Sebelum jualan secara digital, ada 3 Wejangan OJK untuk Bank dan Asuransi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan tersedia tiga hal penting yang kudu dilakukan industri perbankan dan asuransi sebelum saat mengadopsi digitalisasi atau Information Technology (IT). Seperti diketahui, digitalisasi sendiri sementara ini menjadi keharusan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2A OJK, Ahmad Nasrullah menyebutkan, pertama, pelaku usaha kudu perhatikan risiko operasional dalam pemakaian IT. Dalam pemakaian digital pelaku usaha kudu perhatikan bahwa IT-nya cukup handal.

“Kita baru saja menerbitkan Peraturan OJK (POJK) berkenaan manajemen risiko IT, tolong benar-benar dipelajari, dipahami dan dilaksanakan. Insya Allah terkecuali dilakukan itu risiko operasional sanggup ditekan seminimal mungkin,” ujar Ahmad di Jakarta, Senin (13/9).

Hal kedua yang kudu diperhatikan ialah mengenai cyber crime. Dia meminta, pelaku usaha kudu menegaskan keandalan liga365 sistem yang dipakai agar tidak sanggup dihack, disusupi atau apalagi menjadi fasilitas aktivitas tindak pidana.

“Kami mengharapkan sungguh-sungguh sistem IT yang didevelop sanggup sekecil mungkin mencegah potensi cyber crime,” tuturnya.

Kemudian yang terakhir dan paling penting yakni kerahasiaan data. Menurut Ahmad Nasrullah, ini benar-benar penting, jangan sampai kami fokus pada penjualan, kerjasama bancassurance, dan usaha kami lainnya namun kami lalai pada hal ini.

“Karena ini implikasinya beresiko sekali bukan cuma kami namun terhitung pada industri. Kalau data kami sanggup tembus kemana-mana itu tidak cuma mengakibatkan kerusakan reputasi perusahaan asuransi namun terhitung industri secara keseluruhan,” menyadari dia.

Sementara itu, mengenai kerja serupa industri perbankan dan asuransi atau bancassurance, dia membeberkan dua hal yang kudu menjadi perhatian yakni desain product dan tenaga pemasar.

“Pertama, desain product sesuai, target pasarnya seperti apa. Jangan nanti produknya yang sifatnya lazim sanggup dijual kemana saja padahal kami menyadari segmen ini dijual lewat jalur bancassurance,” jelasnya.

Selanjutnya mengenai tenaga pemasarnya. Ahmad Nasrullah meminta pelaku industri edukatif dengan baik dan benar tenaga pemasarnya. Mereka kudu mengatakan sedetail dan setransparan mungkin product yang senang dijual baik berlebihan dan risikonya.

“Karena dari pengaduan-pengaduan yang masuk ke kami khususnya mengenai bancassurance itu hampir sebagian besar mereka katakan tidak dijelaskan secara detail. Yang dijelaskan yang baik-baik saja, yang menjadi kasus pokok dan dispute mereka tidak dijelaskan. Jadi tolong beri informasi yang detail. kami di OJK tersedia unit market conduct, disinilah kami menyaksikan tabiat dari para agen dalam menjajakan product asuransi ke nasabah dikarenakan sebagian kasus besar awal awalannya disini,” tutur dia.

Terkait hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan tiga hal penting yang kudu dilakukan industri perbankan dan asuransi sebelum saat mengadopsi digitalisasi atau Information Technology (IT).

Menurut Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah, ketiga hal berikut adalah, pelaku usaha kudu perhatikan risiko operasional dalam pemakaian IT. Dalam pemakaian digital pelaku usaha kudu perhatikan bahwa IT-nya cukup handal.

“Kita baru saja menerbitkan Peraturan OJK (POJK) berkenaan manajemen risiko IT, tolong benar-benar dipelajari, dipahami dan dilaksanakan. Insya Allah terkecuali dilakukan itu risiko operasional sanggup ditekan seminimal mungkin,” ujar Ahmad Nasrullah dalam webinar Warta Ekonomi bertajuk Collaboratin Digital Banking & Insurance – Synergizing To Survive During & Covid 19 di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Hal kedua yang kudu diperhatikan, kata Ahmad Nasrullah, yakni mengenai cyber crime. Ia meminta, pelaku usaha kudu menegaskan kehandalan sistem yang dipakai agar tidak sanggup dihack, disusupi atau apalagi menjadi fasilitas aktivitas tindak pidana. “Kami mengharapkan sungguh-sungguh sistem IT yang didevelop sanggup sekecil mungkin mencegah potensi cyber crime,” katanya.

Bank Banten Bahas Strategi Digital

Agus Syabarrudin  selaku Direktur Utama Bank Banten mengatakan bahwa kerja sama antara Bank Banten dengan FDS adalah suatu inisiatif di dalam menggerakkan transformasi buat memenuhi keperluan nasabah dan calon nasabah yang bakal gunakan jasa dan layanan Bank Banten. “Di Bank Banten, kami berupaya untuk memenuhi keperluan layanan finansial nasabah. Kami jalankan transformasi untuk sediakan product dan layanan keuangan dan juga mengoptimalkan layanan ke nasabah-nasabah. Kami yakin bahwa, kerja serupa dengan FDS bakal memperoleh nilai lebih [added value] bagi perusahaan,” kata Agus terhadap Jumat (17/9/2021) Agus pun memberikan dengan mempersiapkan pondasi didalam pelaksanaan transformasi dan juga implementasi solusi layanan keuangan yang flexible dan scalable berbasis teknologi.

