lainnya bagi calon customer,” katanya.

“Ke depan, kami berharap kerja mirip antara Serpong Garden Apartment dengan BRI akan lebih erat kembali di dalam beri tambahan layanan kepada tenan, supaya memudahkan mereka jalankan aktifitas di lingkungan Serpong Garden Apartemen, dengan pakai jasa sarana yang diberikan oleh BRI. Kami terhitung berharap mampu menaikkan penjualan Serpong Garden Apartment  dan menaikkan KPA dengan BRI,” pungkas Hakim.

Bank BRI menolong penuh pemakaian komponen pembayaran digital dan pemasaran dengan KPA TID bagi kemudahan dan kelancaran transaski pengelola, penghuni, dan semua tenan Apartemen serpong Garden dan kerja mirip saling terus-menerus di dalam pemasaran KPA TID “Melalui product dan sarana yang optimal dan berkualitas, Bank BRI berkomitmen untuk menjadi one stop financial services bagi Serpong Garden Apartemen,” ujar Regional Chief Executive Officer BRI Jakarta 1, Rudhy Sidartha.

Sumber https://banten.suara.com

Dalam Promo HUT ke 23, Bank Mandiri Beri Tawaran KPR dengan Bunga 2.3 Persen Fixed hingga 3 Tahun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengupayakan meningkatkan akses informasi nasabah kepada program KPR. Kali ini, Bank Mandiri ulang menggelar pameran properti secara online melalui mandirifestiivalproperti.com.

Bank berlogo pita emas ini menggandeng lebih berasal dari 300 proyek properti dan e-commerce terpercaya yang tawarkan aneka pilihan aset properti paling baik di seluruh Indonesia.

Target berasal dari pameran online yang diadakan pada 1 Oktober hingga 31 Desember 2021 ini akan diakses oleh 2,5 Juta visitor.

Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) ulang menggelar pameran properti secara online bersama dengan membimbing lebih berasal dari 300 proyek properti dan e-commerce, serta menghadirkan promo menarik bagi penduduk sepanjang Oktober 2021. Acara yang bisa diakses melalui web site web site mandirifestivalproperti.com ini akan tawarkan promo pribadi hari ulang th. ke-23 Bank Mandiri, bersama dengan pilihan suku bunga KPR 2,3% fix 1 hingga 3 tahun. untuk nasabah dan developer pilihan.

Menurut EVP Consumer Loans Group Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo, di samping menjadi wujud inovasi trik pemasaran di jaman pandemi, Mandiri Festival Properti juga merupakan trik untuk memperluas penetrasi bisnis KPR Bank Mandiri.

“Di expo online ini kita juga tawarkan kemudahan sistem pembelian untuk Nasabah dan Masyarakat di dalam mencari hunian bersama dengan ragam penawaran program promosi yang menarik. Hal ini bersamaan bersama dengan visi kita untuk situs judi menjadi mitra finansial pilihan utama nasabah bersama dengan mengfungsikan perkembangan teknologi digital di dalam sistem bisnis,” kata Ignatius secara virtual pada Rabu (29/9).

Pada event ini, tambahnya, Bank Mandiri tawarkan promo pribadi HUT Bank Mandiri ke-23 bersama dengan pilihan suku bunga KPR 2,3% fix 1 hingga 3 th. untuk nasabah dan developer pilihan.

“Sebagai wujud apresiasi kepada nasabah dan rasa syukur perseroan di HUT ke-23 pada 2 Oktober nanti, kita inginkan tawarkan program KPR paling baik bagi seluruh nasabah perseroan, berbentuk bunga pribadi 2,3% sepanjang Oktober ini,” paparnya.

Menurut Ignatius, ajang ini juga akan menghadirkan alur webinar bersama dengan topik menarik seputar hunian dan product berasal dari Mandiri KPR itu sendiri.

Dia menambahkan, pelaksanaan event Mandiri Festival Properti ini juga dilatarbelakangi oleh permohonan untuk menggairahkan industri KPR nasional yang di dorong optimisme melihat daya membeli penduduk yang menunjukkan pergerakan positif biarpun tetap di dalam keadaan pandemi selagi ini.

“Setelah menyalurkan kurang lebih Rp 44 triliun hingga Juli 2021, kita menghendaki event ini bisa dimanfaatkan seoptimal bisa saja oleh penduduk untuk meraih aset properti paling baik serta mendorong perkembangan KPR Bank Mandiri menjadi positif di akhir th. nanti,” pungkas Ignatius.

EVP Consumer Loans Group Bank Mandiri, Ignatius Susatyo Wijoyo, menyebutkan Mandiri Festival Properti merupakan trik untuk memperluas penetrasi bisnis KPR perseroan, tak hanya menjadi wujud inovasi trik pemasaran di jaman pandemi Covid-19.

Dia memberi tambahan bahwa pameran daring ini, Bank Mandiri juga tawarkan kemudahan sistem pembelian bagi nasabah dan penduduk untuk mencari hunian bersama dengan bervariasi promosi.

“Sebagai wujud apresiasi kepada nasabah dan rasa syukur perseroan di HUT ke-23 pada 2 Oktober nanti, kita inginkan tawarkan program KPR paling baik bagi seluruh nasabah perseroan, berbentuk bunga pribadi 2,3 prosen sepanjang Oktober ini,” ujarnya pada Rabu (29/9/2021). Menurut Ignatius, ajang selanjutnya juga akan menghadirkan alur webinar bersama dengan topik seputar hunian dan product berasal dari Mandiri KPR.

Selain itu, lanjutnya, acara Mandiri Festival Properti dilatarbelakangi oleh permohonan untuk menggairahkan industri KPR nasional. Ini muncul berasal dari optimisme daya membeli penduduk yang menunjukan pergerakan positif, biarpun tetap di dalam keadaan pandemi.

