Sebelum jualan secara digital, ada 3 Wejangan OJK untuk Bank dan Asuransi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan tersedia tiga hal penting yang kudu dilakukan industri perbankan dan asuransi sebelum saat mengadopsi digitalisasi atau Information Technology (IT). Seperti diketahui, digitalisasi sendiri sementara ini menjadi keharusan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2A OJK, Ahmad Nasrullah menyebutkan, pertama, pelaku usaha kudu perhatikan risiko operasional dalam pemakaian IT. Dalam pemakaian digital pelaku usaha kudu perhatikan bahwa IT-nya cukup handal.

“Kita baru saja menerbitkan Peraturan OJK (POJK) berkenaan manajemen risiko IT, tolong benar-benar dipelajari, dipahami dan dilaksanakan. Insya Allah terkecuali dilakukan itu risiko operasional sanggup ditekan seminimal mungkin,” ujar Ahmad di Jakarta, Senin (13/9).

Hal kedua yang kudu diperhatikan ialah mengenai cyber crime. Dia meminta, pelaku usaha kudu menegaskan keandalan liga365 sistem yang dipakai agar tidak sanggup dihack, disusupi atau apalagi menjadi fasilitas aktivitas tindak pidana.

“Kami mengharapkan sungguh-sungguh sistem IT yang didevelop sanggup sekecil mungkin mencegah potensi cyber crime,” tuturnya.

Kemudian yang terakhir dan paling penting yakni kerahasiaan data. Menurut Ahmad Nasrullah, ini benar-benar penting, jangan sampai kami fokus pada penjualan, kerjasama bancassurance, dan usaha kami lainnya namun kami lalai pada hal ini.

“Karena ini implikasinya beresiko sekali bukan cuma kami namun terhitung pada industri. Kalau data kami sanggup tembus kemana-mana itu tidak cuma mengakibatkan kerusakan reputasi perusahaan asuransi namun terhitung industri secara keseluruhan,” menyadari dia.

Sementara itu, mengenai kerja serupa industri perbankan dan asuransi atau bancassurance, dia membeberkan dua hal yang kudu menjadi perhatian yakni desain product dan tenaga pemasar.

“Pertama, desain product sesuai, target pasarnya seperti apa. Jangan nanti produknya yang sifatnya lazim sanggup dijual kemana saja padahal kami menyadari segmen ini dijual lewat jalur bancassurance,” jelasnya.

Selanjutnya mengenai tenaga pemasarnya. Ahmad Nasrullah meminta pelaku industri edukatif dengan baik dan benar tenaga pemasarnya. Mereka kudu mengatakan sedetail dan setransparan mungkin product yang senang dijual baik berlebihan dan risikonya.

“Karena dari pengaduan-pengaduan yang masuk ke kami khususnya mengenai bancassurance itu hampir sebagian besar mereka katakan tidak dijelaskan secara detail. Yang dijelaskan yang baik-baik saja, yang menjadi kasus pokok dan dispute mereka tidak dijelaskan. Jadi tolong beri informasi yang detail. kami di OJK tersedia unit market conduct, disinilah kami menyaksikan tabiat dari para agen dalam menjajakan product asuransi ke nasabah dikarenakan sebagian kasus besar awal awalannya disini,” tutur dia.

Terkait hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan tiga hal penting yang kudu dilakukan industri perbankan dan asuransi sebelum saat mengadopsi digitalisasi atau Information Technology (IT).

Menurut Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah, ketiga hal berikut adalah, pelaku usaha kudu perhatikan risiko operasional dalam pemakaian IT. Dalam pemakaian digital pelaku usaha kudu perhatikan bahwa IT-nya cukup handal.

“Kita baru saja menerbitkan Peraturan OJK (POJK) berkenaan manajemen risiko IT, tolong benar-benar dipelajari, dipahami dan dilaksanakan. Insya Allah terkecuali dilakukan itu risiko operasional sanggup ditekan seminimal mungkin,” ujar Ahmad Nasrullah dalam webinar Warta Ekonomi bertajuk Collaboratin Digital Banking & Insurance – Synergizing To Survive During & Covid 19 di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Hal kedua yang kudu diperhatikan, kata Ahmad Nasrullah, yakni mengenai cyber crime. Ia meminta, pelaku usaha kudu menegaskan kehandalan sistem yang dipakai agar tidak sanggup dihack, disusupi atau apalagi menjadi fasilitas aktivitas tindak pidana. “Kami mengharapkan sungguh-sungguh sistem IT yang didevelop sanggup sekecil mungkin mencegah potensi cyber crime,” katanya.

Kemendagri Sampaikan Kas Pemerintah Daerah di Perbankan Sudah Dipersiapkan

Kemendagri ( Kementerian Dalam Negeri ) lewat Dirjen ( Direktorat Jenderal ) Bina Keuangan Daerah (Keuda) melangsungkan percakapan online untuk memangkas duit kas pemerintah setempat yang ada di perbankan. Percakapan tersebut diantara Mochamad Ardian Noervianto selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuda Kementerian Dalam Negeri, dengan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Percakapan bertema “Membedah Uang Kas Pemda di Perbankan” tersebut, digelar secara virtual, Kamis (16/9/2021).

“Tapi pada tgl 1 bulan September 2021 duit keluar, duit kas selanjutnya bakal menyusut untuk membantu pengeluaran Pemda setiap bulannya untuk membeli teratur dan mengikat sejumlah, Rp. 42,76T yang terdiri atas gaji dan tunjangan, membeli operasional (Telepon, Air, Listrik, Internet), serta membeli tentang pelayanan publik juga untuk pengeluaran bersifat mendesak yang tidak mampu diprediksi sebelumnya” ujar Ardian.

