Daftar Suku Bunga Deposito Terupdate BRI, BNI, Mandiri dan BCA

Deposito perbankan bakal digemari meskipun bunga deposito tetap menyusut. Berdasarkan data Bank Indonesia, simpanan berjangka tumbuh 1,5 persen secara tahun ke tahun terhadap Agustus 2021, menjadi Rp2.724,4 triliun. Dari segi suku bunga simpanan, kebanyakan tertimbang suku bunga simpanan berjangka mengalami penurunan terhadap nyaris seluruh tipe tenor.

Suku bunga simpanan berjangka tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan menurun, berasal dari tiap-tiap 3,42 persen, 3,56 persen, 3,91 persen, dan 4,59 persen terhadap Juli 2021 menjadi 3,34 persen, 3,5 persen, 3,83 persen, dan 4,42 persen terhadap Agustus 2021.

Sejumlah bank besar terhitung diketahui udah memangkas suku bunga deposito terhadap paruh kedua tahun ini. Berikut suku bunga deposito yang ditawarkan sejumlah bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.  1. Bank Mandiri (BMRI) PT Bank Mandiri ( Persero ) menetapkan suku bunga deposito terbaru yang berlaku sejak 20 September 2021. Suku bunga deposito rupiah bersama dengan nilai jasa dibayar bulanan dan waktu  ditetapkan sebesar 2,70 % setiap tahun.

Suku bunga itu berlaku untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan. Adapun suku bunga deposito untuk tenor 6 bulan dan 12 bulan tidak beralih berasal dari yang berlaku pada mulanya yakni 2,75 persen. 2. BRI Bank BRI tawarkan suku bunga deposito rupiah sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga selanjutnya berlaku untuk simpanan bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan. Sementara itu nilai jasa deposito ditetapkan sebesar 2,85% setiap tahun untuk simpanan bersama dengan jangka waktu 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan. 3. BCA Bank BCA menetapkan jasa nilai deposito rupiah di level 2,68 % setiap tahun. Suku bunga selanjutnya berlaku untuk seluruh tier simpanan dan tenor.

Suku bunga deposito terbaru berlaku efektif jadi 16 September 2021. Besaran suku bunga ini menurun 12 basis poin berasal dari bunga deposito yang berlaku sejak 19 Juli 2021 sebesar 2,80 persen. 4. BNI BNI terhitung melaksanakan penyesuaian suku bunga deposito, khususnya untuk tenor 1 dan 3 bulan, terhadap pertengahan Agustus kemarin. Suku bunga simpanan agen judi slot berjangka di dalam wujud rupiah untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan dipatok sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga ini berlaku efektif jadi 16 Agustus 2021. Besaran suku bunga itu menurun 10 basis poin berasal dari pada mulanya sebesar 2,85 persen yang berlaku jadi 13 April 2021. Adapun, suku bunga deposito untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tetap dipatok 2,85 % atau tidak beralih berasal dari yang berlaku sebelumnya.

Tren penurunan suku bunga deposito mata uang rupiah di perbankan tetap tetap berlajut. Penyesuaian nilai jasa deposito udah digambarkan LPS ( Lembaga Penjamin Simpanan ) di dalam laporan indikator likuiditas terhadap Agustus 2021. LPS memberikan gambar gambar jasa atau nilai simpanan diprediksikan tetap akan berlanjut bersama dengan pergerakan terbatas masuk ke dalam kuartal III/2021, bersamaan bersama dengan situasi likuiditas yang longgar. Langkah anjloknya nilai jasa simpanan bakal tetap dilupakan oleh perbankan di dalam rangka menjaga spread net interest margin supaya bank mampu melakukan perbaikan segi profitabilitas. Bagi kamu yang dambakan menaruh dan uang di deposito perbankan, ada baiknya  mengintai nilai bunga yang diberikan oleh 4 nama bank besar, yakni Mandiri, Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Berikut rinciannya:

BCA

Bank BCA  ( Bank Central Asia ) sangat aktif memotong jasa bunga deposito rupiah dari semua bank besar lainnya. Selama periode September 2021, perseroan udah melaksanakan penyesuaian bunga deposito sebanyak dua kali. Berdasarkan beranda resminya, BCA menentukan nilai jasa deposito terbaru sebesar 2,68% setiap tahun yang berlaku untuk semua tenor dan simpanan. Suku bunga deposito selanjutnya berlaku efektif 16 September 2021.

