5 Tips Membeli Rumah Saat Pandemi

Pandemi ini memaksa setiap orang untuk melakukan berbagai aktivitasnya dirumah. Kegiatan masyarakat dibatasi atau bahkan dihentikan. Pekerjaan diluar rumah harus memenuhi protokol kesehatan yang mewajibkan setiap orang untuk memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan juga diharuskan berjaga jarak dengan individu lain. Keterbatasan ini membuat beberapa orang memiliki hambatan untuk bergerak atau bahkan berhenti.

Namun seiring membaiknya keadaan, banyak kegiatan yang mulai tumbuh lagi dan aktivitas sehari-hari sudah berjalan kembali, seperti jual beli di pasar maupun properti. Pemberlakuan new normal ini tetap mengijinkan masyarakat untuk berkegiatan sebagaimana biasanya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Nah readers, apakah readers termasuk kedalam seseorang yang tertarik untuk membeli properti saat pandemi ini? berikut tips membeli rumah saat pandemi agar readers mendapatkan rumah impian.

  1. Perhatikan Dana

Perhatikan dana yang readers sedia untuk membeli rumah. Periksa pula apakah ada hutang yang belum terbayar, apabila hutang mencapai 30% dari pendapatan, sebaiknya pembelian ditunda lebih dulu. Selain memeriksa hutang, periksa pula tabungan darurat. Tabungan ini untuk berjaga-jaga jika masa pandemi membutuhkan lebih banyak pengeluaran. Hitunglah anggota keluarga dan perkirakan berapa biaya yang mpo88 diperlukan untuk hidup setiap bulannya. Sisihkan untuk 12 bulan kedepan karena kita tidak tau kapan pandemi berakhir dan bagaiman peruntungan kerja kita kedepannya. Seperti yang kita tau jika pandemi mengakibatkan PHK di banyak perusahaan dan banyak pula bisnis yang berhenti atau mengalami kemunduran. Tabungan darurat sangatlah utama.

2. Tujuan Rumah

Readers pastikan dulu tujuan membeli rumah untuk digunakan sendiri atau berbisnis? dengan begitu akan lebih mudah bagi readers menemukan letak, fasilitas atau lingkungan yang tepat sesuai tujuan rumah. Semisal readers ingin menggunakan rumah untuk bisnis rumah kos, pastikan rumah yang dibeli letaknya strategis dan dekat dengan perusahaan, sekolah atau pusat kota. Begitu juga jika rumah yang readers beli untuk pribadi, cocokkan dengan karakter readers.

3. Cek Kondisi Rumah

Jangan lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan jika readers ingin memeriksa rumah secara offline. Tanyakan secara detail bangunan pada pemilik, bahan yang dipakai, kondisi cat, apa saja yang bermasalah dan pertanyaan detail lainnya. Jika secara online, jangan lupa untuk meminta foto detail calon rumah readers. Akan lebih baik jika readers melakukan video tour agar detail ruangan lebih jelas. Mintalah video tour di siang dan malam hari agar bisa membandingkan keadaan cahaya.

4. Pilih Developer

Pilih developer yang memahami kondisi pandemi dengan baik sehingga developer bersedia melayani secara maksimal dan sabar di kondisi pandemi yang terjadi. Readers juga harus terbuka pada perubahan harga rumah karena hipotek di masa pandemi akan mungkin naik turun dibeberapa waktu. Lakukanlah pemeriksaan pada harga rumah di situs-situs internet.

5. Periksa Kontrak Pembelian

Biasanya anatara pembeli dan penjual rumah akan memiliki kontrak perjanjian tertulis yang ditandatangani kedua pihak. Readers jangan tergiur iklan dan rayuan developer. Periksalah kontrak cicilan dengan teliti dan perhitungkan dengan pendapatan readers. Cicilan bisa saja dibuat seolah diskon di bulan-bulan pertama, namun cicilan untuk seterusnya bisa jadi memberatkan readers jika tidak sesuai dengan kemampuan finansial. Nah itulah tadi tips membeli rumah saat pandemi agar readers tetap bisa mendapatkan rumah impian. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan melakukan jaga jarak pada sesama.