“Kami memiliki tujuan untuk menegaskan inklusi keuangan yang lebih besar di tempat Banten dan menjadikan Bank Banten lebih berdaya saing tinggi layaknya bank terhadap biasanya di masa yang bakal datang,” jadi Agus. Direktur Utama FDS Sutjahyo Budiman mengatakan bahwa selain transformasi, kerja serupa pada pelaku UMKM dan Bank Banten merupakan poin perlu untuk pengembangan ekosistem keuangan di tempat Banten.

Transformasi di institusi keuangan merupakan kunci keberhasilan untuk menggerakkan langkah ini, agar Bank Banten mampu mewujudkan misinya untuk menambah perekonomi daerah. FDS gunakan AWS untuk penerapan sistem transformasi di Bank Banten. “Sebagai platform yang agen judi slot komprehensif dan diadopsi secara luas di dunia, AWS sediakan layanan yang memungkinkan perusahaan jasa keuangan untuk mempercepat sistem obyek transformasi,” ujar Sutjahyo. Country Manager AWS Indonesia Gunawan Susanto mengatakan AWS sediakan layanan kepada institusi keuangan, perbankan, pembayaran, pasar modal dan asuransi, dengan infrastruktur dan layanan yang safe dan tangguh yang dibutuhkan oleh industri ini, untuk membedakan mereka hari ini dan beradaptasi dengan keperluan yang bakal datang.

“Kami bangga mampu bekerja serupa dengan FDS dan juga membantu Bank Banten didalam menggerakkan sistem untuk memodernisasi infrastrukturnya, memenuhi pergantian tabiat dan permohonan nasabah, dan mendorong pertumbuhan bisnis di Banten dan sekitarnya”, kata Gunawan. Bank Banten mengerti pentingnya transformasi di tiap tiap lini bank, untuk itu mengapa perseroan mengawali pondasi transformasi sejak pas ini. Hal ini dibutuhkan untuk memenuhi keperluan nasabah di masa bakal berkunjung yang bakal terus berubah dan dikehendaki mampu menambah citra positif Bank Banten sebagai instansi keuangan yang berwawasan ke depan.

Selanjutnya, Agus lagi menegaskan pentingnya akselerasi transformasi digital Bank Banten terhadap kesempatan Talkshow Jawara TV Kominfo Provinsi Banten yang dipandu segera Kepala Dinas Kominfo Banten Eneng Nurcahyati dengan Guru Besar Akuntansi Untirta Prof. Dr. Tubagus Ismail selaku narasumber. Pada kedua kesempatan terpisah tersebut, Agus memaparkan langkah jitu perseroan untuk mengawal strategic turnaround Bank Banten yang keliru satunya melalui rekayasa lagi sistem bisnis dengan gunakan pertumbuhan teknologi.

“Saat pandemi Covid-19, keperluan terhadap layanan digital jadi meningkat. Oleh karena itu, suatu badan hukum memerlukan suatu elemen teknologi informasi untuk membantu kekuatan persaingan dan memenuhi keperluan nasabah. Pada tahun 2021, focus suatu badan hukum di jalur teknologi informasi adalah menguatkan kapabilitas komunitas terhadap perbankan digital dan sistem pembayaran yang utuh,” ungkap Agus.

“Adapun inisiatif yang tengah ditunaikan pada lain adalah pengembangan aplikasi dan infrastruktur teknologi informasi untuk membantu peningkatan mutu layanan perbankan secara menyeluruh dan berkelanjutan; melengkapi kebijakan dan prosedur untuk membantu peningkatan mutu tata kelola perusahaan yang baik, terutama di bidang TI mengembangkan dan membantu penguatan sistem pembayaran, baik dari segi keamanan dan kelancaran, dan juga sistem pelaporan dan administrasi jasanya,” pungkas Agus.

Kemendagri Sampaikan Kas Pemerintah Daerah di Perbankan Sudah Dipersiapkan

Kemendagri ( Kementerian Dalam Negeri ) lewat Dirjen ( Direktorat Jenderal ) Bina Keuangan Daerah (Keuda) melangsungkan percakapan online untuk memangkas duit kas pemerintah setempat yang ada di perbankan. Percakapan tersebut diantara Mochamad Ardian Noervianto selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuda Kementerian Dalam Negeri, dengan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Percakapan bertema “Membedah Uang Kas Pemda di Perbankan” tersebut, digelar secara virtual, Kamis (16/9/2021).

“Tapi pada tgl 1 bulan September 2021 duit keluar, duit kas selanjutnya bakal menyusut untuk membantu pengeluaran Pemda setiap bulannya untuk membeli teratur dan mengikat sejumlah, Rp. 42,76T yang terdiri atas gaji dan tunjangan, membeli operasional (Telepon, Air, Listrik, Internet), serta membeli tentang pelayanan publik juga untuk pengeluaran bersifat mendesak yang tidak mampu diprediksi sebelumnya” ujar Ardian.

“Pemda sebetulnya miliki kecenderungan ibaratnya sediakan sejumlah duit untuk mempersiapkan pembayaran gaji ASN-nya, honorernya di satu sampai dua bulan ke depan untuk spare, namun itu bukan sengaja untuk melacak bunga, sekali ulang bukan” katanya.

Hal ini sesuai bersama dengan apa yang diungkapkan oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dan Bima Arya selaku Walikota Bogor di dalam slot online terpercaya waktu percakapan online yang dimaksud. Bahwa Uang Kas Pemerintah Daerah di Perbankan sudah dipersiapkan cocok peruntukannya dan bakal dipergunakan pas pembayaran realisasikan.

Ganjar menjelaskan, alasan mengapa tersedia duit tempat yang mengendap di perbankan. Menurutnya, terhadap awal tahun anggaran terhadap RKUD sudah terdapat saldo mengendap bersifat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun anggaran sebelumnya. Selain itu, tiap-tiap hari penghasilan tempat masuk ke RKUD supaya menaikkan saldo. Di lain sisi, duit yang sudah masuk ke RKUD tidak mampu segera digunakan untuk melakukan pembayaran belanja.

