Prospek Bank BUMN di Tengah Penyampaian Kredit yang Belum Maksimal

Prospek saham dari bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti BTN, BRI, BNI, dan Bank Mandiri bakal terpengaruh oleh sentimen dari penyaluran kredit yang sejauh ini belum perlihatkan progres signifikan. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menyatakan bahwa walau pada kuartal II/2021 perkembangan kredit positif, tapi besarannya tetap belum sepadan bersama dengan perkembangan PDB di periode tersebut. “Apalagi bersama dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan penduduk [PPKM] di kuartal III/2021, membawa dampak tren positif kredit di kuartal II tidak bakal berlanjut,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/9/2021). Menurutnya, hingga bersama sampai pada semester I/2021, perkembangan bottom line terlalu baik walaupun performa tersebut banyak diperjuangkan dari suatu manfaat yang dilakukan. Adapun, dari sisi penghasilan bisnis inti tetap belum memberi tambahan perkembangan signifikan.

“Secara performa top line penghasilan bunga bank BUKU 4 di semester I/2021 tetap flat -0,04 prosen secara tahunan, sementara laba bersih tumbuh 19 persen,” kata Alfred. Dia memberi tambahan bahwa perihal lain yang jadi perhatian adalah bersiap siaga peningkatan risiko kredit yang memiliki masalah atau non-performing loan (NPL), yang sementara ini tetap mengalami kenaikan, yakni per Juli 2021 sebesar 3,35 persen, sedang Maret 2020 sebesar 2,77 persen. “Kondisi ini tentu mengindikasikan penyaluran kredit perbankan tetap loyo karena antisipasi kenaikan NPL ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan merangkum peningkatan kredit perbankan pada akhir bulan Agustus 2021 meningkat di angka 0,55% Year over Year.

Jika dibandingkan bersama dengan akhir th. atau secara year to date (ytd), maka kredit perbankan naik sebesar 1,5 persen. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh penyaluran kredit UMKM dan kredit bisnis rakyat atau KUR. Wimboh Santoso selaku sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan walau secara tahunan dan ytd penyaluran kredit tumbuh pada bulan lalu, tapi jikalau dibandingkan bersama dengan bulan sebelumnya atau month to month (mom) berjalan kontraksi sebesar 0,32 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya masalah Covid-19 di Indonesia dan diterapkannya judi slot online Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Juli dan Agustus. “Kami selamanya percaya bersama dengan dibukanya mobilitas, penyaluran kredit perbankan bakal lebih bagus lagi,” ujar Wimboh di dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (15/9/2021) Wimboh menyatakan hingga bersama dengan Juli 2021, perbankan memberikan kredit sebesar Rp1.439 triliun. Namun, pada sementara yang mirip pelunasan dan pembayaran kredit juga meraih Rp1.332 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo menyatakan rasio kredit punya masalah (non-performing loan/NPL) perbankan tetap perlihatkan peningkatan. Rasio NPL naik pada April jadi 3,18 persen, dari 3,13 prosen pada Maret 2021 dan 2,89 prosen pada April 2020. Empat bank besar nasional tetap kelihatan dalam mendorong kenaikan pencadangan setelah berakhirnya sesi pertama peraturan relaksasi restrukturisasi pinjaman Otoritas Jasa Keuangan pada bulan Maret.

“Dengan perkiraan NPL yang lebih tinggi, kita mungkin bakal memandang penyisihan kerugian pinjaman sambungan pada kuartal II/2021,” katanya riset yang dikutip pada Kamis (10/6/2021).

Dia meneruskan dari empat bank di bawah jangkauannya, cuma BBCA yang melaporkan kenaikan laba bersih bank only, sebesar 8 % year over year, yang didukung oleh pergantian akuntansi pada opex-nya. Laba bersih BBRI pun tercatat flat, sedang laba bersih BMRI dan BBNI masing-masing turun 25 prosen dan 28 prosen YoY. Pendapatan bunga bersih tetap kuat, terlebih didorong oleh ongkos dana yang lebih rendah, agar mengimbangi efek negatif dari perkembangan kredit yang lemah dan penghasilan bunga yang ditangguhkan dari pinjaman yang direstrukturisasi.

Bank Mandiri Sediakan Aplikasi Digital Baru

PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) tetap menerapkan terobosan buat beri tambahan fasilitas kepada nasabah. Salah satunya fasilitas digital retail bank yang semuanya bisa melayani penuh keperluan nasabah. Itu dikerjakan tidak wajib melakukan konversi jadi bank digital (neobank) layaknya yang ditempuh lebih dari satu bank nasional lainnya.