“Pemda sebetulnya miliki kecenderungan ibaratnya sediakan sejumlah duit untuk mempersiapkan pembayaran gaji ASN-nya, honorernya di satu sampai dua bulan ke depan untuk spare, namun itu bukan sengaja untuk melacak bunga, sekali ulang bukan” katanya.

Hal ini sesuai bersama dengan apa yang diungkapkan oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dan Bima Arya selaku Walikota Bogor di dalam slot online terpercaya waktu percakapan online yang dimaksud. Bahwa Uang Kas Pemerintah Daerah di Perbankan sudah dipersiapkan cocok peruntukannya dan bakal dipergunakan pas pembayaran realisasikan.

Ganjar menjelaskan, alasan mengapa tersedia duit tempat yang mengendap di perbankan. Menurutnya, terhadap awal tahun anggaran terhadap RKUD sudah terdapat saldo mengendap bersifat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun anggaran sebelumnya. Selain itu, tiap-tiap hari penghasilan tempat masuk ke RKUD supaya menaikkan saldo. Di lain sisi, duit yang sudah masuk ke RKUD tidak mampu segera digunakan untuk melakukan pembayaran belanja.

Pasalnya, pelaksanaan program memerlukan sistem dan jangka waktu. Ini cocok bersama dengan Undang- Undang Pembendaharaan Negara terhadap Pasal 21 yang membunyikan, bahwa pembayaran atas beban APBN/APBD tidak dapat diperbuat sebelum barang dan/atau jasa diterima. Selain itu, pembayaran yang mampu dilakukan mendahului prestasi cuma untuk pembayaran duit muka. “Tapi apakah kemudian kami melacak bunga? Enggak mirip sekali,” jelas Ganjar.

Senada bersama dengan Ganjar, Wali Kota Bogor Bima Arya juga mengatakan, tiap-tiap tempat miliki kas yang disimpan di perbankan. Kas selanjutnya untuk menyimpan seluruh penerimaan daerah, dan membayar seluruh pengeluaran daerah. Bima juga menyinggung beraneka faktor yang membawa dampak terdapatnya pengendapan kas tempat di perbankan, keliru satunya sebab miliki SILPA.

“Di Kota Bogor, kami tidak melakukan penyimpanan uang, apalagi untuk memperoleh keuntungan bunga, itu tidak,” jelasnya.

Dia menjelaskan, seumpama pas ini tetap tersedia saldo di perbankan, maka itu bakal digunakan untuk membayar kegiatan terhadap periode akhir tahun ini. Sedangkan Saldo terhadap akhir tahun, bakal dihitung sebagai SiLPA 2022 yang bakal digunakan untuk membiayai kegiatan yang bersifat perlu dan mengikat, layaknya gaji ASN, pembayaran listrik, pengelolaan sampah, dan sebagainya.

Namun, setidaknya Kemendagri merangkum 3 (tiga) model pemungutan yang meningkat, yaitu pemungutan membeli kesehatan, pemungutan pelayanan pemakaman, dan pemungutan pengendalian menara telekomunikasi. Namun demikian, hamper semua bidang PAD lainnya terdampak penurunan, seperti perhotelan dan restoran.

Kondisi layaknya ini diperparah bersama dengan terdapatnya dana transfer pusat yang ikut terkoreksi akibat refocusing dan ketidakpastian realisasi penghasilan tempat yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Begitu penghasilan Pemda terkontraksi, mereka berpikir bagaimana bayar listrik, pelayanan publik, pendidikan dan lain sebagainya, jadi tersedia terkesan pemda menyimpan uang. (Padahal) itu sudah tersedia peruntukannya, tinggal momentum kapan dibayarkan,” tuturnya.

“Sebagai contoh, alokasi membeli modal Pemda di dalam APBD sejumlah 192.32 T atau 15,91 prosen dari total membeli tempat Provinsi dan Kabupaten/Kota, pembayaran atas membeli modal dimaksud miliki tahapan pembayaran cocok kontrak, jadi tidak mampu segera digelondongkan di depan” tegasnya.

“Pada pas pemda butuh, apalagi hari ini sekalipun segera kontek ‘kembalikan uangnya, berkenan kami bayar,’ itu mampu segera dicairkan. Jadi deposito atau di perbankan itu di dalam rangka manajemen kas,” tandasnya.

Prospek Bank BUMN di Tengah Penyampaian Kredit yang Belum Maksimal

Prospek saham dari bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti BTN, BRI, BNI, dan Bank Mandiri bakal terpengaruh oleh sentimen dari penyaluran kredit yang sejauh ini belum perlihatkan progres signifikan. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menyatakan bahwa walau pada kuartal II/2021 perkembangan kredit positif, tapi besarannya tetap belum sepadan bersama dengan perkembangan PDB di periode tersebut. “Apalagi bersama dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan penduduk [PPKM] di kuartal III/2021, membawa dampak tren positif kredit di kuartal II tidak bakal berlanjut,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/9/2021). Menurutnya, hingga bersama sampai pada semester I/2021, perkembangan bottom line terlalu baik walaupun performa tersebut banyak diperjuangkan dari suatu manfaat yang dilakukan. Adapun, dari sisi penghasilan bisnis inti tetap belum memberi tambahan perkembangan signifikan.

“Secara performa top line penghasilan bunga bank BUKU 4 di semester I/2021 tetap flat -0,04 prosen secara tahunan, sementara laba bersih tumbuh 19 persen,” kata Alfred. Dia memberi tambahan bahwa perihal lain yang jadi perhatian adalah bersiap siaga peningkatan risiko kredit yang memiliki masalah atau non-performing loan (NPL), yang sementara ini tetap mengalami kenaikan, yakni per Juli 2021 sebesar 3,35 persen, sedang Maret 2020 sebesar 2,77 persen. “Kondisi ini tentu mengindikasikan penyaluran kredit perbankan tetap loyo karena antisipasi kenaikan NPL ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan merangkum peningkatan kredit perbankan pada akhir bulan Agustus 2021 meningkat di angka 0,55% Year over Year.