Mata Uang Suku Bunga (%pa) / Jangka Waktu (bulan)
1 3 6 12
IDR < 2M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 2M – < 5M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 5M – < 10M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 10M – < 25M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 25M – < 100M 2,68 2,68 2,68 2,68
IDR ≥ 100M 2,68 2,68 2,68 2,68

Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. kembali melaksanakan penyesuaian suku bunga deposito, yang jadi berlaku terhadap Senin (20/9/2021). Dikutip berasal dari web site formal perseroan terhadap Minggu (19/9/2021), suku bunga deposito rupiah bersama dengan bunga dibayar setiap bulannya dan jatuh tempo untuk jangka waktu 1 bulan dan 3 bulan ditetapkan sebesar 2,70 %, turun 5 basis poin berasal dari sebelumnya, yakni 2,75 persen. Sementara itu, untuk tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tidak mengalami pergantian atau bertahan di angka 2,75 %. Sebelumnya, terhadap Agustus 2021, Bank Mandiri menetapkan nilai jasa deposito rupiah bersama dengan pembayaran bunga bulanan dan jatuh waktu ditetapkan sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga ini berlaku untuk seluruh nominal dan tenor. Besaran suku bunga selanjutnya tercatat menurun 10 basis poin berasal dari pada mulanya sebesar 2,85 persen, yang berlaku jadi 25 Maret 2021.

Tier Tenor (bulan)*
1 3 6 12 24
< Rp 100 Juta 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 100 Juta s.d. < 1 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 1 M s.d. < 2 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 2 M s.d. < 5 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75
≥ Rp 5 M 2.70 2.70 2.75 2.75 2.75

BNI

Dikutip berasal dari web site formal perseroan, suku bunga simpanan berjangka di dalam wujud rupiah untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 1 dan 3 bulan dipatok sebesar 2,75 % setiap tahun. Suku bunga BNI ini berlaku efektif jadi 16 Agustus 2021. Besaran suku bunga itu menurun 10 basis poin berasal dari pada mulanya sebesar 2,85% yang berlaku jadi 13 April 2021. Adapun suku bunga deposito untuk seluruh nominal bersama dengan tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tetap dipatok 2,85 persen atau tidak beralih berasal dari yang berlaku sebelumnya.

Rupiah 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan 24 Bulan
< Rp 100 Juta 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 100 Juta – < Rp 1 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 1 Miliar – < Rp 5 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 5 Miliar – < Rp 50 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
≥ Rp 50 Miliar – ≤ Rp 100 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%
> Rp 100 Miliar 2.75% 2.75% 2.85% 2.85% 2.85%

BRI

Bank BRI tawarkan suku bunga deposito rupiah sebesar 2,90 % setiap tahun. Namun, nilai jasa sebanyak 2,90 % setiap tahun ini berlaku untuk simpanan berjangka waktu 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan. Sementara, untuk deposito mata uang rupiah berjangka 1 dan 3 bulan dipatok bunga sebesar 2,75 % setiap tahun.