Pasalnya, pelaksanaan program memerlukan sistem dan jangka waktu. Ini cocok bersama dengan Undang- Undang Pembendaharaan Negara terhadap Pasal 21 yang membunyikan, bahwa pembayaran atas beban APBN/APBD tidak dapat diperbuat sebelum barang dan/atau jasa diterima. Selain itu, pembayaran yang mampu dilakukan mendahului prestasi cuma untuk pembayaran duit muka. “Tapi apakah kemudian kami melacak bunga? Enggak mirip sekali,” jelas Ganjar.

Senada bersama dengan Ganjar, Wali Kota Bogor Bima Arya juga mengatakan, tiap-tiap tempat miliki kas yang disimpan di perbankan. Kas selanjutnya untuk menyimpan seluruh penerimaan daerah, dan membayar seluruh pengeluaran daerah. Bima juga menyinggung beraneka faktor yang membawa dampak terdapatnya pengendapan kas tempat di perbankan, keliru satunya sebab miliki SILPA.

“Di Kota Bogor, kami tidak melakukan penyimpanan uang, apalagi untuk memperoleh keuntungan bunga, itu tidak,” jelasnya.

Dia menjelaskan, seumpama pas ini tetap tersedia saldo di perbankan, maka itu bakal digunakan untuk membayar kegiatan terhadap periode akhir tahun ini. Sedangkan Saldo terhadap akhir tahun, bakal dihitung sebagai SiLPA 2022 yang bakal digunakan untuk membiayai kegiatan yang bersifat perlu dan mengikat, layaknya gaji ASN, pembayaran listrik, pengelolaan sampah, dan sebagainya.

Namun, setidaknya Kemendagri merangkum 3 (tiga) model pemungutan yang meningkat, yaitu pemungutan membeli kesehatan, pemungutan pelayanan pemakaman, dan pemungutan pengendalian menara telekomunikasi. Namun demikian, hamper semua bidang PAD lainnya terdampak penurunan, seperti perhotelan dan restoran.

Kondisi layaknya ini diperparah bersama dengan terdapatnya dana transfer pusat yang ikut terkoreksi akibat refocusing dan ketidakpastian realisasi penghasilan tempat yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Begitu penghasilan Pemda terkontraksi, mereka berpikir bagaimana bayar listrik, pelayanan publik, pendidikan dan lain sebagainya, jadi tersedia terkesan pemda menyimpan uang. (Padahal) itu sudah tersedia peruntukannya, tinggal momentum kapan dibayarkan,” tuturnya.

“Sebagai contoh, alokasi membeli modal Pemda di dalam APBD sejumlah 192.32 T atau 15,91 prosen dari total membeli tempat Provinsi dan Kabupaten/Kota, pembayaran atas membeli modal dimaksud miliki tahapan pembayaran cocok kontrak, jadi tidak mampu segera digelondongkan di depan” tegasnya.

“Pada pas pemda butuh, apalagi hari ini sekalipun segera kontek ‘kembalikan uangnya, berkenan kami bayar,’ itu mampu segera dicairkan. Jadi deposito atau di perbankan itu di dalam rangka manajemen kas,” tandasnya.

Prospek Bank BUMN di Tengah Penyampaian Kredit yang Belum Maksimal

Prospek saham dari bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti BTN, BRI, BNI, dan Bank Mandiri bakal terpengaruh oleh sentimen dari penyaluran kredit yang sejauh ini belum perlihatkan progres signifikan. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menyatakan bahwa walau pada kuartal II/2021 perkembangan kredit positif, tapi besarannya tetap belum sepadan bersama dengan perkembangan PDB di periode tersebut. “Apalagi bersama dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan penduduk [PPKM] di kuartal III/2021, membawa dampak tren positif kredit di kuartal II tidak bakal berlanjut,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/9/2021). Menurutnya, hingga bersama sampai pada semester I/2021, perkembangan bottom line terlalu baik walaupun performa tersebut banyak diperjuangkan dari suatu manfaat yang dilakukan. Adapun, dari sisi penghasilan bisnis inti tetap belum memberi tambahan perkembangan signifikan.

“Secara performa top line penghasilan bunga bank BUKU 4 di semester I/2021 tetap flat -0,04 prosen secara tahunan, sementara laba bersih tumbuh 19 persen,” kata Alfred. Dia memberi tambahan bahwa perihal lain yang jadi perhatian adalah bersiap siaga peningkatan risiko kredit yang memiliki masalah atau non-performing loan (NPL), yang sementara ini tetap mengalami kenaikan, yakni per Juli 2021 sebesar 3,35 persen, sedang Maret 2020 sebesar 2,77 persen. “Kondisi ini tentu mengindikasikan penyaluran kredit perbankan tetap loyo karena antisipasi kenaikan NPL ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan merangkum peningkatan kredit perbankan pada akhir bulan Agustus 2021 meningkat di angka 0,55% Year over Year.

Jika dibandingkan bersama dengan akhir th. atau secara year to date (ytd), maka kredit perbankan naik sebesar 1,5 persen. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh penyaluran kredit UMKM dan kredit bisnis rakyat atau KUR. Wimboh Santoso selaku sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan walau secara tahunan dan ytd penyaluran kredit tumbuh pada bulan lalu, tapi jikalau dibandingkan bersama dengan bulan sebelumnya atau month to month (mom) berjalan kontraksi sebesar 0,32 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya masalah Covid-19 di Indonesia dan diterapkannya judi slot online Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Juli dan Agustus. “Kami selamanya percaya bersama dengan dibukanya mobilitas, penyaluran kredit perbankan bakal lebih bagus lagi,” ujar Wimboh di dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (15/9/2021) Wimboh menyatakan hingga bersama dengan Juli 2021, perbankan memberikan kredit sebesar Rp1.439 triliun. Namun, pada sementara yang mirip pelunasan dan pembayaran kredit juga meraih Rp1.332 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo menyatakan rasio kredit punya masalah (non-performing loan/NPL) perbankan tetap perlihatkan peningkatan. Rasio NPL naik pada April jadi 3,18 persen, dari 3,13 prosen pada Maret 2021 dan 2,89 prosen pada April 2020. Empat bank besar nasional tetap kelihatan dalam mendorong kenaikan pencadangan setelah berakhirnya sesi pertama peraturan relaksasi restrukturisasi pinjaman Otoritas Jasa Keuangan pada bulan Maret.