Bank Mandiri memastikan modal besarnya yang tidak dimiliki perbankan lainnya adalah kumpulan perbankan yang sudah mapan dan dipercaya beragam pihak.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, dalam penyampaian umum belum lama ini perseroan dapat lebih fokus mendorong inovasi digital untuk menaikkan akses nasabah kepada fasilitas dan produk perbankan.

Pada waktu dekat, Livin by Mandiri dapat tetap dinaikkan dan dilengkapi fitur-fiturnya untuk jadi sebuah super app yang bisa memenuhi seluruh keperluan transaksi finansial nasabah ritel khusus bagi dari Mandiri Group.

Rencana besar Bank Mandiri sebagai beyond digital banking selanjutnya salah satunya dicapaikan dengan memunculkan lewat aplikasi super (super app) Livin by Mandiri yang tetap disempurkan dan dilengkapi dari masa ke masa.

Melalui super app ini, nasabah punya banyak pilihan untukmenerapkan seluruh transaksi secara digital lewat satu aplikasi. Super app Bank Mandiri ini rencananya dapat dihadirkan dalam lebih dari satu bulan ke depan.

“Tahun ini, kami telah mendemokan digital platform buat retail banking kami dengan merk Livin by Mandiri, dan kami dapat lanjut memasarkan produk-produk dan fasilitas yang terintegrasi digital via Livin,” ungkap Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri Tbk dalam penyampaiannya.

Lewat pengembangan produk dan fasilitas yang terintegrasi di dalam super app ini, nantinya Livin by Mandiri dapat jadi satu fasilitas digital bank yang terintegrasi.

Saat ini, Bank Mandiri termasuk sudah mengembangkan fasilitas dan produk perbankan paling baik lewat Mandiri Digital guna melengkapi beragam https://slotjokerliga365.com keperluan nasabah retail dan korporasi. Untuk nasabah retail menjangkau fasilitas membuka rekening online, aplikasi Livin by Mandiri, kartu prabayar Mandiri e-Money, serta fasilitas informasi tentang kecerdasan buatan Mandiri Intelligent Assistant (MITA).

Sedangkan untuk nasabah korporasi, mencakup Mandiri Cash Management (MCM), Mandiri Internet Bisnis (MIB), Mandiri Global Trade, Mandiri Financial Supply Chain Management (FSCM) dan Mandiri Application Programming Interface (API).

“Dalam grup kami, seandainya tersedia perusahaan asuransi, tersedia Mandiri Sekuritas untuk yang mengdambakan jual-beli saham, lantas yang berminat membeli Reksadana lewat Mandiri Manajemen Investasi, dan lain-lain. Semua fasilitas itu selanjutnya dapat diintegrasikan lewat super app Livin by Mandiri, termasuk termasuk nanti perihal private banking, credit card business, dan yang lain, sehingga di super app kami bisa melakukan belanja, pembayaran, investasi, dan yang lain,” ujar Ahmad Siddik.

SVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi dengan terpisah menyongsong baik inisiatif baru Bank Indonesia dalam menerapkan pilot project QRIS lintas negara dengan penerapan SNAP (Standarisasi Open Application Programming Interfaces) sebab berpotensi menaikkan transaksi digital lewat aplikasi Livin di bidang ekonomi dan pariwisata. Dengan SNAP, wisatawan Indonesia di luar negeri atau wisatawan mancanegara di Indonesia dapat makin lama ringan mengfungsikan duit elektronik yang diluncurkan di negara yang dikunjunginya.

“Nantinya, wisatawan Indonesia dapat makin lama gampang melakukan transaksi QR lewat aplikasi Livin di negara-negara yang telah bekerja sama. Sebaliknya wisatawan mancanegara akan dimudahkan melakukan pembayaran melalui scan QRIS di merchant-merchant Bank Mandiri yang tersedia di Indonesia,” ujarnya.

Dampak positif digitalisasi yang all-out dari Bank Mandiri ini terbukti mampu membangkitkan perseroan jadi lebih agile dalam menangani dampak negatif pandemi Covid-19 sejak awal Maret tahun 2020 lalu. Hal ini tercermin dari kebolehan perseroan dalam menggapai performa positif pada paruh pertama tahun 2021 ini.

Perkembangan transaksi digital Bank Mandiri turut jadi penopang kenaikan pendapatan margin usaha ke depan. Berdasarkan informasi kinerja semester I-2021, pemanfaatan aplikasi Livin by Mandiri meningkat cepat menggapai 7,8 juta nasabah dengan jumlah transaksi finansial sebesar Rp 728,9 triliun. Ini berarti terjadi perkembangan 59% dibandingkan periode yang mirip tahun lalu.