Sumber :
https://keuangan.kontan.co.id
https://finansial.bisnis.com

BPJAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan Akan Membayar Manfaat JKP 2022

JKP sebagai agunan sosial yang dikasih ke karyawan/pekerja yang alami penghentian hubungan kerja (PHK). Program JKP memberinya tiga faedah untuk pesertanya, yaitu faedah berbentuk uang kontan, akses info pasar kerja, dan training kerja.

Penyiapan program JKP, kata Pram, sudah dilaksanakan semenjak Oktober 2020 sampai Juli 2021. Semenjak Agustus 2021 sampai sekarang ini, BPJS Ketenagakerjaan terus lakukan integratif data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Rekomposisi pungutan dari program Agunan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Agunan Kematian (JKM) untuk penerapan program JKP mulai dilaksanakan di bulan ini.

“Tingkatan ke-3 yang hendak kami persiapkan dan melakukan pada September 2021-Januari 2022, mempersiapkan dan membuat desain beberapa layanan program JKP yang terbagi dalam faedah uang kontan, training kerja, dan akses info pasar kerja yang nanti akan dibuat satu mekanisme yang mensinergikan dan memadukan ke-3 faedah itu dalam pola program JKP yang utuh,” kata Pram.

Dalam pada itu, Direktur Jenderal Pembimbingan Jalinan Industrial dan Agunan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Cantik Anggoro Putri menjelaskan jika peserta yang bisa ajukan claim JKP ialah peserta yang sudah penuhi periode iur sedikitnya 12 bulan di dalam 24 bulan dan sudah bayar pungutan paling singkat enam bulan beruntun.

Karena ada syarat periode iur 12 bulan yang diawali Februari 2021, karena itu faedah JKP bisa disodorkan sesudah peserta penuhi syarat periode iur.

“Di Februari 2022 peserta dapat ajukan claim. Dan untuk peserta yang ter-PHK saat sebelum mempunyai periode iur 12 bulan karena itu tidak bisa penuhi syarat untuk memperoleh JKP,” kata Cantik.

BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) kini sedang lakukan penyiapan untuk penerapan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

Sudah diketahui, pemerintahan sudah mengeluarkan UU Nomor 11 tahun 2020 mengenai Cipta Kerja, Ketentuan Pemerintahan (PP) nomor 37 tahun 2021 mengenai penyelenggaraan program agunan kehilangan tugas (JKP), dan Ketentuan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor tujuh tahun 2021 mengenai tata langkah registrasi peserta dan penerapan rekomposisi pungutan dalam program agunan kehilangan tugas (JKP).

Direktur Khusus BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, faksinya berperan serta aktif pada proses pengaturan peraturan liga365 turunan dari PP 37 tahun 2021 dengan kementerian berkaitan. PP itu hal tata langkah registrasi, rekomposisi pungutan, pemberian faedah dan pendanaan program.

BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan peraturan intern untuk memberikan dukungan penerapan program JKP. Selanjutnya, secara pararel menyiapkan materi pembelajaran dan cara bersosial bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan pihak yang terkait.

“Sesuai syarat kepesertaan JKP, BP Jamsostek bekerjasama menyiapkan integratif kepesertaan dan data dengan BPJS Kesehatan,” tutur Anggoro ke Kontan.co.id, Rabu (30/6).

Disamping itu, BPJS Ketenagakerjaan tengah menyiapkan kemampuan sumber daya intern dan peningkatan infrastruktur untuk memberikan dukungan penerapan program JKP seperti mekanisme Tehnologi Info.

Deputi Direktur Sektor Humas dan Antara Instansi BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menambah, faedah uang kontan dalam program JKP baru dapat diberi pada Februari tahun 2022.

Ini berdasar peraturan yang ada pada PP 37/2021. Pasal 19 PP 37/2021 mengatakan, faedah JKP bisa disodorkan sesudah peserta mempunyai periode iur sedikitnya 12 bulan di dalam 24 bulan dan sudah bayar pungutan paling singkat enam bulan beruntun pada BPJS Ketenagakerjaan saat sebelum terjadi penghentian hubungan kerja (PHK) atau pengakhiran jalinan kerja.

Utoh menjelaskan, penghitungan batasan minimum keaktifan peserta BPJS Ketenagakerjaan dihitung semenjak diedarkannya PP 37/2021 pada 2 Februari 2021. Maknanya, periode iur sedikitnya 12 bulan terhitung semenjak 2 Februari 2021 jatuh pada 2 Februari 2022.

Dengan begitu, bila ada karyawan yang disebut peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan terserang PHK saat sebelum Februari 2022, belum mendapatkan faedah uang kontan dalam program JKP.

“Karena berfungsinya PP 37/2021 mulai Februari 2021,” tutur Utoh.

Sebagai info, dalam pasal 21 PP 37/2021 mengatakan, faedah uang kontan diberi tiap bulan terbanyak enam bulan gaji dengan ketetapan seperti berikut :

a. Sejumlah 45 % dari gaji untuk 3 bulan awal, dan

b. Sejumlah 25 % dari gaji untuk tiga bulan selanjutnya

Gaji yang dipakai sebagai dasar pembayaran faedah uang kontan sebagai gaji paling akhir karyawan/pekerja yang disampaikan pebisnis ke BPJS Ketenagakerjaan dan tidak melewati batasan atas gaji yang diputuskan.

Batasan atas gaji untuk pertama kalinya diputuskan sejumlah Rp lima juta rupiah. Dalam soal gaji melewati batasan atas gaji karena itu gaji yang dipakai sebagai dasar pembayaran faedah uang kontan sebesar batasan atas gaji.

Sumber https://finansial.bisnis.com

Daftar Suku Bunga Deposito Terupdate BRI, BNI, Mandiri dan BCA

Deposito perbankan bakal digemari meskipun bunga deposito tetap menyusut. Berdasarkan data Bank Indonesia, simpanan berjangka tumbuh 1,5 persen secara tahun ke tahun terhadap Agustus 2021, menjadi Rp2.724,4 triliun. Dari segi suku bunga simpanan, kebanyakan tertimbang suku bunga simpanan berjangka mengalami penurunan terhadap nyaris seluruh tipe tenor.