“Dengan perkiraan NPL yang lebih tinggi, kita mungkin bakal memandang penyisihan kerugian pinjaman sambungan pada kuartal II/2021,” katanya riset yang dikutip pada Kamis (10/6/2021).

Dia meneruskan dari empat bank di bawah jangkauannya, cuma BBCA yang melaporkan kenaikan laba bersih bank only, sebesar 8 % year over year, yang didukung oleh pergantian akuntansi pada opex-nya. Laba bersih BBRI pun tercatat flat, sedang laba bersih BMRI dan BBNI masing-masing turun 25 prosen dan 28 prosen YoY. Pendapatan bunga bersih tetap kuat, terlebih didorong oleh ongkos dana yang lebih rendah, agar mengimbangi efek negatif dari perkembangan kredit yang lemah dan penghasilan bunga yang ditangguhkan dari pinjaman yang direstrukturisasi.

Bank Permata (BNLI) Yakin Penyaluran Kredit Akhir Tahun Lebih Cemerlang

PT Bank Permata Tbk.  (BNLI) yakin penyampaian kredit terhadap kuartal 4/2021 dapat lebih baik daripada  kuartal 3. Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menjelaskan dengan adanya PPKM Level 4, secara tidak segera berdampak terhadap usaha SME atau UMKM Bank Permata. Permintaan terhadap utang terhadap kredit UMKM pun mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 mulai. “Karna usaha belum bergerak prima layaknya suasana sebelumnya, jadi keinginan investasi ataupun keperluan modal kerja untuk menjamin perputaran usaha itu masih lumayan lemah dan lambat.

Mariah pun menjelaskan terhadap kuartal II/2021 sebelum adanya PPKM diimplementasikan, Bank Permata lihat tersedia tanda-tanda lebih positif. Jika dilihat dalam keinginan utang di SME terhadap kuartal II meningkat dibandingkan dengan kuartal I sebesar 35 persen.

“Berarti keinginan itu tunjukkan tanda-tanda yang positif. Namun, kecuali kami bandingkan dengan suasana sebelum Covid-19 itu masih lumayan lemah,” ungkap Mariah. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo menjelaskan pertumbuhan kredit terhadap 2021 sudah membaik, khususnya terhadap kuartal I dan kuartal II sudah terjadi peningkatan.

“Namun, sebenarnya terhadap kuartal 3 ini terjadi PPKM tingkat 4 jadi cukup transaksi yang sedikit tertunda, namun in umum jauh sangat bagus dibandingkan dengan tahun lalu. Dari segi sektor sangat banyak yang merasa resah,” ungkap Darwin. Darwin pun menjelaskan judi slot terhadap kuartal III ini sudah banyak industri yang lagi ekspansi layaknya industri food and beverages, telekomunikasi, dan terhitung industri-industri komoditas yang mana dengan adanya kenaikan harga komoditas. Permata Bank yakin kepada kuartal 4/2021 bisa lebih baik daripada kuartal III. “Dan overall 2021 dapat jauh lebih daripada 2020,” tutup Darwin.

PT Bank Permata Tbk. (BNLI) optimistis penyaluran kredit terhadap kuartal IV/2021 dapat lebih baik daripada kuartal III. Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menjelaskan dengan adanya PPKM Level 4, secara tidak segera berdampak terhadap usaha SME atau UMKM Bank Permata. Permintaan terhadap utang terhadap kredit UMKM pun mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 mulai. “Karna usaha belum bergerak prima layaknya suasana sebelumnya, jadi keinginan investasi ataupun keperluan modal kerja untuk menjamin perputaran usaha itu masih lumayan lemah dan lambat. Makanya keinginan terhadap lending masih lambat,” ungkap Djumariah yang sering dipanggil Mariah dalam pertemuan Pubex Virtual terhadap Selasa (14/9/2021).

Mariah pun menjelaskan terhadap kuartal II/2021 sebelum adanya PPKM diimplementasikan, Bank Permata lihat tersedia tanda-tanda lebih positif. Jika dilihat dalam keinginan utang di SME terhadap kuartal II meningkat dibandingkan dengan kuartal I sebesar 35 persen.

“Berarti keinginan itu tunjukkan tanda-tanda yang positif. Namun, kecuali kami bandingkan dengan suasana sebelum Covid-19 itu masih lumayan lemah,” ungkap Mariah. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo menjelaskan pertumbuhan kredit terhadap 2021 sudah membaik, khususnya terhadap kuartal I dan kuartal II sudah terjadi peningkatan.

“Namun, sebetulnya terhadap kuartal III ini terjadi PPKM tingkat 4 menjadi semakin banyak transaksi yang sedikit tertunda, namun in umumnya jauh lebih baik daripada dengan tahun lalu. Dari segi sektor sudah banyak yang merasa resah,” ungkap Darwin.

Darwin pun menjelaskan terhadap kuartal 3 ini sudah banyak sektor yang sedang ekspansi layaknya bidang food and beverages, telekomunikasi, dan terhitung industri-industri komoditas yang mana dengan adanya kenaikan harga komoditas. Bank Permata yaking kepada kuartal 3/2021 dapat lebih baik daripada kuartal III. “Dan overall 2021 dapat jauh lebih daripada 2020,” tutup Darwin.