Bank Permata (BNLI) Yakin Penyaluran Kredit Akhir Tahun Lebih Cemerlang

PT Bank Permata Tbk.  (BNLI) yakin penyampaian kredit terhadap kuartal 4/2021 dapat lebih baik daripada  kuartal 3. Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menjelaskan dengan adanya PPKM Level 4, secara tidak segera berdampak terhadap usaha SME atau UMKM Bank Permata. Permintaan terhadap utang terhadap kredit UMKM pun mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 mulai. “Karna usaha belum bergerak prima layaknya suasana sebelumnya, jadi keinginan investasi ataupun keperluan modal kerja untuk menjamin perputaran usaha itu masih lumayan lemah dan lambat.

Mariah pun menjelaskan terhadap kuartal II/2021 sebelum adanya PPKM diimplementasikan, Bank Permata lihat tersedia tanda-tanda lebih positif. Jika dilihat dalam keinginan utang di SME terhadap kuartal II meningkat dibandingkan dengan kuartal I sebesar 35 persen.

“Berarti keinginan itu tunjukkan tanda-tanda yang positif. Namun, kecuali kami bandingkan dengan suasana sebelum Covid-19 itu masih lumayan lemah,” ungkap Mariah. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo menjelaskan pertumbuhan kredit terhadap 2021 sudah membaik, khususnya terhadap kuartal I dan kuartal II sudah terjadi peningkatan.

“Namun, sebenarnya terhadap kuartal 3 ini terjadi PPKM tingkat 4 jadi cukup transaksi yang sedikit tertunda, namun in umum jauh sangat bagus dibandingkan dengan tahun lalu. Dari segi sektor sangat banyak yang merasa resah,” ungkap Darwin. Darwin pun menjelaskan judi slot terhadap kuartal III ini sudah banyak industri yang lagi ekspansi layaknya industri food and beverages, telekomunikasi, dan terhitung industri-industri komoditas yang mana dengan adanya kenaikan harga komoditas. Permata Bank yakin kepada kuartal 4/2021 bisa lebih baik daripada kuartal III. “Dan overall 2021 dapat jauh lebih daripada 2020,” tutup Darwin.

PT Bank Permata Tbk. (BNLI) optimistis penyaluran kredit terhadap kuartal IV/2021 dapat lebih baik daripada kuartal III. Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menjelaskan dengan adanya PPKM Level 4, secara tidak segera berdampak terhadap usaha SME atau UMKM Bank Permata. Permintaan terhadap utang terhadap kredit UMKM pun mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 mulai. “Karna usaha belum bergerak prima layaknya suasana sebelumnya, jadi keinginan investasi ataupun keperluan modal kerja untuk menjamin perputaran usaha itu masih lumayan lemah dan lambat. Makanya keinginan terhadap lending masih lambat,” ungkap Djumariah yang sering dipanggil Mariah dalam pertemuan Pubex Virtual terhadap Selasa (14/9/2021).

Mariah pun menjelaskan terhadap kuartal II/2021 sebelum adanya PPKM diimplementasikan, Bank Permata lihat tersedia tanda-tanda lebih positif. Jika dilihat dalam keinginan utang di SME terhadap kuartal II meningkat dibandingkan dengan kuartal I sebesar 35 persen.

“Berarti keinginan itu tunjukkan tanda-tanda yang positif. Namun, kecuali kami bandingkan dengan suasana sebelum Covid-19 itu masih lumayan lemah,” ungkap Mariah. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo menjelaskan pertumbuhan kredit terhadap 2021 sudah membaik, khususnya terhadap kuartal I dan kuartal II sudah terjadi peningkatan.

“Namun, sebetulnya terhadap kuartal III ini terjadi PPKM tingkat 4 menjadi semakin banyak transaksi yang sedikit tertunda, namun in umumnya jauh lebih baik daripada dengan tahun lalu. Dari segi sektor sudah banyak yang merasa resah,” ungkap Darwin.

Darwin pun menjelaskan terhadap kuartal 3 ini sudah banyak sektor yang sedang ekspansi layaknya bidang food and beverages, telekomunikasi, dan terhitung industri-industri komoditas yang mana dengan adanya kenaikan harga komoditas. Bank Permata yaking kepada kuartal 3/2021 dapat lebih baik daripada kuartal III. “Dan overall 2021 dapat jauh lebih daripada 2020,” tutup Darwin.