Suku bunga simpanan berjangka tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan menurun, berasal dari tiap-tiap 3,42 persen, 3,56 persen, 3,91 persen, dan 4,59 persen terhadap Juli 2021 menjadi 3,34 persen, 3,5 persen, 3,83 persen, dan 4,42 persen terhadap Agustus 2021.

Sejumlah bank besar terhitung diketahui udah memangkas suku bunga deposito terhadap paruh kedua tahun ini. Berikut suku bunga deposito yang ditawarkan sejumlah bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.  1. Bank Mandiri (BMRI) PT Bank Mandiri ( Persero ) menetapkan suku bunga deposito terbaru yang berlaku sejak 20 September 2021. Suku bunga deposito rupiah bersama dengan nilai jasa dibayar bulanan dan waktu  ditetapkan sebesar 2,70 % setiap tahun.

Suku bunga itu berlaku untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan. Adapun suku bunga deposito untuk tenor 6 bulan dan 12 bulan tidak beralih berasal dari yang berlaku pada mulanya yakni 2,75 persen. 2. BRI Bank BRI tawarkan suku bunga deposito rupiah sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga selanjutnya berlaku untuk simpanan bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan. Sementara itu nilai jasa deposito ditetapkan sebesar 2,85% setiap tahun untuk simpanan bersama dengan jangka waktu 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan. 3. BCA Bank BCA menetapkan jasa nilai deposito rupiah di level 2,68 % setiap tahun. Suku bunga selanjutnya berlaku untuk seluruh tier simpanan dan tenor.

Suku bunga deposito terbaru berlaku efektif jadi 16 September 2021. Besaran suku bunga ini menurun 12 basis poin berasal dari bunga deposito yang berlaku sejak 19 Juli 2021 sebesar 2,80 persen. 4. BNI BNI terhitung melaksanakan penyesuaian suku bunga deposito, khususnya untuk tenor 1 dan 3 bulan, terhadap pertengahan Agustus kemarin. Suku bunga simpanan agen judi slot berjangka di dalam wujud rupiah untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan dipatok sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga ini berlaku efektif jadi 16 Agustus 2021. Besaran suku bunga itu menurun 10 basis poin berasal dari pada mulanya sebesar 2,85 persen yang berlaku jadi 13 April 2021. Adapun, suku bunga deposito untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tetap dipatok 2,85 % atau tidak beralih berasal dari yang berlaku sebelumnya.

Tren penurunan suku bunga deposito mata uang rupiah di perbankan tetap tetap berlajut. Penyesuaian nilai jasa deposito udah digambarkan LPS ( Lembaga Penjamin Simpanan ) di dalam laporan indikator likuiditas terhadap Agustus 2021. LPS memberikan gambar gambar jasa atau nilai simpanan diprediksikan tetap akan berlanjut bersama dengan pergerakan terbatas masuk ke dalam kuartal III/2021, bersamaan bersama dengan situasi likuiditas yang longgar. Langkah anjloknya nilai jasa simpanan bakal tetap dilupakan oleh perbankan di dalam rangka menjaga spread net interest margin supaya bank mampu melakukan perbaikan segi profitabilitas. Bagi kamu yang dambakan menaruh dan uang di deposito perbankan, ada baiknya  mengintai nilai bunga yang diberikan oleh 4 nama bank besar, yakni Mandiri, Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Berikut rinciannya:

BCA

Bank BCA  ( Bank Central Asia ) sangat aktif memotong jasa bunga deposito rupiah dari semua bank besar lainnya. Selama periode September 2021, perseroan udah melaksanakan penyesuaian bunga deposito sebanyak dua kali. Berdasarkan beranda resminya, BCA menentukan nilai jasa deposito terbaru sebesar 2,68% setiap tahun yang berlaku untuk semua tenor dan simpanan. Suku bunga deposito selanjutnya berlaku efektif 16 September 2021.

Mata Uang Suku Bunga (%pa) / Jangka Waktu (bulan)
1 3 6 12
IDR < 2M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 2M – < 5M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 5M – < 10M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 10M – < 25M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 25M – < 100M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 100M 2,68 2,68 2,68 2,68

Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. kembali melaksanakan penyesuaian suku bunga deposito, yang jadi berlaku terhadap Senin (20/9/2021). Dikutip berasal dari web site formal perseroan terhadap Minggu (19/9/2021), suku bunga deposito rupiah bersama dengan bunga dibayar setiap bulannya dan jatuh tempo untuk jangka waktu 1 bulan dan 3 bulan ditetapkan sebesar 2,70 %, turun 5 basis poin berasal dari sebelumnya, yakni 2,75 persen. Sementara itu, untuk tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tidak mengalami pergantian atau bertahan di angka 2,75 %. Sebelumnya, terhadap Agustus 2021, Bank Mandiri menetapkan nilai jasa deposito rupiah bersama dengan pembayaran bunga bulanan dan jatuh waktu ditetapkan sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga ini berlaku untuk seluruh nominal dan tenor. Besaran suku bunga selanjutnya tercatat menurun 10 basis poin berasal dari pada mulanya sebesar 2,85 persen, yang berlaku jadi 25 Maret 2021.

Tier Tenor (bulan)*
1 3 6 12 24
< Rp 100 Juta 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 100 Juta s.d. < 1 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 1 M s.d. < 2 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 2 M s.d. < 5 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 5 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75

BNI

Dikutip berasal dari web site formal perseroan, suku bunga simpanan berjangka di dalam wujud rupiah untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan dipatok sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga BNI ini berlaku efektif jadi 16 Agustus 2021. Besaran suku bunga itu menurun 10 basis poin berasal dari pada mulanya sebesar 2,85% yang berlaku jadi 13 April 2021. Adapun suku bunga deposito untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tetap dipatok 2,85 persen atau tidak beralih berasal dari yang berlaku sebelumnya.

