Bank Permata (BNLI) Yakin Penyaluran Kredit Akhir Tahun Lebih Cemerlang

PT Bank Permata Tbk. ¬†(BNLI) yakin penyampaian kredit terhadap kuartal 4/2021 dapat lebih baik daripada ¬†kuartal 3. Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menjelaskan dengan adanya PPKM Level 4, secara tidak segera berdampak terhadap usaha SME atau UMKM Bank Permata. Permintaan terhadap utang terhadap kredit UMKM pun mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 mulai. “Karna usaha belum bergerak prima layaknya suasana sebelumnya, jadi keinginan investasi ataupun keperluan modal kerja untuk menjamin perputaran usaha itu masih lumayan lemah dan lambat.

Mariah pun menjelaskan terhadap kuartal II/2021 sebelum adanya PPKM diimplementasikan, Bank Permata lihat tersedia tanda-tanda lebih positif. Jika dilihat dalam keinginan utang di SME terhadap kuartal II meningkat dibandingkan dengan kuartal I sebesar 35 persen.

“Berarti keinginan itu tunjukkan tanda-tanda yang positif. Namun, kecuali kami bandingkan dengan suasana sebelum Covid-19 itu masih lumayan lemah,” ungkap Mariah. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo menjelaskan pertumbuhan kredit terhadap 2021 sudah membaik, khususnya terhadap kuartal I dan kuartal II sudah terjadi peningkatan.

“Namun, sebenarnya terhadap kuartal 3 ini terjadi PPKM tingkat 4 jadi cukup transaksi yang sedikit tertunda, namun in umum jauh sangat bagus dibandingkan dengan tahun lalu. Dari segi sektor sangat banyak yang merasa resah,” ungkap Darwin. Darwin pun menjelaskan judi slot terhadap kuartal III ini sudah banyak industri yang lagi ekspansi layaknya industri food and beverages, telekomunikasi, dan terhitung industri-industri komoditas yang mana dengan adanya kenaikan harga komoditas. Permata Bank yakin kepada kuartal 4/2021 bisa lebih baik daripada kuartal III. “Dan overall 2021 dapat jauh lebih daripada 2020,” tutup Darwin.

PT Bank Permata Tbk. (BNLI) optimistis penyaluran kredit terhadap kuartal IV/2021 dapat lebih baik daripada kuartal III. Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menjelaskan dengan adanya PPKM Level 4, secara tidak segera berdampak terhadap usaha SME atau UMKM Bank Permata. Permintaan terhadap utang terhadap kredit UMKM pun mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 mulai. “Karna usaha belum bergerak prima layaknya suasana sebelumnya, jadi keinginan investasi ataupun keperluan modal kerja untuk menjamin perputaran usaha itu masih lumayan lemah dan lambat. Makanya keinginan terhadap lending masih lambat,” ungkap Djumariah yang sering dipanggil Mariah dalam pertemuan Pubex Virtual terhadap Selasa (14/9/2021).

Mariah pun menjelaskan terhadap kuartal II/2021 sebelum adanya PPKM diimplementasikan, Bank Permata lihat tersedia tanda-tanda lebih positif. Jika dilihat dalam keinginan utang di SME terhadap kuartal II meningkat dibandingkan dengan kuartal I sebesar 35 persen.

“Berarti keinginan itu tunjukkan tanda-tanda yang positif. Namun, kecuali kami bandingkan dengan suasana sebelum Covid-19 itu masih lumayan lemah,” ungkap Mariah. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo menjelaskan pertumbuhan kredit terhadap 2021 sudah membaik, khususnya terhadap kuartal I dan kuartal II sudah terjadi peningkatan.

“Namun, sebetulnya terhadap kuartal III ini terjadi PPKM tingkat 4 menjadi semakin banyak transaksi yang sedikit tertunda, namun in umumnya jauh lebih baik daripada dengan tahun lalu. Dari segi sektor sudah banyak yang merasa resah,” ungkap Darwin.

Darwin pun menjelaskan terhadap kuartal 3 ini sudah banyak sektor yang sedang ekspansi layaknya bidang food and beverages, telekomunikasi, dan terhitung industri-industri komoditas yang mana dengan adanya kenaikan harga komoditas. Bank Permata yaking kepada kuartal 3/2021 dapat lebih baik daripada kuartal III. “Dan overall 2021 dapat jauh lebih daripada 2020,” tutup Darwin.