Layanan Perbankan Digital yang Semakin Banyak Digunakan Selama Pandemi

Datang langsung ke bank menjadi hal yang cukup dihindari orang-orang selama pandemi, hal ini karena untuk mengurangi kemungkinan dalam penularan virus. Sebab itulah, kini semakin banyak layanan perbankan digital untuk mempermudah nasabah mengurusnya secara online, contohnya saja yakni rekening online, dan sebagainya.

Selain mempermudah dan simple, dengan membuka rekening online juga membutuhkan waktu sebentar saja, bahkan dalam hitungan menit tanpa antri. Pada awalnya layanan ini ditujukan untuk generasi milenial dan anak muda, karena mengambil konsep teknologi yang modern. Namun kini untuk siapa pun tentu boleh saja membuat rekening secara online, ya.

Fasilitas dalam Layanan Perbankan Digital

Meski awalnya terlihat cukup rumit karena pada beberapa orang terkendala oleh jaringan, bahkan sampai sistem yang error, namun kini layanan digital oleh perbankan sudah sangat berkembang cukup baik dan aman.

Hal tersebut tentu juga didukung oleh fasilitas di dalamnya yang memadai dan proses alurnya yang runtut. Nah, untuk fasilitasnya sendiri maka bisa kita lihat bahwa https://slotjokerliga365.com dalam smartphone nantinya dapat memindai kartu identitas, memindai sidik jari, sampai dengan melakukan video banking. Bagi Anda yang baru tahu dan penasaran bagaimana cara memanfaatkan layanan ini, tanpa harus datang ke kantor cabang, berikut beberapa langkahnya!

Langkah Membuat Rekening Online

Yang pertama kita bahas yakni langkah membuat rekening online melalui smartphone maupun ATM. Apabila via smartphone otomatis Anda pun diwajibkan untuk mengunduh terlebih dahulu aplikasi mobile banking, yang tersedia di playstore maupun appstore.

Jangan lupa untuk memastikan terlebih dahulu bahwa bank yang Anda pakai memang sudah memiliki layanan digital ini, ya. Namun biasanya hampir semua bank BUMN dan beberapa bank swasta, sudah ada layanan ini.

Setelah selesai mengunduh aplikasinya, kemudian langsung bisa Anda lanjutkan dengan membuka aplikasi ini dan pilih layanan “Buka Rekening” agar bisa lanjut proses dalam pembukaannya. Setelah itu Anda bisa ikuti petunjuk dan pengarahan sesuai kebijakan bank masing-masing. Tidak lupa juga bila nanti Anda akan disuruh membaca ketentuan dan syarat yang berlaku, sehingga usahakan untuk memahaminya dengan benar.

Apabila memang Anda sudah pasti setuju, maka pilihlah jenis tabungan yang ingin Anda gunakan. Selesai itu, silahkan isi data diri yang biasanya memang diperlukan seperti NIK, dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan, setelah mengisi data diri selesai, maka Anda akan disuruh membuat pin rahasia sebanyak 6 digit, ulangi pin ini dua kali berturut-turut. Dilanjutkan dengan menyiapkan segala yang diperlukan seperti tanda tangan, e-KTP, NPWP, dan lain-lainnya. Kemudian silahkan foto tanda tangan Anda, dan masukan user ID.

Apabila semua berjalan mulus, maka Anda akan segera dihubungkan pada petugas call center bank tersebut, lewat video banking dalam aplikasi. Jika sudah beres, silahkan maka tinggal aktivasi akun mobile banking Anda, lalu semua sudah aktif dan bisa melakukan proses tabungan, transfer uang, dan lain-lain hanya melalui smartphone. Terakhir, jika Anda ingin mengambil kartu ATM, silahkan mengunjungi kantor cabang bank yang terdekat.

Dari cara di atas terlihat begitu mudah, bukan? Namun juga ada hal-hal kecil yang sepele tapi harus diperhatikan ya. Contohnya saja, Anda perlu memastikan pulsa terisi supaya bisa dikirimi kode OTP. Lalu, tidak lupa pastikan jaringan internet bagus dan stabil, khususnya saat proses video call.

Adapun setelah rekening sudah aktif, usahakan cepat lakukan setoran awal terlebih dahulu supaya menghindari penutupan rekening oleh sistem secara otomatis. Bagaimana, apakah sudah paham dari penjelasan singkat di atas? Semoga bermanfaat!