Jika dibandingkan bersama dengan akhir th. atau secara year to date (ytd), maka kredit perbankan naik sebesar 1,5 persen. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh penyaluran kredit UMKM dan kredit bisnis rakyat atau KUR. Wimboh Santoso selaku sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan walau secara tahunan dan ytd penyaluran kredit tumbuh pada bulan lalu, tapi jikalau dibandingkan bersama dengan bulan sebelumnya atau month to month (mom) berjalan kontraksi sebesar 0,32 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya masalah Covid-19 di Indonesia dan diterapkannya judi slot online Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Juli dan Agustus. “Kami selamanya percaya bersama dengan dibukanya mobilitas, penyaluran kredit perbankan bakal lebih bagus lagi,” ujar Wimboh di dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (15/9/2021) Wimboh menyatakan hingga bersama dengan Juli 2021, perbankan memberikan kredit sebesar Rp1.439 triliun. Namun, pada sementara yang mirip pelunasan dan pembayaran kredit juga meraih Rp1.332 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo menyatakan rasio kredit punya masalah (non-performing loan/NPL) perbankan tetap perlihatkan peningkatan. Rasio NPL naik pada April jadi 3,18 persen, dari 3,13 prosen pada Maret 2021 dan 2,89 prosen pada April 2020. Empat bank besar nasional tetap kelihatan dalam mendorong kenaikan pencadangan setelah berakhirnya sesi pertama peraturan relaksasi restrukturisasi pinjaman Otoritas Jasa Keuangan pada bulan Maret.

“Dengan perkiraan NPL yang lebih tinggi, kita mungkin bakal memandang penyisihan kerugian pinjaman sambungan pada kuartal II/2021,” katanya riset yang dikutip pada Kamis (10/6/2021).

Dia meneruskan dari empat bank di bawah jangkauannya, cuma BBCA yang melaporkan kenaikan laba bersih bank only, sebesar 8 % year over year, yang didukung oleh pergantian akuntansi pada opex-nya. Laba bersih BBRI pun tercatat flat, sedang laba bersih BMRI dan BBNI masing-masing turun 25 prosen dan 28 prosen YoY. Pendapatan bunga bersih tetap kuat, terlebih didorong oleh ongkos dana yang lebih rendah, agar mengimbangi efek negatif dari perkembangan kredit yang lemah dan penghasilan bunga yang ditangguhkan dari pinjaman yang direstrukturisasi.

Bank Permata (BNLI) Yakin Penyaluran Kredit Akhir Tahun Lebih Cemerlang

PT Bank Permata Tbk.  (BNLI) yakin penyampaian kredit terhadap kuartal 4/2021 dapat lebih baik daripada  kuartal 3. Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menjelaskan dengan adanya PPKM Level 4, secara tidak segera berdampak terhadap usaha SME atau UMKM Bank Permata. Permintaan terhadap utang terhadap kredit UMKM pun mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 mulai. “Karna usaha belum bergerak prima layaknya suasana sebelumnya, jadi keinginan investasi ataupun keperluan modal kerja untuk menjamin perputaran usaha itu masih lumayan lemah dan lambat.

Mariah pun menjelaskan terhadap kuartal II/2021 sebelum adanya PPKM diimplementasikan, Bank Permata lihat tersedia tanda-tanda lebih positif. Jika dilihat dalam keinginan utang di SME terhadap kuartal II meningkat dibandingkan dengan kuartal I sebesar 35 persen.

“Berarti keinginan itu tunjukkan tanda-tanda yang positif. Namun, kecuali kami bandingkan dengan suasana sebelum Covid-19 itu masih lumayan lemah,” ungkap Mariah. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo menjelaskan pertumbuhan kredit terhadap 2021 sudah membaik, khususnya terhadap kuartal I dan kuartal II sudah terjadi peningkatan.

“Namun, sebenarnya terhadap kuartal 3 ini terjadi PPKM tingkat 4 jadi cukup transaksi yang sedikit tertunda, namun in umum jauh sangat bagus dibandingkan dengan tahun lalu. Dari segi sektor sangat banyak yang merasa resah,” ungkap Darwin. Darwin pun menjelaskan judi slot terhadap kuartal III ini sudah banyak industri yang lagi ekspansi layaknya industri food and beverages, telekomunikasi, dan terhitung industri-industri komoditas yang mana dengan adanya kenaikan harga komoditas. Permata Bank yakin kepada kuartal 4/2021 bisa lebih baik daripada kuartal III. “Dan overall 2021 dapat jauh lebih daripada 2020,” tutup Darwin.

PT Bank Permata Tbk. (BNLI) optimistis penyaluran kredit terhadap kuartal IV/2021 dapat lebih baik daripada kuartal III. Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menjelaskan dengan adanya PPKM Level 4, secara tidak segera berdampak terhadap usaha SME atau UMKM Bank Permata. Permintaan terhadap utang terhadap kredit UMKM pun mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 mulai. “Karna usaha belum bergerak prima layaknya suasana sebelumnya, jadi keinginan investasi ataupun keperluan modal kerja untuk menjamin perputaran usaha itu masih lumayan lemah dan lambat. Makanya keinginan terhadap lending masih lambat,” ungkap Djumariah yang sering dipanggil Mariah dalam pertemuan Pubex Virtual terhadap Selasa (14/9/2021).