Rupiah 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan 24 Bulan
< Rp 100 Juta 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 100 Juta – < Rp 1 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 1 Miliar – < Rp 5 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 5 Miliar – < Rp 50 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 50 Miliar – ≤ Rp 100 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
> Rp 100 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%

BRI

Bank BRI tawarkan suku bunga deposito rupiah sebesar 2,90 % setiap tahun. Namun, nilai jasa sebanyak 2,90 % setiap tahun ini berlaku untuk simpanan berjangka waktu 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan. Sementara, untuk deposito mata uang rupiah berjangka 1 dan 3 bulan dipatok bunga sebesar 2,75 % setiap tahun.

Nominal 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan 24 Bulan 36 Bulan
<Rp100 juta 2,75% 2,75% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9%
Rp100 juta-<Rp2 miliar 2,75% 2,75% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9%
>Rp2 miliar 2,75% 2,75% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9%

Sumber https://finansial.bisnis.com/

Hampir 60 Persen Nasabah Bank di Asia Pasifik Tertarik Pindah ke Neobank

Lanskap industri perbankan di kawasan Asia Pasifik (APAC) akan sedikit goyah oleh pemain baru yang ternyata banyak diminati masyarakat, yakni mereka yang mengutamakan dirinya sebagai ecosystem-based digital bank atau bank digital.

Hal ini diungkap McKinsey’s Personal Financial Services (PFS) Survey terhadap 20.000 nasabah perbankan negara APAC termasuk Mainland China, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam sebagai wakil negara berkembang, dan juga Australia, Hong Kong SAR, Jepang, New Zealand, Singapora, Korea Selatan, dan Taiwan sebagai wakil berasal dari negara maju. Survei menyebut bahwa bank digital berbasis ekosistem tertentu, yang notabene termasuk sebagai low-cost digital-only banks, mampu menarik hati nasabah berasal dari sisi relevansi fasilitas terhadap aktivitas keseharian. Alhasil, fasilitas berasal dari model bank ini dilirik, baik sebagai lembaga keuangan utama maupun sampingan.

“Sekitar 60 persen kastemer di seluruh Asia-Pasifik yang mengatakan pertimbangkan secara pasti [yes] atau tetap pertimbangkan [maybe], untuk beralih ke direct-bank atau fasilitas perbankan digital berbasis ekosistem,” ungkap tim riset, dikutip Bisnis, Sabtu (25/9/2021). Secara spesifik, nasabah di negara berkembang yang menjawab akan pertimbangkan betul untuk beralih ke bank digital menggapai 17 persen, selagi 47 persen tetap menjawab mungkin, dan 36 persen menjawab belum mempertimbangkan. Sementara untuk nasabah di negara maju, yang menjawab akan pertimbangkan betul hanya 12 persen, selagi 50 persen tetap menjawab mungkin, dan 37 persen menjawab belum mempertimbangkan. Salah satu dampak yang terhubung mata nasabah ternyata tak terlepas berasal dari suasana pandemi Covid-19, yang secara tidak segera membiasakan penduduk pakai transaksi digital, termasuk jalinan bersama teknologi finansial (tekfin/fintech) dan dompet digital (e-wallet). “Terutama di kalangan emerging market di APAC, penetrasi fintech apps dan e-wallet mampu menggapai 54 persen di 2021 berasal dari pada mulanya hanya 38 persen di 2017.

Sementara negara maju APAC, penetrasi inovasi keuangan digital stagnan di 43 persen,” tambahnya. Faktor ini telah pasti ikut mendorong kapasitas nasabah yang jadi user aktif fasilitas mobile banking di APAC, berasal dari 65 % terhadap 2017 jadi 88 persen terhadap 2021. Negara yang maju APAC memberikan besar sebab terhadap 2017 hanya 55 persen nasabah slot online terpercaya yang melek fasilitas digitalisasi perbankan. McKinsey’s mengungkap aspek lain yang jadi ketertarikan nasabah bank, terlebih kaum muda, untuk beralih ke lembaga keuangan bersama fasilitas digital mutakhir, yakni kekuatan menawarkan artificial-intelligence dan machine-learning untuk pengelolaan keuangan, wealth management atau robo-advisory.

Laporan mencontohkan keliru satu buktinya berasal berasal dari fintech digital advisory di Indonesia, PT Bibit.id atau Tumbuh Bersama yang laksanakan pendekatan teknologi secara otomatis tersebut untuk menarik minat kalangan muda di dalam investasi. “Bibit tampak mampu menarik milenial dan investor baru [first time] bersama digital tool yang menunjang user membangun portofolio investasi yang bersamaan bersama tujuan dan risiko. Serupa, tersedia pula StashAway, yang beroperasi di Singapore, Malaysia dan Hong Kong, dan Endowus di Singapura,” ungkap laporan tersebut. Robo-advisory termasuk memiliki potensi merangsang ketertarikan bisnis kecil dan menengah yang baru mengenal fasilitas digital untuk berikan kelancaran bagi usahanya. Oleh sebab itu, bagi bank dan wealth management petahana fintech di sektor ini mampu jadi penantang besar untuk keliru satu lini bisnisnya di sektor investasi.

Namun, para fintech inovator ini termasuk mampu jadi kandidat kuat perbankan di dalam hal cooperation through ecosystem, partisipasi layanan, strategic partnership, atau akuisisi. Pasalnya, berasal dari hasil survei berkaitan ketertarikan nasabah terhadap fasilitas keuangan digital dibandingkan realisasi sales fasilitas tersebut berasal dari kanal, keperluan transaksi investasi jadi keliru satu yang gap-nya paling rendah. Tepatnya, berasal dari ketertarikan 66 persen responden, realisasinya lewat platform digital udah menggapai 36 persen.