Kasus Deposito Nasabah Diduga Hilang, Begini Penjelasan BNI (BBNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menyampaikan penjelasan tentang masalah deposito nasabah yang diduga hilang. Sebelumnya, pengusaha yang bernama Andi Idris Manggabarani asal Sulawesi Selatan menyatakan sudah kehilangan uang deposito senilai Rp45 miliar pada simpanan di BNI. Kuasa hukum BNI Ronny L. D Janis pun memberi tambahan respon mengenai dengan pengakuan Kuasa Hukum bernama Syamsul Kamar yang disampaikan kepada media umum pada 10 September 2021, yang menggambarkan bahwa ada kejadian kehilangan dana milik kliennya atas nama Andi Idris Manggabarani dengan jumlah Rp45 miliar. “Sebagaimana diketahui klien kita [BNI] sudah mendapatkan dugaan Pemalsuan Bilyet Deposito di Kantor Cabang Makassar, yang pada lain mengenai dengan bilyet deposito pihak Sdr. Andi Idris Manggabarani, di mana sementara itu diperlihatkan 3 [tiga] bilyet deposito BNI KC Makassar total senilai Rp40 miliar tertanggal 01 Maret 2021,”ujarnya pada Senin (13/9/2021).

Berdasarkan investigasi berasal dari BNI, bilyet deposito berikut tidak pernah dimunculkan oleh Kantor Cabang Makasar dan tidak pernah tercatat pada sistem bank, dan juga tidak ditemukan terdapatnya penyetoran dana nasabah untuk penerbitan deposito tersebut. “Ditinjau bukti dan fakta tersebut, kemungkinan besar deposit tersebut palsu,” lanjutnya. Untuk menjelaskan liga365 terdapatnya dugaan pemalsuan bilyet deposito di Kantor Cabang Makassar tersebut, maka BNI  berkemuan  untuk melaporkan perihal tersebut kepada Bareskrim Polri pada 1 April 2021 supaya mampu mengungkapkan pelaku dan para pihak yang berhubungan dan yang mendapatkan fungsi berasal dari kejadian pidana berikut dan juga mempertanggungjawabkannya secara hukum.

Ronny memberi tambahan untuk menindaklanjuti laporan BNI tersebut, Bareskrim Polri sementara ini tetap jalankan sistem Penyidikan dan udah mengambil keputusan MBS sebagai Tersangka dan juga sudah dilaksanakan penahanan.

Bareskrim Polri, sambungnya, sementara ini juga tengah jalankan pemeriksaan pada pihak-pihak yang dikira terima aliran dana berasal dari peristiwa pidana berikut juga penelitian atas transaksi pada rekening-rekening penerima dana, peranan memicu terang peristiwa pidana ini. “Sehubungan dengan hal tersebut, maka kita meminta supaya semua pihak menghormati dan menanti sistem hukum yang sementara ini tengah berjalan dan menghindar diri untuk memicu pernyataan-pernyataan yang mampu dikategorikan sebagai tindakan pencemaran nama baik dan/atau kabar bohong [hoax] yang mendiskreditkan klien kami,” katanya. Ronny juga mengemukakan bahwa BNI terlalu menghormati tinggi dan berkomitmen untuk merawat dana nasabahnya sesuai prosedur perbankan yang berlaku. Pelayanan klien kita selamanya berjalan normal dan BNI mengapresiasi nasabah yang selamanya setia bertransaksi dengan BNI. Sementara itu, dilansir Tempo.co pada Jumat (10/9/2021), Kuasa Hukum Andi Idris Manggabarani, Syamsul Kamar, menyebutkan hilangnya dana nasabah itu berjalan pada Februari 2021. Adapun, masalah ini baru diungkap sementara ini sehabis manajemen BNI Makassar tak mampu mengembalikan dana nasabah.

Awalnya, nasabah mempertanyakan masalah ini ke BNI Makassar, namun tidak meraih penjelasan yang memuaskan. “Pihak BNI Wilayah 07 Makassar tidak mampu menyebutkan kemana aliran dana tersebut,” ujar Syamsul. BNI lalu membawa masalah ini kepolisian dengan khususnya dahulu melaporkan masalah ini ke Bareskrim Polri dengan nomer laporan S.Pgl/2019/VI/RES.2.2./2021/Dittipideksus. “Setelah itu, pihak kita pada tanggal 9 Juni 2021 memicu laporan ke Polda Sulsel mengenai terdapatnya dugaan kejahatan yang dilaksanakan oleh manajemen Bank BNI” tutur Syamsul. Dari hasil kontrol penyidik Bareskrim Mabes Polri, BNI dikira masuk ke rekening tidak jelas atau rekening illegal dan melanggar SOP dan juga jalankan kejahatan perbankan supaya merugikan nasabah.

Menteri BUMN, Erick Thohir Tetap Semangati Guru dan Murid untuk Kejar Pendidikan

Kesusahan yang ada didalam sistem belajar mengajar semasa pandemi jangan hingga melemahkan dorongan untuk senantiasa menomorsatukan pendidikan. Para guru yang memikul tanggung jawab mempersiapkan generasi penerus didambakan jangan merasa bosan atau jenuh  mendorong para anak didiknya terus meningkatkan pengetahuan dan ilmu. Dorongan dorongan berikut disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir waktu melihat penyerahan pertolongan berasal dari BRI kepada SD Negeri Cikuya III, Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (12/9). BRI sebagai keliru satu BUMN, terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Melalui program CSR BRI Peduli, BRI memberikan pertolongan berupa 1.000 potongan seragam sekolah untuk 10 sekolah dasar.