Mariah pun menjelaskan terhadap kuartal II/2021 sebelum adanya PPKM diimplementasikan, Bank Permata lihat tersedia tanda-tanda lebih positif. Jika dilihat dalam keinginan utang di SME terhadap kuartal II meningkat dibandingkan dengan kuartal I sebesar 35 persen.

“Berarti keinginan itu tunjukkan tanda-tanda yang positif. Namun, kecuali kami bandingkan dengan suasana sebelum Covid-19 itu masih lumayan lemah,” ungkap Mariah. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo menjelaskan pertumbuhan kredit terhadap 2021 sudah membaik, khususnya terhadap kuartal I dan kuartal II sudah terjadi peningkatan.

“Namun, sebetulnya terhadap kuartal III ini terjadi PPKM tingkat 4 menjadi semakin banyak transaksi yang sedikit tertunda, namun in umumnya jauh lebih baik daripada dengan tahun lalu. Dari segi sektor sudah banyak yang merasa resah,” ungkap Darwin.

Darwin pun menjelaskan terhadap kuartal 3 ini sudah banyak sektor yang sedang ekspansi layaknya bidang food and beverages, telekomunikasi, dan terhitung industri-industri komoditas yang mana dengan adanya kenaikan harga komoditas. Bank Permata yaking kepada kuartal 3/2021 dapat lebih baik daripada kuartal III. “Dan overall 2021 dapat jauh lebih daripada 2020,” tutup Darwin.

Menteri BUMN, Erick Thohir Tetap Semangati Guru dan Murid untuk Kejar Pendidikan

Kesusahan yang ada didalam sistem belajar mengajar semasa pandemi jangan hingga melemahkan dorongan untuk senantiasa menomorsatukan pendidikan. Para guru yang memikul tanggung jawab mempersiapkan generasi penerus didambakan jangan merasa bosan atau jenuh  mendorong para anak didiknya terus meningkatkan pengetahuan dan ilmu. Dorongan dorongan berikut disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir waktu melihat penyerahan pertolongan berasal dari BRI kepada SD Negeri Cikuya III, Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (12/9). BRI sebagai keliru satu BUMN, terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Melalui program CSR BRI Peduli, BRI memberikan pertolongan berupa 1.000 potongan seragam sekolah untuk 10 sekolah dasar.

Selain itu, untuk menaikkan budaya suka membaca untuk sisa juga diberikan pertolongan rak buku, buku bacaan, dan perlengkapan melukis /mewarnai untuk 15 taman membaca masyarakat. Tidak hanya itu, BRI juga menyampaikan tambahan pertolongan seperti mendirikan jembatan penyeberangan sungai untuk mempermudah perjalanan para murid ke sekolah. Dalam kesempatan tersebut, bersamaan Kepala Sekolah SD Cikuya III, Supriyatmo, Menteri BUMN juga melakukan https://slotjokerliga365.com penggelaran berdiskusi bersama dengan para guru. “Saya terobsesi berasal dari almarhum bokap saya, yang merantau berasal dari Sumatera ke Pulau Jawa untuk mengejar pendidikan sebagai pegangan untuk era depan. Oleh sebab itu, saya berpesan, dalam kondisi apapun, jangan abaikan pendidikan. Memang selama pandemi ini seluruhnya mengalami kesulitan, namun percaya pandemi dapat selesai dan generasi muda wajib ayah dan ibu guru selesaikan,” ungkap Menteri BUMN, Erick Thohir.

Dalam pembahasan bersama dengan para tenaga didik tersebut, Erick Thohir juga mencadangkan ide yang terlontar berhubungan dengan kebutuhan sekolah berikut supaya dapat perlengkapan belajar seperti computer untuk belajar secara online. Sebanyak 10 Sekolah Dasar juga menerima bantuan ekstra berasal dari BRI Peduli seperti webcam, laptop, router wi-fi dan projector screen. Sedangkan untuk SD Cikuya III mendapatkan pertolongan perpustakaan digital. “In syaa allah satu per satu ya. Ketika pandemi ini perusahaan BUMN juga turut berjuang dan membantu sektor-sektor yang tak kalah perlu agar kita mampu bangkit kembali, seperti UMKM, kesehatan dan lingkungan hidup. Seperti saya bicarakan, karena pentingnya pendidikan itu, apa yang telah  disampaikan, semoga dapat diwujudkan,” jelasnya.

Dalam momen tersebut, Menteri BUMN juga berkunjung dan melisankan cerita kepada anak- anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Palakota Kreatif, yang berdekatan dengan lokasi SD Cikuya III. Keberadaan TBM di sedang desa tak hanya mendorong program pendidikan yang ada, namun juga menaikkan budaya literasi masyarakat. “Saya berterima kasih kepada para guru, pengiat yang terus mengusahakan agar budaya literasi kita semakin maju. Penghargaan yang tinggi juga saya salurkankepada BRI, atas prinsip dan bersama dengan beraneka ragam program CSR BRI Peduli-nya yang terus beri tambahan solusi dan berikan kemudahan didalam membentuk generasi era depan bersama dengan membantu pendidikan di Indonesia,” ungkapErick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir mendatangi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cikuya, Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (12/9). Ia pun berbincang di depan anak-anak soal pentingnya menggunakan masker saat pandemi Covid-19.

Erick saat tiba di TBM Cikuya mengaku senang karena tingginya kesadaran masyarakat soal membaca terlihat langsung. Saat melihat-lihat situasi TBM Cikuya, Erick pun langsung ditawarin untuk membacakan cerita di hadapan puluhan anak kecil.

Pak menteri bacain kita buku dong, kata seorang anak kecil dengan polos meminta agar Erick membacakan sebuah buku.