Layanan kartu kredit jadi keliru satu yang paling gawat sebab bersama minat 75 persen berasal dari keseluruhan responden, realisasi penjualannya hanya 27 persen. Kemudian, Personal loan berasal dari minat 63 persen, realisasinya hanya 28 persen. Terakhir, asuransi termasuk rendah sebab berasal dari minat 66 persen responden, realisasi sales via platform digital hanya 17 persen. “Artinya, kompetisi pemenuhan fasilitas keuangan akan diramaikan oleh tiga model pemain.” Pertama, incumbent lembaga keuangan konvensional yang mampu memberi tambahan fasilitas dan produk yang inovatif. Kedua, ecosystem-based companies, baik yang udah well-established maupun new entrants. Terakhir, para bank digital-only yang berupaya mengambil alih segmen fasilitas yang belum tergarap oleh bank konvensional

Penyaluran Kredit Bank Masih Kecil, Sri Mulyani Menilai Kenaikan Ekonomi Belum Stabil

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyoroti perkembangan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy) terhadap kuartal II 2021. Menurutnya, pencapaian itu belum menampilkan ekonomi nasional yang sudah semuanya pulih, keliru satu indikatornya karena penyedia kredit perbankan yang tetap terhambat.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah mengerahkan beragam upaya luar biasa sehingga perkembangan ekonomi kuartal II 2021 menggapai hasil positif. Namun, ia selamanya mewaspadai adanya kejutan dari penyebaran pandemi Covid-19.

“Tentu ini tetap merupakan suatu sistem yang wajib tetap dikawal secara benar-benar detail dan hati-hati. Karena pandemi Covid-19 tetap belum berakhir,” ujar Sri Mulyani dalam seremoni MoU virtual yang digelar Bank Syariah Indonesia, Rabu (22/9/2021).

Dalam hal ini, ia perhatikan pemulihan ekonomi dapat terjadi misalnya sektor perbankan jadi mobilisasi manfaat intermediasi. Itu dapat terwujud jika situs judi online perbankan telah dapat menerima banyak simpanan dari masyarakat, dan sesudah itu disalurkan untuk kesibukan produktif yang jadi penggerak roda perekonomian.

“Untuk bidang ini kami sebenarnya belum menyaksikan pemulihan yang benar-benar kuat. Kredit perbankan terhadap Juli 2021 ini baru tumbuh 0,5 persen. Ini tentu tetap benar-benar kecil dibandingkan perkembangan ekonomi di kuartal ke dua yang telah menggapai 7,07 persen,” ungkapnya.

“Dan termasuk dibandingkan situasi pre-covid dimana kredit dapat tumbuh di atas 7 persen. Bahkan di masa lantas dapat menggapai double digit growth,” sebut Sri Mulyani.

Di sisi lain, dia termasuk menyaksikan tren dana pihak ketiga (DPK) yang disimpan di perbankan tiap tiap tahunnya kerap tumbuh double digit. Pada Juli 2021, itu telah jadi tumbuh sebesar 10,43 persen.

Sri Mulyani sesudah itu menyimpulkan, perbankan telah dalam situasi likuiditas yang baik bersama dengan adanya penempatan dana dari masyarakat. Namun perbankan disinggungnya belum laksanakan penyaluran dalam kegiatan-kegiatan produktif.

“Ini yang dapat jadi satu PR bagi kami untuk bersama bersama dengan sektor keuangan, tentu bersama dengan Bank Indonesia, OJK, LPS dapat mengawal, di satu sisi merawat stabilitas sistem keuangan, namun di sisi lain mendorong sehingga sektor keuangan ini tetap bergerak dalam mendukung dan memulihkan ekonomi,” tandasnya.

“Pertumbuhan ekonomi secara nasional tercatat 5,17 persen, namun dicermati dari profil pertumbuhan, sebenarnya tidak memadai merata,” kata Sri Mulyani, dikutip dari Antara, Rabu (12/12).

Sri Mulyani menyebut sebenarnya ada lokasi yang pertumbuhannya memadai tinggi menggapai 6 persen, layaknya Sulawesi. Namun, keikutsertaannya tidak sangat besar terhadap perekonomian nasional.

Keikutsertaan paling besar dalam perkembangan ekonomi tetap datang dari Pulau Jawa yang menggapai 5,7 persen. Berdasarkan information BPS terhadap kuartal 3 tahun 2018, perkembangan ekonomi Sulawesi menggapai 6,77 persen, Papua dan Maluku sebanyak 6,87 persen, dan Jawa sebesar 5,74 persen. Sedangkan Sumatera sebanyak 4,72 prosen dan Kalimantan sebanyak 3,45 persen. Nusa Tenggara dan Bali bahkan terkontraksi 0,65 persen.

Guna merawat tingkat perkembangan ekonomi, menurut dia, terdapat sejumlah situasi yang wajib dijaga, layaknya sektor riil, kebijakan moneter, APBN, dan juga neraca pembayaran.

“Konsumsi tumbuh 5,1% hingga 5,3%, sesuatu yang benar-benar memadai memadai berat dicapai karena kami sadar mengonsumsi terkait Covid-19 jika covid terkendali, dan vaksinasi sukses, tentu demand dan mengonsumsi dapat kembali lagi,” kata Menkeu dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi XI, Rabu (2/6).

Bahkan, Sri Mulyani tidak memungkiri proyeksi mengonsumsi rumah tangga terhadap 2022 berpotensi meleset, misalnya faktor pengendalian covid-19 tak terkendali. Alasannya, pengendalian pandemi tidak semuanya berada di bawah pemeriksaan pemerintah.

Sumber https://www.liputan6.com

Sebelum jualan secara digital, ada 3 Wejangan OJK untuk Bank dan Asuransi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan tersedia tiga hal penting yang kudu dilakukan industri perbankan dan asuransi sebelum saat mengadopsi digitalisasi atau Information Technology (IT). Seperti diketahui, digitalisasi sendiri sementara ini menjadi keharusan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2A OJK, Ahmad Nasrullah menyebutkan, pertama, pelaku usaha kudu perhatikan risiko operasional dalam pemakaian IT. Dalam pemakaian digital pelaku usaha kudu perhatikan bahwa IT-nya cukup handal.

“Kita baru saja menerbitkan Peraturan OJK (POJK) berkenaan manajemen risiko IT, tolong benar-benar dipelajari, dipahami dan dilaksanakan. Insya Allah terkecuali dilakukan itu risiko operasional sanggup ditekan seminimal mungkin,” ujar Ahmad di Jakarta, Senin (13/9).