Selain itu, untuk menaikkan budaya suka membaca untuk sisa juga diberikan pertolongan rak buku, buku bacaan, dan perlengkapan melukis /mewarnai untuk 15 taman membaca masyarakat. Tidak hanya itu, BRI juga menyampaikan tambahan pertolongan seperti mendirikan jembatan penyeberangan sungai untuk mempermudah perjalanan para murid ke sekolah. Dalam kesempatan tersebut, bersamaan Kepala Sekolah SD Cikuya III, Supriyatmo, Menteri BUMN juga melakukan https://slotjokerliga365.com penggelaran berdiskusi bersama dengan para guru. “Saya terobsesi berasal dari almarhum bokap saya, yang merantau berasal dari Sumatera ke Pulau Jawa untuk mengejar pendidikan sebagai pegangan untuk era depan. Oleh sebab itu, saya berpesan, dalam kondisi apapun, jangan abaikan pendidikan. Memang selama pandemi ini seluruhnya mengalami kesulitan, namun percaya pandemi dapat selesai dan generasi muda wajib ayah dan ibu guru selesaikan,” ungkap Menteri BUMN, Erick Thohir.

Dalam pembahasan bersama dengan para tenaga didik tersebut, Erick Thohir juga mencadangkan ide yang terlontar berhubungan dengan kebutuhan sekolah berikut supaya dapat perlengkapan belajar seperti computer untuk belajar secara online. Sebanyak 10 Sekolah Dasar juga menerima bantuan ekstra berasal dari BRI Peduli seperti webcam, laptop, router wi-fi dan projector screen. Sedangkan untuk SD Cikuya III mendapatkan pertolongan perpustakaan digital. “In syaa allah satu per satu ya. Ketika pandemi ini perusahaan BUMN juga turut berjuang dan membantu sektor-sektor yang tak kalah perlu agar kita mampu bangkit kembali, seperti UMKM, kesehatan dan lingkungan hidup. Seperti saya bicarakan, karena pentingnya pendidikan itu, apa yang telah  disampaikan, semoga dapat diwujudkan,” jelasnya.

Dalam momen tersebut, Menteri BUMN juga berkunjung dan melisankan cerita kepada anak- anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Palakota Kreatif, yang berdekatan dengan lokasi SD Cikuya III. Keberadaan TBM di sedang desa tak hanya mendorong program pendidikan yang ada, namun juga menaikkan budaya literasi masyarakat. “Saya berterima kasih kepada para guru, pengiat yang terus mengusahakan agar budaya literasi kita semakin maju. Penghargaan yang tinggi juga saya salurkankepada BRI, atas prinsip dan bersama dengan beraneka ragam program CSR BRI Peduli-nya yang terus beri tambahan solusi dan berikan kemudahan didalam membentuk generasi era depan bersama dengan membantu pendidikan di Indonesia,” ungkapErick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir mendatangi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cikuya, Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (12/9). Ia pun berbincang di depan anak-anak soal pentingnya menggunakan masker saat pandemi Covid-19.

Erick saat tiba di TBM Cikuya mengaku senang karena tingginya kesadaran masyarakat soal membaca terlihat langsung. Saat melihat-lihat situasi TBM Cikuya, Erick pun langsung ditawarin untuk membacakan cerita di hadapan puluhan anak kecil.

Pak menteri bacain kita buku dong, kata seorang anak kecil dengan polos meminta agar Erick membacakan sebuah buku.

OJK: Rasio Kredit UMKM Disesuaikan Kesiapan Bisnis Perbankan

Selaku Ketua OJK Wimboh Santoso ( Dewan Komisioner )meresponin Peraturan Bank Indonesia (PBI) perihal RPIM ( Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial )UMKM, yang mengharuskan perbankan mencapai target 30 persen.

Katanya, apa yang disampaikan BI tersebut memang jadi target nasional, dan bukan jadi target lembaga tertentu. Hanya saja, Wimboh menuturkan, kebijakan itu selalu memperhatikan kesiagaan dan business plan bank masing-masing.

Sekarang ini menurut Wimboh, memang tetap banyak bank-bank yang  pembiayaan jumlah UMKM nya di bawah 30 persen. Sedangkan bank yang meraih di atas 30 persen atau sekitar 34 persen tetap sangat minim.

“Tentu perihal ini tetap kami tinjau. Jika tersedia bank yang telah mencukupi target nasional 30 persen kami dorong. Tapi jika yang selama ini https://slotjokerliga365.com tetap di bawah 30 persen maka sama-sama dijaga agar mampu meraih treshold. Seperti contoh lari, ini sama-sama menjadi startnya,” kata Wimboh didalam konferensi pers perihal Kondisi Terkini Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan Perpanjangan Masa Relaksasi Restrukturisasi Kredit secara virtual, Rabu (8/9/2021).

Target tersebut juga tambah Wimboh, dilatarbelakangi sebab dikala bank membiayai proyek strategis seperti infrastruktur, mining dan lainnya sungguh besar, tapi pembiayaan ke UMKM tetap kecil.

“Sebenarnya ini yang akan jadi sorotan pemerintah, agar UMKM jangan dilupakan,” ujarnya.

Tetapi secara individu bank diatur dan disamakan dengan bisnis modelnya masing-masing bank. “JIka  tersedia bank yang porsi UMKMnya telah besar ya kami dorong terus untuk senantiasa tinggi. Dan jika tersedia bank yang tertentu di sektor korporasi, didorong juga senantiasa fokus seiring dengan penyaluran ke UMKM,” ungkap Wimboh.

Yang paling penting lanjutnya, jangan sampai  karena mencapai target 30 persen UMKM, justru perbankan asal yang penting target terpenuhi, tapi meniadakan kredit di sektor lain, korporasi seandainya jadi tidak tumbuh.