Presiden Jokowi Berharap Kredit UMKM Naik 30 Persen di 2024

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berharap sektor perbankan untuk menaikkan takaran kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) jadi 30 persen pada 2024. Hal itu ditujukan dalam pertemuan bersama para bankir di Istana Kepresidenan di Jakarta.

Menteri Koordinator jalur Perekonomian, Airlangga Hartarto yang hadir bersama Jokowi mengungkapkan, selain mengulas soal penanganan Covid-19, Presiden Jokowi juga menginginkan bankir untuk meningkatkan rasio penyaluran kredit UMKM.

“Arahan presiden mendambakan bahwa sektor perbankan dapat berikan kredit UMKM, YoY kini 18% persen, Presiden menargetkan kredit dapat ditingkatkan jadi 30 persen di 2024,” katanya di Istana Kepresidenan, Rabu (8/9/2021).

Meski demikian, Menko Airlangga mengungkapkan, Jokowi menegaskan angka berikut adalah angka umumnya atau agregat secara umum. Pasalnya, tak seluruh perbankan di Indonesia punya spesialisasi atau model bisnisnya masing-masing.

“Jadi presiden juga mengakui dan menyadari bahwa perbankan ini ada spesialisasinya masing-masing, jikalau BRI telah merangkum 70 persen, dan ada yang spesialisasinya corporate,” ungkapnya.

“Namun presiden minta supaya keseluruhan kreditnya itu adalah 30 persen, bukan artinya tiap bank nya mesti 30 persen, karena masing-masing miliki spesialisasi sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Selain itu, menurut Airlangga para bankir yang datang juga mengemukakan aspirasinya, perihal ini berkenaan bersama pencadangan pada Non Performing Loan (NPL). Ia menyatakan berkenaan rasio kredit memiliki masalah ini mesti diharmonisasi antara standar accounting.

“Selama ini sebagian bank telah secara nasional kurang lebih 150 persen, namun  mesti disatukan antara standar accountingnya https://slotjokerliga365.com yaitu berbasis PSAK dan perpajakan, karena perbedaan ini berakibat pada pembayaran perhitungan pajak,” tuturnya.

Merespon perihal ini, Jokowi minta untuk ada pembahasan lebih lanjut. Jokowi juga memantau perihal menambahkan kredit yang telah naik jadi 0,6% meski diminta untuk lebih dinaikkan lagi.

“Situasi hari ini perbankan aspek NPL relatif rendah, juga tadi disampaikan POJK telah dilanjuti, jadi untuk restrukturisasi diserahkan ke kreditur dapat hingga maret 2023,” tutup Menko Airlangga.

Sementara itu, secara terpisah, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menyatakan bahwa perbankan akan didorong untuk miliki tujuan penyaluran kredit kepada UMKM namun senantiasa berpijak pada model usaha bank tersebut.

“Secara umum kita yakinkan dapat 30 persen di 2024, secara individu kita atur dan kita mengatur bersama usaha model bank terkait, jikalau ada bank yang telah porsi UMKM-nya besar itu akan kita dorong,” katanya.

Namun, bagi bank yang model bisnisnya adalah korporasi, ia menyatakan akan mengatur supaya bank berikut dapat menambahkan pertolongan pada UMKM, bersama tidak terlepas berasal dari arah bisnisnya.

“ini menurut knowledge kan ada yang telah melebihi tujuan nasional ada yang 34 persen, namun juga ada yang posisinya masih di rendah dan menengah di 14 persen,” katanya

“Penyampaian dari  bapak presiden, sudah pasti berharap bahwa bidang perbankan dapat menambahkan kredit kepada UMKM. Secara year on year sekarang umumnya adalah 18%. Nah oleh karena itu presiden berharap supaya kredit untuk UMKM dapat ditingkatkan jadi 30% di 2024,” katanya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Namun begitu Airlangga menyatakan bahwa tujuan 30% berikut merupakan angka agregat nasional. Sehingga bukan bermakna setiap bank mesti menyalurkan kredit sebesar 30%.

“Namun bapak presiden mengesahkan, bahwa 30%  itu adalah angka agregat secara umum. Jadi sebenarnya bapak presiden juga mengakui dan paham, bahwa perbankan ini ada spesialisasinya masing-masing,” ungkapnya,

“Sehingga selagi sekarang layaknya BRI mendekati 70% dan ada yang spesialisasinya corporate. Namun bapak presiden berharap keseluruhannya kreditnya itu 30%. Bukan artinya setiap banknya mesti 30%. Karena masing-masing miliki kelebihan sendiri,” lanjutnya.

Kenali 5 Aplikasi Bank Digital Paling Popular di Indonesia

Belakangan ini, pertumbuhan bank digital semakin subur di Indonesia. Hal ini tidak lain berkat media serta gencarnya promosi yang dilakukan oleh pihak bank terkait, sehingga masyarakat menjadi cepat akrab dengan istilah yang satu ini. Banyak sekali penawaran yang membuat masyarakat semakin tertarik untuk menggunakannya. Mulai dari bebas admin bulanan, pembukaan rekening secara online, tidak ada setoran awal, dan beberapa keuntungan lain yang tidak diberikan oleh bank konvensional. Lantas, apa saja aplikasi digital bank yang kini paling popular di Indonesia?

Ini Dia, 5 Aplikasi Bank Digital Paling Popular di Indonesia

1. TMRW by UOB

Pada Januari 2020, anak dari Bank UOB Indonesia ini resmi dirilis dan bisa mulai digunakan oleh masyarakat. Hal ini menjadikan TRMW sebagai salah satu digital bank paling muda di Indonesia. Sampai saat ini, jumlah pengguna aplikasi TRMW pun https://slotjokerliga365.com semakin meningkat. Salah satu fitur paling menonjol dari aplikasi ini adalah chat in app. Fitur tersebut merupakan sarana komunikasi antara agen bank dengan nasabah. Bahkan, nasabah juga dapat melakukan panggilan telepon, sehingga berbagai kendala yang dialami oleh nasabah bisa diselesaikan dengan lebih cepat.