Hal kedua yang kudu diperhatikan ialah mengenai cyber crime. Dia meminta, pelaku usaha kudu menegaskan keandalan liga365 sistem yang dipakai agar tidak sanggup dihack, disusupi atau apalagi menjadi fasilitas aktivitas tindak pidana.

“Kami mengharapkan sungguh-sungguh sistem IT yang didevelop sanggup sekecil mungkin mencegah potensi cyber crime,” tuturnya.

Kemudian yang terakhir dan paling penting yakni kerahasiaan data. Menurut Ahmad Nasrullah, ini benar-benar penting, jangan sampai kami fokus pada penjualan, kerjasama bancassurance, dan usaha kami lainnya namun kami lalai pada hal ini.

“Karena ini implikasinya beresiko sekali bukan cuma kami namun terhitung pada industri. Kalau data kami sanggup tembus kemana-mana itu tidak cuma mengakibatkan kerusakan reputasi perusahaan asuransi namun terhitung industri secara keseluruhan,” menyadari dia.

Sementara itu, mengenai kerja serupa industri perbankan dan asuransi atau bancassurance, dia membeberkan dua hal yang kudu menjadi perhatian yakni desain product dan tenaga pemasar.

“Pertama, desain product sesuai, target pasarnya seperti apa. Jangan nanti produknya yang sifatnya lazim sanggup dijual kemana saja padahal kami menyadari segmen ini dijual lewat jalur bancassurance,” jelasnya.

Selanjutnya mengenai tenaga pemasarnya. Ahmad Nasrullah meminta pelaku industri edukatif dengan baik dan benar tenaga pemasarnya. Mereka kudu mengatakan sedetail dan setransparan mungkin product yang senang dijual baik berlebihan dan risikonya.

“Karena dari pengaduan-pengaduan yang masuk ke kami khususnya mengenai bancassurance itu hampir sebagian besar mereka katakan tidak dijelaskan secara detail. Yang dijelaskan yang baik-baik saja, yang menjadi kasus pokok dan dispute mereka tidak dijelaskan. Jadi tolong beri informasi yang detail. kami di OJK tersedia unit market conduct, disinilah kami menyaksikan tabiat dari para agen dalam menjajakan product asuransi ke nasabah dikarenakan sebagian kasus besar awal awalannya disini,” tutur dia.

Terkait hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan tiga hal penting yang kudu dilakukan industri perbankan dan asuransi sebelum saat mengadopsi digitalisasi atau Information Technology (IT).

Menurut Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah, ketiga hal berikut adalah, pelaku usaha kudu perhatikan risiko operasional dalam pemakaian IT. Dalam pemakaian digital pelaku usaha kudu perhatikan bahwa IT-nya cukup handal.

“Kita baru saja menerbitkan Peraturan OJK (POJK) berkenaan manajemen risiko IT, tolong benar-benar dipelajari, dipahami dan dilaksanakan. Insya Allah terkecuali dilakukan itu risiko operasional sanggup ditekan seminimal mungkin,” ujar Ahmad Nasrullah dalam webinar Warta Ekonomi bertajuk Collaboratin Digital Banking & Insurance – Synergizing To Survive During & Covid 19 di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Hal kedua yang kudu diperhatikan, kata Ahmad Nasrullah, yakni mengenai cyber crime. Ia meminta, pelaku usaha kudu menegaskan kehandalan sistem yang dipakai agar tidak sanggup dihack, disusupi atau apalagi menjadi fasilitas aktivitas tindak pidana. “Kami mengharapkan sungguh-sungguh sistem IT yang didevelop sanggup sekecil mungkin mencegah potensi cyber crime,” katanya.

Bank Banten Bahas Strategi Digital

Agus Syabarrudin  selaku Direktur Utama Bank Banten mengatakan bahwa kerja sama antara Bank Banten dengan FDS adalah suatu inisiatif di dalam menggerakkan transformasi buat memenuhi keperluan nasabah dan calon nasabah yang bakal gunakan jasa dan layanan Bank Banten. “Di Bank Banten, kami berupaya untuk memenuhi keperluan layanan finansial nasabah. Kami jalankan transformasi untuk sediakan product dan layanan keuangan dan juga mengoptimalkan layanan ke nasabah-nasabah. Kami yakin bahwa, kerja serupa dengan FDS bakal memperoleh nilai lebih [added value] bagi perusahaan,” kata Agus terhadap Jumat (17/9/2021) Agus pun memberikan dengan mempersiapkan pondasi didalam pelaksanaan transformasi dan juga implementasi solusi layanan keuangan yang flexible dan scalable berbasis teknologi.

“Kami memiliki tujuan untuk menegaskan inklusi keuangan yang lebih besar di tempat Banten dan menjadikan Bank Banten lebih berdaya saing tinggi layaknya bank terhadap biasanya di masa yang bakal datang,” jadi Agus. Direktur Utama FDS Sutjahyo Budiman mengatakan bahwa selain transformasi, kerja serupa pada pelaku UMKM dan Bank Banten merupakan poin perlu untuk pengembangan ekosistem keuangan di tempat Banten.

Transformasi di institusi keuangan merupakan kunci keberhasilan untuk menggerakkan langkah ini, agar Bank Banten mampu mewujudkan misinya untuk menambah perekonomi daerah. FDS gunakan AWS untuk penerapan sistem transformasi di Bank Banten. “Sebagai platform yang agen judi slot komprehensif dan diadopsi secara luas di dunia, AWS sediakan layanan yang memungkinkan perusahaan jasa keuangan untuk mempercepat sistem obyek transformasi,” ujar Sutjahyo. Country Manager AWS Indonesia Gunawan Susanto mengatakan AWS sediakan layanan kepada institusi keuangan, perbankan, pembayaran, pasar modal dan asuransi, dengan infrastruktur dan layanan yang safe dan tangguh yang dibutuhkan oleh industri ini, untuk membedakan mereka hari ini dan beradaptasi dengan keperluan yang bakal datang.