“Jangan sampai karena target 30 persen ini tapi tak membawakan dampak lahirnya entrepreneur-entrepreneur yang super. Jangan hanya sebab mencukupi angka nasional tapi kredit tak membawakan impact,”ungkap Wimboh.

Sebelumnya BI mewajibkan perbankan untuk mencukupi RPIM UMKM sebesar 20 prosen terhadap Juni 2022. Perhitungannya dikerjakan secara bertahap yang kemudian jadi 25 prosen terhadap Juni 2023 dan 30 prosen di Juni 2024.

Perluasan target pembiayaan inklusif tersebut diterapkan sebab UMKM sungguh berperan didalam perekonomian, dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi dan juga pangsa yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), agar UMKM jadi kunci pemulihan ekonomi nasional.

Nantinya, dapat terkandung peringatan bagi bank yang tidak mampu mencapai target RPIM tersebut, yang dapat dimulai dengan peringatan tertulis terlebih dahulu terhadap Juni 2022 dan Desember 2022.

“Peringatan tertulis tersebut juga dapat ditembuskan kepada OJK,” ungkap KDKM Bank Indonesia (BI) Juda Agung.

Jika nantinya peringatan tersebut tidak mampu dipenuhi, Juda menyatakan dapat diberikan peringantan tertulis dan peringatan diharuskan membayar sebesar 0,1 persen dikali nilai kekurangan RPIM (maksimal Rp 5 miliar untuk tiap-tiap posisi pencapaian RPIM), yang dapat diberlakukan sejak Juni 2023.

Namun, peringatan RPIM dapat dikhususkan untuk bank yang tengah dikenakan pembatasan aktivitas bisnis seperti kredit/pembiayaan dan/atau penghimpunan dana oleh OJK, Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI)/Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK), dan juga bank perantara.

Menurut Wimboh, sekarang ini tetap banyak bank yang rasio pembiayaannya kepada UMKM berada di bawah 30 persen berasal dari keseluruhan kredit. Sementara bank yang meraih di atas 30 persen atau sekitar 34 persen tetap sangat kecil agar perlu pemberian supaya target ini mampu tercapai.

Layanan Perbankan Digital yang Semakin Banyak Digunakan Selama Pandemi

Datang langsung ke bank menjadi hal yang cukup dihindari orang-orang selama pandemi, hal ini karena untuk mengurangi kemungkinan dalam penularan virus. Sebab itulah, kini semakin banyak layanan perbankan digital untuk mempermudah nasabah mengurusnya secara online, contohnya saja yakni rekening online, dan sebagainya.

Selain mempermudah dan simple, dengan membuka rekening online juga membutuhkan waktu sebentar saja, bahkan dalam hitungan menit tanpa antri. Pada awalnya layanan ini ditujukan untuk generasi milenial dan anak muda, karena mengambil konsep teknologi yang modern. Namun kini untuk siapa pun tentu boleh saja membuat rekening secara online, ya.

Fasilitas dalam Layanan Perbankan Digital

Meski awalnya terlihat cukup rumit karena pada beberapa orang terkendala oleh jaringan, bahkan sampai sistem yang error, namun kini layanan digital oleh perbankan sudah sangat berkembang cukup baik dan aman.

Hal tersebut tentu juga didukung oleh fasilitas di dalamnya yang memadai dan proses alurnya yang runtut. Nah, untuk fasilitasnya sendiri maka bisa kita lihat bahwa https://slotjokerliga365.com dalam smartphone nantinya dapat memindai kartu identitas, memindai sidik jari, sampai dengan melakukan video banking. Bagi Anda yang baru tahu dan penasaran bagaimana cara memanfaatkan layanan ini, tanpa harus datang ke kantor cabang, berikut beberapa langkahnya!

Langkah Membuat Rekening Online

Yang pertama kita bahas yakni langkah membuat rekening online melalui smartphone maupun ATM. Apabila via smartphone otomatis Anda pun diwajibkan untuk mengunduh terlebih dahulu aplikasi mobile banking, yang tersedia di playstore maupun appstore.

Jangan lupa untuk memastikan terlebih dahulu bahwa bank yang Anda pakai memang sudah memiliki layanan digital ini, ya. Namun biasanya hampir semua bank BUMN dan beberapa bank swasta, sudah ada layanan ini.

Setelah selesai mengunduh aplikasinya, kemudian langsung bisa Anda lanjutkan dengan membuka aplikasi ini dan pilih layanan “Buka Rekening” agar bisa lanjut proses dalam pembukaannya. Setelah itu Anda bisa ikuti petunjuk dan pengarahan sesuai kebijakan bank masing-masing. Tidak lupa juga bila nanti Anda akan disuruh membaca ketentuan dan syarat yang berlaku, sehingga usahakan untuk memahaminya dengan benar.

Apabila memang Anda sudah pasti setuju, maka pilihlah jenis tabungan yang ingin Anda gunakan. Selesai itu, silahkan isi data diri yang biasanya memang diperlukan seperti NIK, dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan, setelah mengisi data diri selesai, maka Anda akan disuruh membuat pin rahasia sebanyak 6 digit, ulangi pin ini dua kali berturut-turut. Dilanjutkan dengan menyiapkan segala yang diperlukan seperti tanda tangan, e-KTP, NPWP, dan lain-lainnya. Kemudian silahkan foto tanda tangan Anda, dan masukan user ID.

Apabila semua berjalan mulus, maka Anda akan segera dihubungkan pada petugas call center bank tersebut, lewat video banking dalam aplikasi. Jika sudah beres, silahkan maka tinggal aktivasi akun mobile banking Anda, lalu semua sudah aktif dan bisa melakukan proses tabungan, transfer uang, dan lain-lain hanya melalui smartphone. Terakhir, jika Anda ingin mengambil kartu ATM, silahkan mengunjungi kantor cabang bank yang terdekat.