2. Jenius by BTPN

BTPN juga ikut meramaikan persaingan digital banking di Indonesia. Banyak sekali kemudahan yang ditawarkan, sehingga membuat namanya kian bersinar. Salah satu fitur andalan adalah kartu debit yang bisa difungsikan untuk aktivitas berbelanja layaknya kartu kredit menggunakan saldo yang ada di rekening tersebut. Selain itu, keunggulan lainnya dari aplikasi ini adalah memberikan kemudahan dalam hal verifikasi. Layanan pelanggan juga cukup baik karena bisa dilakukan melalui live chat, email, bahkan telepon.

3. Digibank by DBS Bank

Sejauh ini, Digibank memberikan banyak tawaran dan program yang tidak kalah menarik dengan dua bank digital sebelumnya. Pada aplikasi ini, pengguna bisa melakukan transaksi lewat ATM secara gratis. Banyak sekali penawaran program yang berhasil menarik minat anak muda. Mulai dari top-up, cashback belanja, hingga potongan harga di berbagai kios atau toko yang telah bekerjasama dengan aplikasi Digibank. Proses verifikasi yang cukup mudah juga membuat banyak orang tertarik untuk menggunakannya.

4. BCA Mobile by BCA

Sebelumnya, BCA telah sukses meluncurkan layanan kartu debit Xpressi yang tidak perlu menggunakan tabungan, melainkan hanya menggunakan aplikasi saja. Kali ini, BCA kembali meluncurkan produk digital bernama BCA Mobile. Salah satu penawaran yang diberikan adalah layanan membuka rekening lewat aplikasi di ponsel. Selain banyak menawarkan produk, proses verifikasi yang harus dilakukan oleh nasabah juga sangat mudah dilakukan. Bahkan, nasabah bisa melakukan video call bersama customer service yang siap melayani selama 24 jam.

5. PertamaMobile X by Bank Pertama

Sebelumnya, layanan digital ini bernama Permatame. Setelah berganti nama menjadi PertamaMobile, semakin banyak produk dan fitur unggulan yang ditawarkan. Bahkan, produk-produk tersebut berhasil mencuri perhatian anak muda untuk ikut bertransaksi menggunakan tabungan digita ini. Banyak sekali promo yang ditawarkan. Mulai dari promo belanja online, transportasi, serta nonton bioskop. Layanan customer service juga sangat memuaskan karena menyediakan beragam layanan mulai dari chat hingga video call.

Itulah 5 aplikasi bank digital yang paling popular di Indonesia. Setiap aplikasi digital banking tersebut menawarkan berbagai produk atau program yang siap memanjakan para nasabahnya. Karena banyaknya program menarik yang ditawarkan, maka tidak heran jika jumlah nasabah digital banking semakin meningkat. Anda pun bisa mencobanya untuk mendapatkan berbagai manfaat yang tidak didapatkan dari bank konvensional.

Bank Mandiri Sediakan Aplikasi Digital Baru

PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) tetap menerapkan terobosan buat beri tambahan fasilitas kepada nasabah. Salah satunya fasilitas digital retail bank yang semuanya bisa melayani penuh keperluan nasabah. Itu dikerjakan tidak wajib melakukan konversi jadi bank digital (neobank) layaknya yang ditempuh lebih dari satu bank nasional lainnya.

Bank Mandiri memastikan modal besarnya yang tidak dimiliki perbankan lainnya adalah kumpulan perbankan yang sudah mapan dan dipercaya beragam pihak.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, dalam penyampaian umum belum lama ini perseroan dapat lebih fokus mendorong inovasi digital untuk menaikkan akses nasabah kepada fasilitas dan produk perbankan.

Pada waktu dekat, Livin by Mandiri dapat tetap dinaikkan dan dilengkapi fitur-fiturnya untuk jadi sebuah super app yang bisa memenuhi seluruh keperluan transaksi finansial nasabah ritel khusus bagi dari Mandiri Group.

Rencana besar Bank Mandiri sebagai beyond digital banking selanjutnya salah satunya dicapaikan dengan memunculkan lewat aplikasi super (super app) Livin by Mandiri yang tetap disempurkan dan dilengkapi dari masa ke masa.

Melalui super app ini, nasabah punya banyak pilihan untukmenerapkan seluruh transaksi secara digital lewat satu aplikasi. Super app Bank Mandiri ini rencananya dapat dihadirkan dalam lebih dari satu bulan ke depan.

“Tahun ini, kami telah mendemokan digital platform buat retail banking kami dengan merk Livin by Mandiri, dan kami dapat lanjut memasarkan produk-produk dan fasilitas yang terintegrasi digital via Livin,” ungkap Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri Tbk dalam penyampaiannya.

Lewat pengembangan produk dan fasilitas yang terintegrasi di dalam super app ini, nantinya Livin by Mandiri dapat jadi satu fasilitas digital bank yang terintegrasi.

Saat ini, Bank Mandiri termasuk sudah mengembangkan fasilitas dan produk perbankan paling baik lewat Mandiri Digital guna melengkapi beragam https://slotjokerliga365.com keperluan nasabah retail dan korporasi. Untuk nasabah retail menjangkau fasilitas membuka rekening online, aplikasi Livin by Mandiri, kartu prabayar Mandiri e-Money, serta fasilitas informasi tentang kecerdasan buatan Mandiri Intelligent Assistant (MITA).