“Kami bangga mampu bekerja serupa dengan FDS dan juga membantu Bank Banten didalam menggerakkan sistem untuk memodernisasi infrastrukturnya, memenuhi pergantian tabiat dan permohonan nasabah, dan mendorong pertumbuhan bisnis di Banten dan sekitarnya”, kata Gunawan. Bank Banten mengerti pentingnya transformasi di tiap tiap lini bank, untuk itu mengapa perseroan mengawali pondasi transformasi sejak pas ini. Hal ini dibutuhkan untuk memenuhi keperluan nasabah di masa bakal berkunjung yang bakal terus berubah dan dikehendaki mampu menambah citra positif Bank Banten sebagai instansi keuangan yang berwawasan ke depan.

Selanjutnya, Agus lagi menegaskan pentingnya akselerasi transformasi digital Bank Banten terhadap kesempatan Talkshow Jawara TV Kominfo Provinsi Banten yang dipandu segera Kepala Dinas Kominfo Banten Eneng Nurcahyati dengan Guru Besar Akuntansi Untirta Prof. Dr. Tubagus Ismail selaku narasumber. Pada kedua kesempatan terpisah tersebut, Agus memaparkan langkah jitu perseroan untuk mengawal strategic turnaround Bank Banten yang keliru satunya melalui rekayasa lagi sistem bisnis dengan gunakan pertumbuhan teknologi.

“Saat pandemi Covid-19, keperluan terhadap layanan digital jadi meningkat. Oleh karena itu, suatu badan hukum memerlukan suatu elemen teknologi informasi untuk membantu kekuatan persaingan dan memenuhi keperluan nasabah. Pada tahun 2021, focus suatu badan hukum di jalur teknologi informasi adalah menguatkan kapabilitas komunitas terhadap perbankan digital dan sistem pembayaran yang utuh,” ungkap Agus.

“Adapun inisiatif yang tengah ditunaikan pada lain adalah pengembangan aplikasi dan infrastruktur teknologi informasi untuk membantu peningkatan mutu layanan perbankan secara menyeluruh dan berkelanjutan; melengkapi kebijakan dan prosedur untuk membantu peningkatan mutu tata kelola perusahaan yang baik, terutama di bidang TI mengembangkan dan membantu penguatan sistem pembayaran, baik dari segi keamanan dan kelancaran, dan juga sistem pelaporan dan administrasi jasanya,” pungkas Agus.

Kemendagri Sampaikan Kas Pemerintah Daerah di Perbankan Sudah Dipersiapkan

Kemendagri ( Kementerian Dalam Negeri ) lewat Dirjen ( Direktorat Jenderal ) Bina Keuangan Daerah (Keuda) melangsungkan percakapan online untuk memangkas duit kas pemerintah setempat yang ada di perbankan. Percakapan tersebut diantara Mochamad Ardian Noervianto selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuda Kementerian Dalam Negeri, dengan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Percakapan bertema “Membedah Uang Kas Pemda di Perbankan” tersebut, digelar secara virtual, Kamis (16/9/2021).

“Tapi pada tgl 1 bulan September 2021 duit keluar, duit kas selanjutnya bakal menyusut untuk membantu pengeluaran Pemda setiap bulannya untuk membeli teratur dan mengikat sejumlah, Rp. 42,76T yang terdiri atas gaji dan tunjangan, membeli operasional (Telepon, Air, Listrik, Internet), serta membeli tentang pelayanan publik juga untuk pengeluaran bersifat mendesak yang tidak mampu diprediksi sebelumnya” ujar Ardian.

“Pemda sebetulnya miliki kecenderungan ibaratnya sediakan sejumlah duit untuk mempersiapkan pembayaran gaji ASN-nya, honorernya di satu sampai dua bulan ke depan untuk spare, namun itu bukan sengaja untuk melacak bunga, sekali ulang bukan” katanya.

Hal ini sesuai bersama dengan apa yang diungkapkan oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dan Bima Arya selaku Walikota Bogor di dalam slot online terpercaya waktu percakapan online yang dimaksud. Bahwa Uang Kas Pemerintah Daerah di Perbankan sudah dipersiapkan cocok peruntukannya dan bakal dipergunakan pas pembayaran realisasikan.

Ganjar menjelaskan, alasan mengapa tersedia duit tempat yang mengendap di perbankan. Menurutnya, terhadap awal tahun anggaran terhadap RKUD sudah terdapat saldo mengendap bersifat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun anggaran sebelumnya. Selain itu, tiap-tiap hari penghasilan tempat masuk ke RKUD supaya menaikkan saldo. Di lain sisi, duit yang sudah masuk ke RKUD tidak mampu segera digunakan untuk melakukan pembayaran belanja.

Pasalnya, pelaksanaan program memerlukan sistem dan jangka waktu. Ini cocok bersama dengan Undang- Undang Pembendaharaan Negara terhadap Pasal 21 yang membunyikan, bahwa pembayaran atas beban APBN/APBD tidak dapat diperbuat sebelum barang dan/atau jasa diterima. Selain itu, pembayaran yang mampu dilakukan mendahului prestasi cuma untuk pembayaran duit muka. “Tapi apakah kemudian kami melacak bunga? Enggak mirip sekali,” jelas Ganjar.

Senada bersama dengan Ganjar, Wali Kota Bogor Bima Arya juga mengatakan, tiap-tiap tempat miliki kas yang disimpan di perbankan. Kas selanjutnya untuk menyimpan seluruh penerimaan daerah, dan membayar seluruh pengeluaran daerah. Bima juga menyinggung beraneka faktor yang membawa dampak terdapatnya pengendapan kas tempat di perbankan, keliru satunya sebab miliki SILPA.

“Di Kota Bogor, kami tidak melakukan penyimpanan uang, apalagi untuk memperoleh keuntungan bunga, itu tidak,” jelasnya.