Dari cara di atas terlihat begitu mudah, bukan? Namun juga ada hal-hal kecil yang sepele tapi harus diperhatikan ya. Contohnya saja, Anda perlu memastikan pulsa terisi supaya bisa dikirimi kode OTP. Lalu, tidak lupa pastikan jaringan internet bagus dan stabil, khususnya saat proses video call.

Adapun setelah rekening sudah aktif, usahakan cepat lakukan setoran awal terlebih dahulu supaya menghindari penutupan rekening oleh sistem secara otomatis. Bagaimana, apakah sudah paham dari penjelasan singkat di atas? Semoga bermanfaat!

Bank Mandiri Sediakan Aplikasi Digital Baru

PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) tetap menerapkan terobosan buat beri tambahan fasilitas kepada nasabah. Salah satunya fasilitas digital retail bank yang semuanya bisa melayani penuh keperluan nasabah. Itu dikerjakan tidak wajib melakukan konversi jadi bank digital (neobank) layaknya yang ditempuh lebih dari satu bank nasional lainnya.

Bank Mandiri memastikan modal besarnya yang tidak dimiliki perbankan lainnya adalah kumpulan perbankan yang sudah mapan dan dipercaya beragam pihak.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, dalam penyampaian umum belum lama ini perseroan dapat lebih fokus mendorong inovasi digital untuk menaikkan akses nasabah kepada fasilitas dan produk perbankan.

Pada waktu dekat, Livin by Mandiri dapat tetap dinaikkan dan dilengkapi fitur-fiturnya untuk jadi sebuah super app yang bisa memenuhi seluruh keperluan transaksi finansial nasabah ritel khusus bagi dari Mandiri Group.

Rencana besar Bank Mandiri sebagai beyond digital banking selanjutnya salah satunya dicapaikan dengan memunculkan lewat aplikasi super (super app) Livin by Mandiri yang tetap disempurkan dan dilengkapi dari masa ke masa.

Melalui super app ini, nasabah punya banyak pilihan untukmenerapkan seluruh transaksi secara digital lewat satu aplikasi. Super app Bank Mandiri ini rencananya dapat dihadirkan dalam lebih dari satu bulan ke depan.

“Tahun ini, kami telah mendemokan digital platform buat retail banking kami dengan merk Livin by Mandiri, dan kami dapat lanjut memasarkan produk-produk dan fasilitas yang terintegrasi digital via Livin,” ungkap Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri Tbk dalam penyampaiannya.

Lewat pengembangan produk dan fasilitas yang terintegrasi di dalam super app ini, nantinya Livin by Mandiri dapat jadi satu fasilitas digital bank yang terintegrasi.

Saat ini, Bank Mandiri termasuk sudah mengembangkan fasilitas dan produk perbankan paling baik lewat Mandiri Digital guna melengkapi beragam https://slotjokerliga365.com keperluan nasabah retail dan korporasi. Untuk nasabah retail menjangkau fasilitas membuka rekening online, aplikasi Livin by Mandiri, kartu prabayar Mandiri e-Money, serta fasilitas informasi tentang kecerdasan buatan Mandiri Intelligent Assistant (MITA).

Sedangkan untuk nasabah korporasi, mencakup Mandiri Cash Management (MCM), Mandiri Internet Bisnis (MIB), Mandiri Global Trade, Mandiri Financial Supply Chain Management (FSCM) dan Mandiri Application Programming Interface (API).

“Dalam grup kami, seandainya tersedia perusahaan asuransi, tersedia Mandiri Sekuritas untuk yang mengdambakan jual-beli saham, lantas yang berminat membeli Reksadana lewat Mandiri Manajemen Investasi, dan lain-lain. Semua fasilitas itu selanjutnya dapat diintegrasikan lewat super app Livin by Mandiri, termasuk termasuk nanti perihal private banking, credit card business, dan yang lain, sehingga di super app kami bisa melakukan belanja, pembayaran, investasi, dan yang lain,” ujar Ahmad Siddik.

SVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi dengan terpisah menyongsong baik inisiatif baru Bank Indonesia dalam menerapkan pilot project QRIS lintas negara dengan penerapan SNAP (Standarisasi Open Application Programming Interfaces) sebab berpotensi menaikkan transaksi digital lewat aplikasi Livin di bidang ekonomi dan pariwisata. Dengan SNAP, wisatawan Indonesia di luar negeri atau wisatawan mancanegara di Indonesia dapat makin lama ringan mengfungsikan duit elektronik yang diluncurkan di negara yang dikunjunginya.

“Nantinya, wisatawan Indonesia dapat makin lama gampang melakukan transaksi QR lewat aplikasi Livin di negara-negara yang telah bekerja sama. Sebaliknya wisatawan mancanegara akan dimudahkan melakukan pembayaran melalui scan QRIS di merchant-merchant Bank Mandiri yang tersedia di Indonesia,” ujarnya.

Dampak positif digitalisasi yang all-out dari Bank Mandiri ini terbukti mampu membangkitkan perseroan jadi lebih agile dalam menangani dampak negatif pandemi Covid-19 sejak awal Maret tahun 2020 lalu. Hal ini tercermin dari kebolehan perseroan dalam menggapai performa positif pada paruh pertama tahun 2021 ini.

Perkembangan transaksi digital Bank Mandiri turut jadi penopang kenaikan pendapatan margin usaha ke depan. Berdasarkan informasi kinerja semester I-2021, pemanfaatan aplikasi Livin by Mandiri meningkat cepat menggapai 7,8 juta nasabah dengan jumlah transaksi finansial sebesar Rp 728,9 triliun. Ini berarti terjadi perkembangan 59% dibandingkan periode yang mirip tahun lalu.