Sedangkan untuk nasabah korporasi, mencakup Mandiri Cash Management (MCM), Mandiri Internet Bisnis (MIB), Mandiri Global Trade, Mandiri Financial Supply Chain Management (FSCM) dan Mandiri Application Programming Interface (API).

“Dalam grup kami, seandainya tersedia perusahaan asuransi, tersedia Mandiri Sekuritas untuk yang mengdambakan jual-beli saham, lantas yang berminat membeli Reksadana lewat Mandiri Manajemen Investasi, dan lain-lain. Semua fasilitas itu selanjutnya dapat diintegrasikan lewat super app Livin by Mandiri, termasuk termasuk nanti perihal private banking, credit card business, dan yang lain, sehingga di super app kami bisa melakukan belanja, pembayaran, investasi, dan yang lain,” ujar Ahmad Siddik.

SVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi dengan terpisah menyongsong baik inisiatif baru Bank Indonesia dalam menerapkan pilot project QRIS lintas negara dengan penerapan SNAP (Standarisasi Open Application Programming Interfaces) sebab berpotensi menaikkan transaksi digital lewat aplikasi Livin di bidang ekonomi dan pariwisata. Dengan SNAP, wisatawan Indonesia di luar negeri atau wisatawan mancanegara di Indonesia dapat makin lama ringan mengfungsikan duit elektronik yang diluncurkan di negara yang dikunjunginya.

“Nantinya, wisatawan Indonesia dapat makin lama gampang melakukan transaksi QR lewat aplikasi Livin di negara-negara yang telah bekerja sama. Sebaliknya wisatawan mancanegara akan dimudahkan melakukan pembayaran melalui scan QRIS di merchant-merchant Bank Mandiri yang tersedia di Indonesia,” ujarnya.

Dampak positif digitalisasi yang all-out dari Bank Mandiri ini terbukti mampu membangkitkan perseroan jadi lebih agile dalam menangani dampak negatif pandemi Covid-19 sejak awal Maret tahun 2020 lalu. Hal ini tercermin dari kebolehan perseroan dalam menggapai performa positif pada paruh pertama tahun 2021 ini.

Perkembangan transaksi digital Bank Mandiri turut jadi penopang kenaikan pendapatan margin usaha ke depan. Berdasarkan informasi kinerja semester I-2021, pemanfaatan aplikasi Livin by Mandiri meningkat cepat menggapai 7,8 juta nasabah dengan jumlah transaksi finansial sebesar Rp 728,9 triliun. Ini berarti terjadi perkembangan 59% dibandingkan periode yang mirip tahun lalu.

Pensubsidian Kredit Bisnis Banking BNI Meningkat Sampai Rp 475 Triliun

PT Bank Negara Indonesia ( Persero ) Tbk. ( BBNI ) terus merangkum subsidi kredit yang sehat dengan didominasi oleh bidang – bidang usaha prospektif dengan resiko kecil terutama pada bidang bisnis banking.

Sampai akhir bulan Juni 2021. BNI mencatat perkembangan 3,5 persen pensubsidian kredit di sektor bisnis bankingatau senilai Rp 475,6 triliun. Sedangkan pada waktu  2020 pensubsidian kredit di sektor mencapai Rp 459,6 triliun.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menungkapkan perkembangan terbesar berada pada sektor bisnis banking sebesar 20,6 persen dengan baki debit menjangkau RP 91 triliun dibandingkan Juni 2020 sebesar Rp 75,4 triliun.

Lalu pertumbuhan tertinggi selanjutnya dilanjuti oleh Corporate Private sebesar 7.9 persen Year of Year dengan Baki Debet menjangkau 179,1 triliun  Sedangkan pada waktu yang sama di 2020 mencapai Rp 165,9 triliun.

“ Di luar dari kredit korporasi, pada sektor konsumen banking pun merangkum perkembangan sebesar 10,4 persen secara Year over Year atau mencapai Rp 92,8 triliun,”ungkap Royke dalam keterangan resmi yang diambil dari Bisnis Sabtu ( 4/9/2021 ).

Setelah itu diikuti oleh kredit kepemilikan rumah yang berkembang menjadi 6,3 persen menjadi Rp 47,6 triliun dibanding dengan tahun lalu. Perkembangan kredit https://slotjokerliga365.com consumer juga dapat berdampak mulai bergairahnya konsumsi masyarakat yang bersandarkan pada pertumbuhan PDB Nasional.

Perkembangan bisnis ini pun membuat BNI pada semester 1/2021 merangkum laba bersih Rp 5 triliun atau tumbuh 12.8 persen dibandingkan waktu yang sama di 2020. Pencadangan yang terus dikokoh menjadi 215,3 persen sebagai persiapan dalam menghadapai kemungkinan resiko kredit ke depan.

Perusahaan juga merangkum Pre-Provisioning Operating Profit ( PPOP ) yang tetap berkembang, dan pada Semester I-2021 menjangkau puncaknya dengan perkembangan 24,4 persen menjadi  16,1 triliun dibandingkan Semester 1-2020.

Cara kerja yang kompak  ini juga didorong perkembangan Pendapatan Bunga Bersih ( NII ) sebanyak 18,2 persen YoY menjadi Rp 19,3 triliun dibandingkan Juni 2020. Ini merupakan efek dari perkembangan kredit BNI sebesar 4,5 persen menjadi Rp 569,7 triliun pada Juni 2021.

PPOP juga ditopang oleh penghasilan nonbunga sebesar Rp 6,8 triliun atau tumbuh 19,2 persen YoY. Perkembangan ini dikontribusikan fee based income ( FBI ) dari penanganan rekening dan kartu debit, ATM, dan navigasi layanan elektronik, trade finance, serta marketable securities.