Dia menjelaskan, seumpama pas ini tetap tersedia saldo di perbankan, maka itu bakal digunakan untuk membayar kegiatan terhadap periode akhir tahun ini. Sedangkan Saldo terhadap akhir tahun, bakal dihitung sebagai SiLPA 2022 yang bakal digunakan untuk membiayai kegiatan yang bersifat perlu dan mengikat, layaknya gaji ASN, pembayaran listrik, pengelolaan sampah, dan sebagainya.

Namun, setidaknya Kemendagri merangkum 3 (tiga) model pemungutan yang meningkat, yaitu pemungutan membeli kesehatan, pemungutan pelayanan pemakaman, dan pemungutan pengendalian menara telekomunikasi. Namun demikian, hamper semua bidang PAD lainnya terdampak penurunan, seperti perhotelan dan restoran.

Kondisi layaknya ini diperparah bersama dengan terdapatnya dana transfer pusat yang ikut terkoreksi akibat refocusing dan ketidakpastian realisasi penghasilan tempat yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Begitu penghasilan Pemda terkontraksi, mereka berpikir bagaimana bayar listrik, pelayanan publik, pendidikan dan lain sebagainya, jadi tersedia terkesan pemda menyimpan uang. (Padahal) itu sudah tersedia peruntukannya, tinggal momentum kapan dibayarkan,” tuturnya.

“Sebagai contoh, alokasi membeli modal Pemda di dalam APBD sejumlah 192.32 T atau 15,91 prosen dari total membeli tempat Provinsi dan Kabupaten/Kota, pembayaran atas membeli modal dimaksud miliki tahapan pembayaran cocok kontrak, jadi tidak mampu segera digelondongkan di depan” tegasnya.

“Pada pas pemda butuh, apalagi hari ini sekalipun segera kontek ‘kembalikan uangnya, berkenan kami bayar,’ itu mampu segera dicairkan. Jadi deposito atau di perbankan itu di dalam rangka manajemen kas,” tandasnya.

Prospek Bank BUMN di Tengah Penyampaian Kredit yang Belum Maksimal

Prospek saham dari bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti BTN, BRI, BNI, dan Bank Mandiri bakal terpengaruh oleh sentimen dari penyaluran kredit yang sejauh ini belum perlihatkan progres signifikan. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menyatakan bahwa walau pada kuartal II/2021 perkembangan kredit positif, tapi besarannya tetap belum sepadan bersama dengan perkembangan PDB di periode tersebut. “Apalagi bersama dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan penduduk [PPKM] di kuartal III/2021, membawa dampak tren positif kredit di kuartal II tidak bakal berlanjut,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/9/2021). Menurutnya, hingga bersama sampai pada semester I/2021, perkembangan bottom line terlalu baik walaupun performa tersebut banyak diperjuangkan dari suatu manfaat yang dilakukan. Adapun, dari sisi penghasilan bisnis inti tetap belum memberi tambahan perkembangan signifikan.

“Secara performa top line penghasilan bunga bank BUKU 4 di semester I/2021 tetap flat -0,04 prosen secara tahunan, sementara laba bersih tumbuh 19 persen,” kata Alfred. Dia memberi tambahan bahwa perihal lain yang jadi perhatian adalah bersiap siaga peningkatan risiko kredit yang memiliki masalah atau non-performing loan (NPL), yang sementara ini tetap mengalami kenaikan, yakni per Juli 2021 sebesar 3,35 persen, sedang Maret 2020 sebesar 2,77 persen. “Kondisi ini tentu mengindikasikan penyaluran kredit perbankan tetap loyo karena antisipasi kenaikan NPL ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan merangkum peningkatan kredit perbankan pada akhir bulan Agustus 2021 meningkat di angka 0,55% Year over Year.

Jika dibandingkan bersama dengan akhir th. atau secara year to date (ytd), maka kredit perbankan naik sebesar 1,5 persen. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh penyaluran kredit UMKM dan kredit bisnis rakyat atau KUR. Wimboh Santoso selaku sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan walau secara tahunan dan ytd penyaluran kredit tumbuh pada bulan lalu, tapi jikalau dibandingkan bersama dengan bulan sebelumnya atau month to month (mom) berjalan kontraksi sebesar 0,32 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya masalah Covid-19 di Indonesia dan diterapkannya judi slot online Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Juli dan Agustus. “Kami selamanya percaya bersama dengan dibukanya mobilitas, penyaluran kredit perbankan bakal lebih bagus lagi,” ujar Wimboh di dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (15/9/2021) Wimboh menyatakan hingga bersama dengan Juli 2021, perbankan memberikan kredit sebesar Rp1.439 triliun. Namun, pada sementara yang mirip pelunasan dan pembayaran kredit juga meraih Rp1.332 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo menyatakan rasio kredit punya masalah (non-performing loan/NPL) perbankan tetap perlihatkan peningkatan. Rasio NPL naik pada April jadi 3,18 persen, dari 3,13 prosen pada Maret 2021 dan 2,89 prosen pada April 2020. Empat bank besar nasional tetap kelihatan dalam mendorong kenaikan pencadangan setelah berakhirnya sesi pertama peraturan relaksasi restrukturisasi pinjaman Otoritas Jasa Keuangan pada bulan Maret.

“Dengan perkiraan NPL yang lebih tinggi, kita mungkin bakal memandang penyisihan kerugian pinjaman sambungan pada kuartal II/2021,” katanya riset yang dikutip pada Kamis (10/6/2021).

Dia meneruskan dari empat bank di bawah jangkauannya, cuma BBCA yang melaporkan kenaikan laba bersih bank only, sebesar 8 % year over year, yang didukung oleh pergantian akuntansi pada opex-nya. Laba bersih BBRI pun tercatat flat, sedang laba bersih BMRI dan BBNI masing-masing turun 25 prosen dan 28 prosen YoY. Pendapatan bunga bersih tetap kuat, terlebih didorong oleh ongkos dana yang lebih rendah, agar mengimbangi efek negatif dari perkembangan kredit yang lemah dan penghasilan bunga yang ditangguhkan dari pinjaman yang direstrukturisasi.