Kenali 5 Aplikasi Bank Digital Paling Popular di Indonesia

Belakangan ini, pertumbuhan bank digital semakin subur di Indonesia. Hal ini tidak lain berkat media serta gencarnya promosi yang dilakukan oleh pihak bank terkait, sehingga masyarakat menjadi cepat akrab dengan istilah yang satu ini. Banyak sekali penawaran yang membuat masyarakat semakin tertarik untuk menggunakannya. Mulai dari bebas admin bulanan, pembukaan rekening secara online, tidak ada setoran awal, dan beberapa keuntungan lain yang tidak diberikan oleh bank konvensional. Lantas, apa saja aplikasi digital bank yang kini paling popular di Indonesia?

Ini Dia, 5 Aplikasi Bank Digital Paling Popular di Indonesia

1. TMRW by UOB

Pada Januari 2020, anak dari Bank UOB Indonesia ini resmi dirilis dan bisa mulai digunakan oleh masyarakat. Hal ini menjadikan TRMW sebagai salah satu digital bank paling muda di Indonesia. Sampai saat ini, jumlah pengguna aplikasi TRMW pun https://slotjokerliga365.com semakin meningkat. Salah satu fitur paling menonjol dari aplikasi ini adalah chat in app. Fitur tersebut merupakan sarana komunikasi antara agen bank dengan nasabah. Bahkan, nasabah juga dapat melakukan panggilan telepon, sehingga berbagai kendala yang dialami oleh nasabah bisa diselesaikan dengan lebih cepat.

2. Jenius by BTPN

BTPN juga ikut meramaikan persaingan digital banking di Indonesia. Banyak sekali kemudahan yang ditawarkan, sehingga membuat namanya kian bersinar. Salah satu fitur andalan adalah kartu debit yang bisa difungsikan untuk aktivitas berbelanja layaknya kartu kredit menggunakan saldo yang ada di rekening tersebut. Selain itu, keunggulan lainnya dari aplikasi ini adalah memberikan kemudahan dalam hal verifikasi. Layanan pelanggan juga cukup baik karena bisa dilakukan melalui live chat, email, bahkan telepon.

3. Digibank by DBS Bank

Sejauh ini, Digibank memberikan banyak tawaran dan program yang tidak kalah menarik dengan dua bank digital sebelumnya. Pada aplikasi ini, pengguna bisa melakukan transaksi lewat ATM secara gratis. Banyak sekali penawaran program yang berhasil menarik minat anak muda. Mulai dari top-up, cashback belanja, hingga potongan harga di berbagai kios atau toko yang telah bekerjasama dengan aplikasi Digibank. Proses verifikasi yang cukup mudah juga membuat banyak orang tertarik untuk menggunakannya.

4. BCA Mobile by BCA

Sebelumnya, BCA telah sukses meluncurkan layanan kartu debit Xpressi yang tidak perlu menggunakan tabungan, melainkan hanya menggunakan aplikasi saja. Kali ini, BCA kembali meluncurkan produk digital bernama BCA Mobile. Salah satu penawaran yang diberikan adalah layanan membuka rekening lewat aplikasi di ponsel. Selain banyak menawarkan produk, proses verifikasi yang harus dilakukan oleh nasabah juga sangat mudah dilakukan. Bahkan, nasabah bisa melakukan video call bersama customer service yang siap melayani selama 24 jam.

5. PertamaMobile X by Bank Pertama

Sebelumnya, layanan digital ini bernama Permatame. Setelah berganti nama menjadi PertamaMobile, semakin banyak produk dan fitur unggulan yang ditawarkan. Bahkan, produk-produk tersebut berhasil mencuri perhatian anak muda untuk ikut bertransaksi menggunakan tabungan digita ini. Banyak sekali promo yang ditawarkan. Mulai dari promo belanja online, transportasi, serta nonton bioskop. Layanan customer service juga sangat memuaskan karena menyediakan beragam layanan mulai dari chat hingga video call.

Itulah 5 aplikasi bank digital yang paling popular di Indonesia. Setiap aplikasi digital banking tersebut menawarkan berbagai produk atau program yang siap memanjakan para nasabahnya. Karena banyaknya program menarik yang ditawarkan, maka tidak heran jika jumlah nasabah digital banking semakin meningkat. Anda pun bisa mencobanya untuk mendapatkan berbagai manfaat yang tidak didapatkan dari bank konvensional.