Selain aktif di industri perbankan dalam negeri, BNI juga diwenangkan untuk konsentrasi menjadi bank dengan jumlah ruang internasional yang maju. Bisnis internasional perusahaan juga berfokus pada pendapatan perseroan.

BNI merangkum FBI yang berasal dari surat berharga tertulis tumbuh 115,4 persen YoY pada bulan Juni 2021 dan menjangkau Rp 1 triliun. Tentu juga FBI yang berasal layanan Trade Finance menjangkau Ro 732 miliar dan berkembang 20,4 persen Yoy dibandingkan bulan Juni 2020.

PT Bank Negara Indonesia ( Persero ) Tbk. Melaporkan pergerakan kredit pada awal kuartal kedua tahun ini masih tetap berlanjut positif.

Corporate Secretary BNI Mucharom mengungkapkan cara kerja kuartal kedua BNI masih termasuk sangat baik dibandingkan dengan bisnis perbankan secara totalitas yang masih kontraksi.

“Perseroan merangkum perkembangan positif pensubsidian kredit pada awal 2021, dimana sampai April 2021 kredit bertumbuh lebih besar 2 persen setiap tahunnya” ungkapnya kepada Bisnis, Senin ( 31/5/2021 ). Dia mengungkapkan perbaikan kontribusi kredit BNI didukung oleh peningkatan pensubsidian kredit pada sektor kecil, consumer dan sektor korporasi.

Meski Tercekik, Hindari Bank Pinjaman Online Ilegal dengan Ciri Ini!

Di masa pandemi ini makin banyak orang yang membutuhkan dana pinjaman. Pasalnya di era ekonomi sulit seperti ini, untuk mencukupi kebutuhan hidup, dana pinjaman memang menggiurkan. Akan tetapi jangan sampai terjerat bank pinjaman online ilegal. Mengapa? Karena banyak kerugian yang mungkin akan kamu rasakan.

Kerugian dan ciri bank pinjaman online ilegal

Meski terkesan mudah, meminjam dana di bank pinjaman non legal akan membawa dampak buruk dan sangat membahayakan. Mengapa? Hal ini disebabkan karena https://slotjokerliga365.com bunga yang besar dan penagihan yang tidak segan-segan. Nah, untuk menghindari sistem pinjaman ilegal ini. Berikut adalah beberapa ciri dari bank online ilegal.

·         Tidak punya izin OJK

Salah satu ciri yang paling utama dari  pinjaman online yang ilegal adalah ketika ia tidak memiliki izin dari OJK untuk beroperasi. OJK adalah sebuah lembaga yang memastikan bank bekerja dengan baik sesuai dengan standar dan aturan keuangan di Indonesia.

Selain itu OJK juga merupakan lembaga yang akan menjadi backup dari sebuah bank atau lembaga keuangan ketika mereka bangkrut. Hal inilah yang membuat ijin dari OJK menjadi salah satu hal yang sangat penting dan sekaligus menguntungkan bagi lembaga tersebut.

Akan tetapi jika lembaga tersebut melakukan penyimpangan misalnya memberikan bunga yang sangat tinggi, lembaga tersebut tidak akan memiliki keberanian untuk mendaftarkan diri di OJK. Oleh karena itu, ketika kamu akan meminjam dana online, pastikan lembaga tempat kamu meminjam dana ini adalah lembaga yang terdaftar di OJK.

·         Tidak punya aplikasi yang resmi

Selanjutnya ciri lain dari sebuah lembaga keuangan yang tidak bisa di percaya adalah mengenai aplikasi resmi yang bisa kamu unduh. Bank online sekarang ini memang sudah sangat menjamur dengan sebutan fintech. Biasanya lembaga keuntungan online akan memiliki banyak aplikasi karena mereka tahu bahwa aplikasi dapat memudahkan konsumen maupun lembaga mereka.

Hal inilah yang membuat kamu harus waspada jika ada lembaga pinjaman yang menawarkan dana tanpa aplikasi. Jika memang ada, pastikan aplikasi ini juga sudah bisa diunduh secara resmi di ponsel kamu seperti di Google Playstore untuk android dan juga appstore jika kamu pengguna iphone.

·         Tidak pernah memunculkan iklan dimanapun

Banyaknya fintech juga membuat mereka harus bisa bersaing dengan cantik. Salah satu cara untuk bersaing ini adalah dengan menggunakan iklan. Saat ini ada banyak sekali iklan yang bisa kamu temukan mengenai sebuah lembaga keuangan.

Oleh karena itu, sangat aneh bukan jika lembaga yang menawarkan kamu dana pinjaman tidak pernah membuat iklan? Iklan ini bisa dalam banyak bentuk, mulai dari iklan di sosial media, iklan di TV atau di aplikasi lain.

·         Memiliki sistem approach dengan whatsapp dan SMS

Salah satu pengiklanan yang wajib kamu hindari adalah pengiklanan lembaga dari whatsapp dan juga SMS. Ketika kamu mendapatkan chat atau SMS mengenai peminjaman dana online yang mudah dan dengan bunga kecil melalui dua kanal ini, pastikan kamu menghindarinya. Karena pengiklanan dengan cara gratis seperti ini menjadi salah satu tanda tanya besar mengenai legalitas lembaga keuangan tersebut.

Jika kamu memang akan meminjam dana dengan cara online. Akan lebih baik kamu cari rekomendasi bank online terpercaya yang ada. Jangan khawatir ada sangat banyak sekali bank online legal yang bisa kamu temukan.

Selain itu, sangat mudah sesungguhnya membedakan bank pinjaman online ilegal dan yang legal. Hanya pastikan kamu tidak mudah tergoda dan memiliki pikiran yang jernih saat akan mengajukan pinjaman.