Nominal 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan 24 Bulan 36 Bulan
<Rp100 juta 2,75% 2,75% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9%
Rp100 juta-<Rp2 miliar 2,75% 2,75% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9%
>Rp2 miliar 2,75% 2,75% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9%

Sumber https://finansial.bisnis.com/

Prospek Bank BUMN di Tengah Penyampaian Kredit yang Belum Maksimal

Prospek saham dari bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti BTN, BRI, BNI, dan Bank Mandiri bakal terpengaruh oleh sentimen dari penyaluran kredit yang sejauh ini belum perlihatkan progres signifikan. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menyatakan bahwa walau pada kuartal II/2021 perkembangan kredit positif, tapi besarannya tetap belum sepadan bersama dengan perkembangan PDB di periode tersebut. “Apalagi bersama dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan penduduk [PPKM] di kuartal III/2021, membawa dampak tren positif kredit di kuartal II tidak bakal berlanjut,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/9/2021). Menurutnya, hingga bersama sampai pada semester I/2021, perkembangan bottom line terlalu baik walaupun performa tersebut banyak diperjuangkan dari suatu manfaat yang dilakukan. Adapun, dari sisi penghasilan bisnis inti tetap belum memberi tambahan perkembangan signifikan.

“Secara performa top line penghasilan bunga bank BUKU 4 di semester I/2021 tetap flat -0,04 prosen secara tahunan, sementara laba bersih tumbuh 19 persen,” kata Alfred. Dia memberi tambahan bahwa perihal lain yang jadi perhatian adalah bersiap siaga peningkatan risiko kredit yang memiliki masalah atau non-performing loan (NPL), yang sementara ini tetap mengalami kenaikan, yakni per Juli 2021 sebesar 3,35 persen, sedang Maret 2020 sebesar 2,77 persen. “Kondisi ini tentu mengindikasikan penyaluran kredit perbankan tetap loyo karena antisipasi kenaikan NPL ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan merangkum peningkatan kredit perbankan pada akhir bulan Agustus 2021 meningkat di angka 0,55% Year over Year.

Jika dibandingkan bersama dengan akhir th. atau secara year to date (ytd), maka kredit perbankan naik sebesar 1,5 persen. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh penyaluran kredit UMKM dan kredit bisnis rakyat atau KUR. Wimboh Santoso selaku sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan walau secara tahunan dan ytd penyaluran kredit tumbuh pada bulan lalu, tapi jikalau dibandingkan bersama dengan bulan sebelumnya atau month to month (mom) berjalan kontraksi sebesar 0,32 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya masalah Covid-19 di Indonesia dan diterapkannya judi slot online Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Juli dan Agustus. “Kami selamanya percaya bersama dengan dibukanya mobilitas, penyaluran kredit perbankan bakal lebih bagus lagi,” ujar Wimboh di dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (15/9/2021) Wimboh menyatakan hingga bersama dengan Juli 2021, perbankan memberikan kredit sebesar Rp1.439 triliun. Namun, pada sementara yang mirip pelunasan dan pembayaran kredit juga meraih Rp1.332 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo menyatakan rasio kredit punya masalah (non-performing loan/NPL) perbankan tetap perlihatkan peningkatan. Rasio NPL naik pada April jadi 3,18 persen, dari 3,13 prosen pada Maret 2021 dan 2,89 prosen pada April 2020. Empat bank besar nasional tetap kelihatan dalam mendorong kenaikan pencadangan setelah berakhirnya sesi pertama peraturan relaksasi restrukturisasi pinjaman Otoritas Jasa Keuangan pada bulan Maret.

“Dengan perkiraan NPL yang lebih tinggi, kita mungkin bakal memandang penyisihan kerugian pinjaman sambungan pada kuartal II/2021,” katanya riset yang dikutip pada Kamis (10/6/2021).

Dia meneruskan dari empat bank di bawah jangkauannya, cuma BBCA yang melaporkan kenaikan laba bersih bank only, sebesar 8 % year over year, yang didukung oleh pergantian akuntansi pada opex-nya. Laba bersih BBRI pun tercatat flat, sedang laba bersih BMRI dan BBNI masing-masing turun 25 prosen dan 28 prosen YoY. Pendapatan bunga bersih tetap kuat, terlebih didorong oleh ongkos dana yang lebih rendah, agar mengimbangi efek negatif dari perkembangan kredit yang lemah dan penghasilan bunga yang ditangguhkan dari pinjaman yang direstrukturisasi.